Mata Kuliah Lengkap Sosiologi Hukum

Oleh: PROF. DR. I NYOMAN SIRTHA, SH., MS.
I KETUT WIRTA GRIADHI, SH., MH.
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2009

I. IDENTIFIKASI MATA KULIAH
Nama Mata Kuliah : Sosiologi Hukum
SKS                          : 2 SKS
Tim Pengajar          : Prof. Dr. I Nyoman Sirtha, SH., MS., I Ketut Wirta Griadhi, SH., MH., I Ketut Rai Setiabudhi, SH., MS., A.A. Istri Atu Dewi, SH.
II. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah Sosiologi Hukum merupakan mata kuliah wajib institusional dalam rangka memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai ilmu hukum yang bersifat empiris, di samping ilmu hukum yang normatif. Dalam Sosiologi Hukum ditunjukkan mengenai hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya, terutama dengan struktur sosial, dan dinamika sosial. Selain itu dapat dilihat pula mengenai fungsi hukum dalam masyarakat serta mengenai bekerjanya hukum dalam masyarakat.

Dengan memahami mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat mengerti bahwa hukum tidak dapat dilepaskan dengan masyarakat, baik dalam proses pembentukannya maupun dalam pelaksanaannya.

III. TUJUAN MATA KULIAH
Mata kuliah Sosiologi Hukum mempunyai tujuan untuk memberikan wawasan yang utuh kepada mahasiswa mengenai keberadaan hukum tersebut di dalam masyarakat, bahwa di samping hukum memiliki sifat normatif hukum juga memiliki dimensi empiris karena hukum ada di dalam masyarakat dan merupakan bagian riil dari kehidupan masyarakat.
IV. METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode PBL (Problem Base Learning) yang berpusat pada mahasiswa (Student Centre) dan tidak berpusat lagi pada  pengajar (Teacher Centre). Mahasiswa aktif sedangkan pengajar pasif/reaktif.
Strategi Pembelajaran tersusun dalam dua kegiatan yaitu perkuliahan dan tutorial dengan porsi waktu yang sama (seimbang) yaitu 50 % kuliah dan 50% tutorial. Mahasiwa harus mengikuti kedua kegiatan ini minimal 75 % dari kegiatan riil yang dilakukan.
-          Perkuliahan dalam satu semester dilakukan sebanyak 6 kali, dilakukan secara ringkas hanya mengenai inti dari setiap pokok bahasan yang terkait. Kegiatan perkuliahan ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab/diskuai (meode dua arah), dengan berpatokan pada pedoman yang tersusun dalam satu Block Book. Perkuliahan dilakukan dengan alat bantu (media) berupa papan tulis, OHP atau slide. Sebelum kuliah dimulai mahasiswa harus sudah mempelajari bahan dalam pokok bahasan yang bersangkutan dari literatur yang ditunjuk.
-          Tutorial merupakan kegiatan diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan tutor, bertumpu pada tugas-tugas (task) yang telah ditetapkan sebelumnya, baik berupa discussion task, study task, application task atau campuran. Tutorial ini dilaksanakan sebanyak 6 kali dalam satu semester, sesuai dengan pokok bahasan dalam perkuliahan yang diberikan. Mahasiswa harus sudah mempersiapkan bahan diskusi dalam tutorial tersebut dalam satu paper singkat sebagai jawaban atas task (discussion task atau study task dan application task ) yang diberikan, dan mengupayakan penyajiannya dengan menggunakan power point slide. Kegiatan tutorial ini akan diberikan nilai sebagai bagian dari kelompok tugas-tugas yang harus diselesaikan mahasiswa sesuai Buku Pedoman FH.
Dosen pengajar sekaligus juga bertindak selaku tutor di setiap kelas (parallel) yang diasuhnya.
Selain tugas-tugas yang harus diselesaikan mahasiswa lewat kegiatan tutorial, prestasi mahasiswa diukur pula dari ujian-ujian dalam bentuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Ujian dilaksanakan secara terjadwal oleh fakultas yang pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk ujian tertulis dengan model essai baik sifatnya tertutup maupun terbuka (open book).
Penilaian prestasi mahasiswa didasarkan atas nilai ujian dan tugas-tugas dengan memberikan bobot yang seimbang antara nilai tugas-tugas sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran, dan nilai-nilai ujian sebagai bagian dari test sumatif dengan menggunakan rumus  sebagai berikut :
                                           Nilai tugas + ½ (Nilai UTS +  Nilai UAS)
Nilai Akhir (NA)    =          ---------------------------------------------------------
                                                                               2
Kualifikasi kelulusan ditentukan sebagai berikut :
N i l a i                    Range
A                            8.0 – 10.0
B                             6.5 – 7.9
C                             5.5 -  6.4
D                            4.0 – 5.4
E                             0.0 – 3.9


