Contoh Proposal Skripsi Syariah

Contoh Proposal Skripsi Syariah
Oleh: Lismanto

ISLAM DAN NEGARA DEMOKRASI
(STUDI PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID DAN ULIL ABSHAR ABDALLA)

BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalalah ……………………………………………………1
B.     Rumusan Masalah ………………………………………………………….....3
C.     Tujuan Penelitian ……………………………………………………………..4
D.    Metode Penelitian ………………………………………………………….…5
BAB II. KERANGKA TEORITIK NEGARA DEMOKRASI
A.    Landasan Teoritik Konsep Demokrasi
1.      Eksplorasi Singkat Tentang Demokrasi …………………………….…….7
2.      Konsep Demokrasi Barat ………………………………………..………18
B.     Konsep Demokrasi dalam Islam …………………………………………….31
BAB III. ISLAM DAN NEGARA DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID DAN ULIL ABSHAR ABDALLA
A.    Islam dan Demokrasi menurut KH. Abdurrahman Wahid ……………...…..39
B.     Implementasi Islam dalam Negara demokrasi dalam perspektif KH. Abdurrahman Wahid …………………………………………………….….58
C.     Islam dan Demokrasi Menurut Ulil Abshar Abdalla ……………………..…69
D.    Implementasi Islam dalam Negara demokrasi dalam perspektif  Ulil Abshar Abdalla ………………………………………………………………………81
BAB IV. TITIK TEMU PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID DAN ULIL ABSHAR ABDALLA DALAM KAJIAN ISLAM DAN NEGARA DEMOKRASI
A.    Implementasi Prinsip Islam dalam Negara Demokrasi ………………..……94
B.     Analisis Pemberlakuan Konsep Negara Demokrasi dalam Penduduk Muslim di Indonesia …………………………………………………………...……106
BAB V. PENUTUP
a.       Kesimpulan ………………………………………………………...………113
b.      Saran-saran ………………………………………………………….……..117
c.       Penutup …………………………………………………………………….126





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Meskipun demikian, Indonesia dalam realitas sosial dan budaya tidak lepas dari keberagaman agama, etnis, suku bangsa, bahasa dan budaya. Realitas ini mirip dengan realitas masyarakat Madinah saat dipimpin Nabi Muhammad SAW yang memiliki keberagaman suku, agama dan bahasa. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menggagas untuk membuat Piagam Madinah sebagai solusi terhadap realitas keberagaman kemasyarakatan yang ada. Terobosan Piagam Madinah ini oleh sebagian besar kalangan intelektual muslim dikatakan sebagai sebuah konsep yang mutakhir, termasuk di dalamnya muatan-muatan konsep demokrasi yang belakangan ini gencar dikampanyekan negara-negara barat.