VI. MATERI PERKULIAHAN (ORGANISASI PERKULIAHAN)
I. PENDAHULUAN
1.      Pengertian Sosiologi Hukum dan Posisinya dalam Ilmu Hukum
2.      Sejarah Perkembangan Sosiologi Hukum
3.      Obyek dan Ruang Lingkup Sosiologi Hukum
4.      Pendekatan dan Manfaat/Kegunaan Sosiologi Hukum
II. HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA HUKUM. DENGAN STRUKTUR SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL
1.      Hukum dan Struktur Sosial
·         Hukum dan Kaidah Sosial lainnya.
·         Hukum dan Lembaga Sosial
·         Hukum dan Stratifikasi Sosial
2.      Hukum dan Dinamika Sosial
·         Hukum dan Proses Sosial/Interaksi Sosial
·         Hukum dan Kebudayaan
III. FUNGSI HUKUM DALAM MASYARAKAT
1.      Aneka Fungsi Hukum dalam Masyarakat
2.      Hukum Sebagai Alat Kontrol Sosial (Law as a tool of Social Control)
3.      Hukum Sebagai Alat Pengubah Masyarakat (Law as a tool of Social Engineering)
4.      Hukum sebagai Alat Mekanisme Integrasi Sosial (Law as a tool of Social Integrative Mechanism)
IV. Hukum dan Perubahan Sosial
1.      Teori tentang Perubahan Sosial
2.      Hubungan antara Hukum dan Perubahan Sosial
V. BEKERJANYA HUKUM DALAM MASYARAKAT
1.      Proses Pembentukan Hukum (Law Making Process)
2.      Implementasi dan Penegakan Hukum (Implementation and Enforcement)
VI. KESADARAN HUKUM DAN KEPATUHAN HUKUM.
1.      Kesadaran Hukum (Legal Awareness)
2.      Kepatuhan Hukum (Legal Obedience).

VII. BAHAN BACAAN
Soerjono Soekanto, Mengenal Sosiologi Hukum, Alumni, Bandung.
Soerjono Soekanto, Pokok Pokok Sosiologi Hukum, Rajawali Press, Jakarta.
Soerjono Soekanto dan Mustafa Abdullah, Sosiologi Hukum dalam Masyarakat, Rajawali Press, Jakarta.
Soerjono Soekanto, Kesadaran Hukum & Kepatuhan Hukum, Rajawali Press, Jakarta.
Soerjono Soekanto, Beberapa Permasalahan Hukum dalam Kerangka Pembangunan di Indonesia.
Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perubahan Sosial, Alumni, Bandung.
Satjipto Rahardjo, Hukum dan Masyarakat, Angkasa, Bandung.
Satjipto Rahardjo, Hukum Dalam Perspektif Sosial, Alumni, Bandung.
Abdurrahman, Tebaran Pikiran tentang Studi Hukum dan Masyarakat, Media Sarana Press, Jakarta.
Rijkschroeff, Sosiologi, Hukum dan Sosiologi Hukum, Mandar Maju, Bandung.
BPHN, Simposium Kesadaran Hukum dalam Masa Transisi, Binacipta, Jakarta.
Agus Salim, Perubahan Sosial PT Tiara Wacana Yogya


VIII. RANCANGAN PERKULIAHAN
Pertemuan 1 : Perkuliahan 1
I. PENDAHULUAN
1.      Pengertian Sosiologi Hukum dan Posisinya dalam Ilmu Hukum
·         Pengertian:
·         ilmu yang mempelajari perilaku hukum dari warga masyarakat
·         ilmu yang secara teoritis analitis dan empiris menyoroti hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala sosial lainnya.
·         Sosiologi Hukum dan Ilmu Hukum
·         Dimensi dari ilmu hukum : normatif dan empiris
·         Sosiologi hukum sebagai bagian dari ilmu hukum empiris.
2.      Sejarah Perkembangan Sosiologi Hukum
·         Sejalan dengan perkembangan pemikiran dalam filsafat hukum àAliran-aliran dalam hukum
·         Pengaruh aliran Sociological Yurisprudence.
·         Diilhami oleh aliran sejarah
·         Pelopor : Eugen Ehrlich
·         Inti ajarannya ttg. The living law.
3.      Obyek dan Ruang Lingkup Sosiologi Hukum
4.      Obyek : Hubungan timbal balik antara hukum dengan masyarakat dalam segala aspeknya
5.      Ruang Lingkup :
·   Hubungan hukum dengan struktur sosial
·   Hubungan hukum dengan dinamika sosial
·   Fungsi hukum dalam masyarakat
·   Bekerjanya hukum dalam masyarakat
6.      Pendekatan dan Manfaat.
·         Pendekatan : empirik
·         Manfaat : memberikan kejelasan mengenai keberadaan hukum dalam masyarakat.
Bahan  Bacaan
·         Soerjono Soekanto, Mengenal Sosiologi Hukum.
·         Soerjono Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum, Bab I dan Bab II
·         Satjipto Rahardjo, Hukum dan Masyarakat, Bab I. (sub. 1 – sub 4)
·         Abdurrahman, Tebaran Pikiran tentang Studi Hukum dan Masyarakat, Bab II dan Bab III.
PERTEMUAN  2 : TUTORIAL 1
Task 1 (Discussion Task)
Studi Sosiologi Hukum merupakan satu studi yang relatif baru dalam bidang hukum, yang kadangkala masih menunjukkan adanya pandangan pro dan kontra khususnya bila dilihat dari sudut ilmu hukum. Sebagai satu cabang ilmu hukum yang baru maka diperlukan pemahaman awal mengenai keberadaan sosiologi hukum tersebut, terutama dalam kaitannya dengan ilmu hukum. Cobalah anda ungkapkan beberapa aspek dari sosiologi hukum tersebut mulai dari pengertian, posisinya dalam ilmu hukum, sejarah perkembangannya, obyek dan ruang lingkupnya serta pendekatan yang digunakan dan manfaatnya.


PERTEMUAN 3 : PERKULIAHAN 2
II. HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA HUKUM. DENGAN STRUKTUR SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL
1. Hukum dan Struktur Sosial
·         Hukum dan Kaidah Sosial lainnya.
·         Hukum dan Lembaga Sosial
·         Hukum dan Stratifikasi Sosial
2. Hukum dan Dinamika Sosial
·         Hukum dan Proses Sosial/Interaksi Sosial
·         Hukum dan Kebudayaan
Bahan Bacaan :
·         Soerjono Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum  Bab III.
·         Satjipto Rahardjo, Hukum dan Masyarakat, Bab I sub. 5.
·         Soerjono Soekanto dan Mustafa Abdullah, Sosiologi Hukum dalam Masyarakat, Bab III, IV, V, dan VI
·         Soerjono Soekanto, Beberapa Permasalahan Hukum dalam Kerangka Pembangunan di Indonesia, Bab II
PERTEMUAN 4 : TUTORIAL 2.
Task 2 (Discussion Task)
Keberadaan hukum dalam kehidupan masyarakat lebih banyak menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang abstrak tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh warga masyarakat agar masyarakat dapat mencapai tujuannya (das Sollen). Namun pada bagian lainnya tidak dapat dipungkiri bahwa hukum ada dan hidup dalam masyarakat yang selalu akan mengalami keterkaitan dengan gejala-gejala sosial lainnya, dan dalam hubungan ini hukumpun dilihat sebagai satu gejala sosial (das Sein). Hubungan yang selalu ada antara hukum dan masyarakat terutama sekali berkaitan dengan struktur sosial dan dinamika dari masyarakat itu sendiri. Coba anda jelaskan bagaimana hubungan yang ada antara hukum dengan struktur sosial dan dinamika sosial tersebut.


PERTEMUAN 5 : PERKULIAHAN 3
III. FUNGSI HUKUM DALAM MASYARAKAT
1.      Aneka Fungsi Hukum dalam Masyarakat
2.      Hukum Sebagai Alat Kontrol Sosial (Law as a tool of Social Control)
3.      Hukum Sebagai Alat Pengubah Masyarakat (Law as a tool of Social Engineering)
4.      Hukum sebagai Alat Mekanisme Integrasi Sosial (Law as a tool of Social Integrative Mechanism)
Bahan Bacaan
·         Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perubahan Sosial, Alumni, Bandung, Bab IV, h. 122-188.
·         Soerjono Soekanto dan Soleman B. Taneko, Hukum Adat Indonesia, Bab II, Sub C, h. 76 – 91
·         Donald Black, The Behavior of Law,  Academic Press, New York, Bab 6: Social Control, h. 107 – 121.