Namun banyak kalangan ekstrem kanan yang mewacanakan sekaligus berupaya menegakkan negara Islam di Indonesia, karena konsep demokrasi dianggap bertentangan dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Di satu sisi, konsep negara Islam digagas karena melihat realitas masyarakat Indonesia mayoritas berpenduduk muslim. Tetapi di sisi lain, melihat realitas keberagaman kemasyarakatan Indonesia tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa konsep yang ditawarkan demokrasi merupakan konsep kenegaraan yang mutakhir di Indonesia untuk mengakomodasi perbedaan.
Dua realitas yang saling berbenturan itu, apabila tidak didialogkan secara sehat, maka akan terjadi perbedaan paradigma yang mencolok, saling bertentangan, dan menimbulkan gejolak pergerakan untuk menuntut penegakan negara Islam. Misalnya ormas-ormas keislaman seperti Front Pembela Islam (FPI), Hisbut Tahrir, dan ormas Islam lain yang tidak sepakat dengan konsep demokrasi dan menuntut penegakan negara Islam. Fenomena semacam ini yang belakangan marak di Indonesia.
Islam dan konsep negara demokrasi seringkali oleh kalangan ekstrem kanan dianggap sebagai “minyak” dan “air”, dua entitas bertentangan, dan tidak akan ada titik temu. Sementara Indonesia sekarang merupakan potret negara demokrasi dimana penduduk mayoritasnya adalah muslim: Islam dalam negara demokrasi.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji persoalan Islam dan konsep negara demokrasi. Apakah dua entitas tersebut bertentangan, atau justru sebaliknya, dimana semangat demokrasi tentang ketatanegaraan secara tersirat merupakan konsep mutakhir yang diusung Islam. Oleh karena KH. Abdurrahman Wahid seringkali disematkan sebagai bapak demokrasi muslim Indonesia, kemudian dilanjutkan Ulil Abshar Abdalla yang gencar mewacanakan demokratisasi yang islamis, maka penelitian ini meneliti gagasan dan pemikiran KH. Abdurahman Wahid dan Ulil Abshar Abdalla untuk menjawab problematika yang mendera bangsa Indonesia sekarang, yakni permasalahan Islam dan negara demokrasi yang bernaung di dalamnya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka muncul dua pertanyaan yang menjadi pokok penelitian ini. Adapun tiga pertanyaan tersebut adalah:
1.      Bagaimana fakta-fakta lapangan di Indonesia berbicara tentang Islam dan negara demokrasi?
2.      Bagaimana nilai-nilai Islam dan negara demokrasi dalam perspektif pemikiran KH. Abdurrahman Wahid dan Ulil Abshar Abdalla?
3.      Bagaimana implementasi nilai-nilai Islam dan negara demokrasi di Indonesia sebagai potret negara berpenduduk mayoritas muslim yang menganut konsep demokrasi?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua pertanyaan yang telah dirumuskan di atas yakni:
1.      Untuk mendeskripsikan fakta-fakta lapangan di Indonesia tentang diskursus Islam dan negara demokrasi.
2.      Untuk menggali dan menjelaskan nilai-nilai Islam dan negara demokrasi dalam perspektif KH. Abdurrahman Wahid dan Ulil Abshar Abdalla.
3.      Untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Islam dan negara demokrasi di Indonesia sebagai potret negara berpenduduk mayoritas muslim yang menganut konsep demokrasi.

D.    Metode Penelitian
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah buku-buku dan artikel dengan tema penelitian ini. Adapun sumber penelitian ini ada dua, yaitu sumber primer dan sekunder:
a.      Sumber data primer
Yaitu sumber data yang paling pokok berupa buku yang membahas tentang Islam dan demokrasi karangan KH. Abdurrahman Wahid yang berjudul Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi (2011). Dari buku tersebut penulis dapat membingkai pemikiran KH. Abdurrahman Wahid. Untuk mengambil pemikiran Ulil Abshar Abdalla tentang Islam dan demokrasi, penulis menggunakan sumber dari wawancara, buku-buku, dan artikel-artikel yang ditulis Ulil Abshar Abdalla di website Jaringan Islam Liberal, terutama buku berjudul Islam dan Barat: Demokrasi dalam Masyarakat Islam (2002).
b.      Sumber data sekunder
Yaitu sumber data pendukung yang berupa buku atau artikel yang dapat mendukung penelitian skripsi ini. Di antaranya sumber pendukung tersebut adalah Materi Workshop JIL 2011 (Lutfi Assyaukanie), Gila Gus Dur, Menyongsong Yang Lain Membela Pluralisme, Islam and Democracy, dan lain sebagainya.

Adapun metode penulisan skripsi ini adalah:
1.      Metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan data-data yang penulis dapatkan melalui sumber-sumber data primer dan sekunder tersebut. Metode ini dipakai untuk membahas pokok-pokok gagasan KH. Abdurrahman Wahid dan Ulil Abshar Abdalla tentang Islam dan Negara Demokrasi.
2.      Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis data yang terkumpul untuk meningkatkan pemahaman penulis tentang masalah yang diteliti dan pengkajinya sebagai temuan bagi orang lain. Oleh karena penelitian ini merupakan kajian kontemporer, maka dalam menganalisa data dibutuhkan metode dialogisasi pemikiran KH. Abdurrahman Wahid dan Ulil Abshar Abdalla dengan problem-problem kontemporer yang berkembang dalam diskursus islam dan demokrasi, terutama di Indonesia.
3.      Metode pengumpulan data merupakan kinerja pengumpulan data dalam penelitian ini biasanya dilakukan melalui penelusuran melalui penelusuran terhadap bahan-bahan pustaka yang menjadi sumber data dan relevan dengan substansi penelitian ini. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini menggunakan metode yang dipakai library research dengan mengamati, mendalami, menelaah, dan mengidentifikasi pengetahuan sehingga dapat diperoleh sebuah kesimpulan kebenaran baik filosofis maupun empirik yang ada dalam kepustakaan, yakni buku, majalah, surat kabar, dan dokumen penelitian lainnya.