PERTEMUAN 6 : TUTORIAL 3
Task 3. (Discussion Task)
Banyak pandangan yang berkembang di kalangan ahli hukum mengenai keberadaan hukum dalam masyarakat, terutama berkenaan dengan fungsi yang diembannya. Banyak fungsi yang diemban oleh hukum, namun yang populer adalah fungsinya sebagai alat kontrol sosial dan sebagai alat perubah masyarakat, selain juga fungsi integrasi sosial. Jelaskanlah mengenai fungsi-fungsi tersebut dalam segala aspeknya disertai dengan contoh-contoh yang relevan.

PERTEMUAN 7 : PERKULIAHAN 4
IV. HUKUM DAN PERUBAHAN SOSIAL
       1. Teori tentang Perubahan Sosial
·         Teori Struktural Fungsional
·         Teori Konflik
·         Teori Strukturasi
·         Pengelompokan lain :  
·         Teori Sosial Klasik
·         Teori Modernisasi
·         Teori Dependensi.
       2. Hubungan antara Hukum dan Perubahan Sosial
·         Pola hubungan
·         Teori  tentang Hukum dan Perubahan Sosial.
Bahan Bacaan
·         Soerjono Soekanto, Pokok Pokok Sosiologi Hukum, PT Rajawali, Jakarta, Bab IV, h. 95 – 114
·         Soerjono Soekanto, Beberapa Permasalahan Hukum dalam Kerangka Pembangunan di Indonesia, Yayasan Penerbit Universitas Indoneaia, Bab VI, h. 128 – 150.
·         Soerjono Soekanto, Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum, CV Rajawali, Jakarta, Bab II, h. 31 – 82.
·         Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perubahan Sosial, Alumni Bandung, Bab II, h. 25 – 82.
·         Satjipto Rahardjo, Pemanfaatan Ilmu Ilmu Sosial bagi Pengembangan Ilmu Hukum, Alumni Bandung, Bab V, h. 141 – 164.
·         Satjipto Rahadjo, Hukum dan Masyarakat, Angkasa, Bandung, Bab III, h. 95 – 111.
·         Abdurrahman, Tebaran Pikiran tentang Studi Hukum dan Masyarakat, PT. Media Sarana Press, Jakarta, bab V, h. 45 – 52.
·         Agus Salim, Perubahan Sosial, PT Tiara Wacana, Yogya, Bab II, h. 9 – 80.
·         Yehezkel Dror, Law and social change, dalam Vilhelm Aubert, Sociology of Law, Penguin Books, Part Two, h.  90 -99.
PERTEMUAN 8 : TUTORIAL 4
Task 4 (Discussion Task, Study Task)
Perkembangan masyarakat dari dahulu hingga dewasa ini membawa dampak pada perkembangan hukumnya. Perkembangan masyarakat tersebut lazim dikenal sebagai perubahan sosial yang mengandung makna tertentu dengan latar belakang yang bervariasi. Dari latar belakang itulah kemudian berkembang teori-teori tentang perubahan sosial yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat serta situasi saat teori itu diciptakan. Cobalah anda kemukakan berbagai teori yang ada dan teori mana yang kiranya cocok bagi negara kita (masyarakat Indonesia umumnya) dan situasi yang mana dapat memberi dukungan pada teori tersebut.
Pada bagian lain perubahan sosial membawa dampak pada hukumnya, dalam pengertian bahwa adanya perubahan sosial membawa perubahan pada hukumnya. Tunjukkan hubungan antara perubahan sosial tersebut dengan perubahan hukum seperti telah dikemukakan oleh para ahli sosiologi hukum dan apakah hal itu ditemukan pula di dalam masyarakat Indonesia.

PERTEMUAN 9 : PERKULIAHAN 5.
V. BEKERJANYA HUKUM DALAM MASYARAKAT
1.      Proses Pembentukan Hukum (Law Making Process)
a.       Pembentukan Hukum dan Model Masyarakat
b.      Pembentukan Hukum dan Nilai-Nilai
c.       Pembentukan Hukum dan Kultur Masyarakat
2.      Penerapan dan Penegakan Hukum (Implementation and Enforcement)
a.       Lingkungan Penerapan dan Penegakan Hukum
b.      Penyelesaian Konflik/Sengketa
c.       Komponen Pengaruh
Bahan Bacaan :
·         Satjipto Rahardjo, Hukum dan Masyarakat, Angkasa, Bandung, Bab II, h. 48 – 94.
·         Soerjono Soekanto dan Mustafa Abdullah, Sosiologi Hukum dalam Masyarakat, Rajawali, Jakarta, Bab I, h. 9 – 46.
·         Abdurrahman, Tebaran Pikiran tentang Studi Hukum dan Masyarakat, Media Sarana Press, Jakarta, Bab VIII, h. 85 – 94.
·         Michael Banton, Law enforcement and social control, dalam Vilhelm Aubert, Sociology of Law, Penguin Books, Part Two, h. 127 – 141.
·         Joni Emirzon, Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan, Gramedia, Jakarta, bab II, III, IV, h. 7 – 126.
·         Donald Black, Control Social as Dependent Variable dalam Donald Black, Toward a General Theory of Social Control, volume 1, Fundamentals, Academic Press Inc., h. 1 – 36.
PERTEMUAN 10 : TUTORIAL 5
Task 5 (Discussion Task, Study Task and Application Task).
Bekerjanya hukum dalam masyarakat dipengaruhi oleh proses pembentukan hukum itu sendiri, dan terwujud dalam penerapan dan penegakan hukum. Proses pembuatan hukum sangat dipengaruhi oleh model masyarakat, nilai-nilai masyarakat dan kultur (budaya) masyarakatnya. Kesemuanya ini memberikan corak tersendiri kepada hukum yang bersangkutan. Berikanlah penjelasan tentang hal ini dengan memberikan contoh dan kaitkanlah dengan proses pembentukan hukum nasional dan hukum adat. di Indonesia
Pada bagian lain dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat adanya satu kenyataan bahwa keputusan (hakim) yang diberikan berkenaan dengan kasus-kasus (sengketa) hukum yang dihadapkan kepadanya menunjukkan perbedaan walaupun kasusnya serupa. Juga sebagai kenyataan ada fenomena dimana masyarakat enggan membawa persoalannya (sengketa) ke muka pengadilan dan lebih memilih cara-cara lain yang dipandangnya dapat lebih memberikan keadilan. Analisislah keadaan ini dengan memperhatikan berbagai komponen yang berpengaruh dalam penerapan dan penegakan hukum!


PERTEMUAN 11 : PERKULIAHAN 6
VI. KESADARAN HUKUM DAN KEPATUHAN HUKUM
1.      Kesadaran Hukum (Legal Awareness)
a.       Pengertian
b.      Indikator Kesadaran Hukum
c.       Kesadaran Hukum dalam Perundang-undangan
d.      Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kesadaran Hukum
2.      Kepatuhan Hukum (Legal Obedience).
a.       Pengertian
b.      Dasar Kepatuhan Hukum
c.       Proses Kepatuhan Hukum
d.      Beberapa Teori Kepatuhan Hukum
Bahan Bacaan :
·         Soerjono Soekanto, Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum, CV Rajawali, Jakarta, Bab IV, h. 125 -262.
·         Satjipto Rahardjo, Persoalan Persoalan Hukum dalam Masa Transisi, dalam Badan Pembinaan Hukum Nasional, Simposium Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Masa Transisi, Binacipta Jakarta. III.3. H. 61 – 79.
·         Fuad Hassan, Masalah Pembinaan Kesadaran Hukum, dalam BPHN, Simposium Keadaran Hukum Masyarakat dalam Masa transisi, Binacipta, Jakarta, III.4. h. 81 – 88.
·         Sunaryati Hartono, Peranan Kesadaran Hukum Rakyat dalam Pembaharuan Hukum, dalam BPHN, Simposium Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Masa Transisi, Binacipta, Jakarta, III.5., h. 89 – 96
·         Soerjono Soekanto dan Mustafa Abdullah, Sosiologi Hukum  dalam Masyarakat, CV. Rajawali, Jakarta, BaB vi, H. 207 – 232.
·         Soerjono Soekanto, Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Masalah-Masalah Sosial, Alumni, Bandung, Bab V, H, J, K, L, h. 162 – 188.
·         Abdurrahman, Aneka Masalah Hukum dalam Pembangunan di Indonesia, Alumni, bandung, Bab III, h. 27 – 34.
PERTEMUAN 12 : TUTORIAL 6.
Task. 6 (Discussion Task, Study Task and Application Task)
Dalam UU Lalu Lintas yang baru telah ditetapkan sanksi yang cukup berat bagi pengendara yang melanggar aturan. Namun dalam kenyataannya masih banyak ditemukan adanya orang-orang yang tidak mematuhi ketentuan undang-undang tersebut, walaupun tahu hukuman denda yang dijatuhkan berat. Bagaimanakah anda melihat fenomena ini apabila dikaitkan dengan persoalan kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat? Berikanlah kejelasan tentang hal ini dengan menggunakan pendekatan teori tentang keadaran dan kepatuhan hukum.