Pengertian, Manfaat dan Metodologi Penulisan Sejarah Peradaban Islam

Pengertian, Manfaat dan Metodologi Penulisan Sejarah Peradaban Islam
Makalah Sejarah Peradaban Islam
Oleh: Fajar Nur Rohman
Mahasiswa Tadris Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang

I.                   PENDAHULUAN
Pemahaman mengenai sejarah peradaban islam baik dari sisi konsep, manfaat, ataupun penulisan sejarah, tidak lepas dari sebuah tujuan universal. Sejarah, sudah hampir tidak lagi diperhatikan adanya proses yang menjadikan masa depan. Hal ini sudah dilupakan atau benar-benar orang sudah tidak lagi mendapat penjelasan tentang sejarah.
 kemungkinan lebih buruk dari itu orang sudah tidak percaya dengan adanya sejarah yang sekarang mereka dapatkan karena mereka menganggap sejarah sekarang sudah banyak yang dimanipulasi sedemikian buruknya. Penjelasan pengertian, manfaat, dan cara penulisan sejarah, ini menjadi awal  alternatif bagaimana sejarah peradaban islam itu sebenarnya.
Hal ini menjadi sangat sulit jika dihadapkan suatu peristiwa yang pelik dan menjadikan hal yang sukar dikenang apalagi sebagai pedoman. Tetapi disis lain yang kita harus lakukan adalah langkah bagaimana hal buruk yang terjadi dimasa lampau tidak terulang kembali ataupun meminimalisirnya. Artinya sejarah adalah sebagai batu lonjakan yang selamanya kan seperti itu, sejarah, sejarah, dan sejarah selalu akan dipijak sampai bumi tidak lagi berputar pada porosnya.
Dengan berpacuan rumusan masalah pengertian sejarah peradaban, manfaat sejarah peradaban, dan metodologi penulisan sejarah menjadikan sejarah awal yang sebagai pijakan kepembahasan selanjutnya.

II.                RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian sejarah peradaban Islam ?
B.     Apa manfaat sejarah peradaban Islam ?
C.     Bagaimana metodologi penulisan sejarah Islam ?

III.             PEMBAHASAN
A.    Pengertian sejarah peradaban dan kebudayaan islam
Sejarah dalam bahasa , tarikh atau history (inggris), adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan kronologi berbagai peristiwa.[1] Sejarawan louis gottschalk dalam bukunya understanding history: a primer of historical method, sejarah dalam bahasa inggris history berasal dari bahasa yunani istoria yang berarti ilmu.
Ilmu pengetahuan yang membahas dengan berkenaan dengan kronologi berbagai peristiwa. Tetapi jika kita tengok pengertian yang dikemukakan oleh aristoteles bahawasanya menurut bahasa pengguna filosof yunani istoria merupakan suatu penjelasan sistematis mengenai seperangkat gejala alam, baik berbentuk kronologi sebagai faktor atau tidak dalam penjelasan.
Dari berbagai pengertian menurut bahasa yang telah dikemukakan sebagian ahli bahasa. Sejarah hanyalah merupakan sebuah rekaman peristiwa masa lampau manusia dengan segala sisinya.
Kebudayaan dalam bahasa inggris cultur, adalah pembangunan yang didasarkan pada kekuatan manusia, baik pembangunan jiwa, pikiran, dan semangat melalui latiahan dan pengalaman.
Dalam hal inilah bagaimana pntingnya kebudayaan yang ada disuatu daerah, karena hal tersebut berkaitan dengan jiwa, pikiran, dan semangat hidup manusia. Memahami makna sejarahlah yang bisa menjadi salah satu faktor manusia itu sadar bahwasanya mempelajari kebudayaan dapat menjadikan manusia memperjuangkan peradabanya.
Kebudayaan manusia dapat diartikan suatu kisah manusia dalam perjuangannya untuk merealisasikan tujuan peperangan yang diterjuninya, pengetahuan yang diperoleh dari dirinya dan alam sekitar, penemuan yang ia capai, kota-kota yang iaa bangun, pemerintahan yang ia dirikan, perundang-undangan yang ia jadikan pedoman, ideologi yang ia jadikan dasar, manifestasi ekonomi, aktivitas yang ia lakukan, peningalan-peninggalan yang ia tinggalkan, ide-ide pemikiran yang ia anut kemudian mungkin menggantinya dengan yang lain. Sungguh indahnya kebudayaan yang disebut diatas, andaikan keadaan tersebut dapat dipahami setiap manusia.
Peradaban islam dalam bahasa arab al-hadharah al-islamiyah,  kata bahasa arab ini sering diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan kebudayaan, padahal kebudayaan dalam bahasa arab ats-tsaqafah.[2]Berdasarkan hal itu kebudayaan adalah semangat yang medalam suatu masyarakat. Sedangkan peradaban lebih menitik beratkan kepada perekonomian, teknologi, dan politik.
Dapat kita tarik penjelasan tentang sejarah kebudayaan dan peradaban islam adalah berita atau cerita peristiwa masa lalu yang mempunyai asal-usul tertentu. Pohon yang rindang tersebut dapat kita ambil sebagai bahan contoh bagaimana posisi sejarah kebudayaan islam. Anatomi juga yang kita butuhkan, karena hal itu kita an tahu bagaimana cara sesuatu itu bisa jadi sejarah. Sehingga sejarah kebudayan islam akan benar-benar dapat dipertahankan, bagaimanapun keadaannya tetap yang terjadi pada zaman lalu itu adalah sejarah masyarakat yang sangat hebat nilai kebaikannya untuk kelanjutan hidup yang sekarang.
B.     Manfaat Mempelajari Peradaban Islam
Sejarah mencatat kondisi kebesaran islam berkat kemajuan illmu pengetahuan dan teknologi. Namun sangat memilukan bahwa masyarakat indonesia yang religious dewasa ini terpuruk dalam himpitan krisis dan terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan sekarang tidak dapat diganggu gugat lagi bahwa Indonesia yang termasuk negara berkembang juga berkiblat kepada negara barat.
Upaya rekonstruksi untuk menata kehidupan hendaknya perlu digalangkan, baik ilmu pengetahuan maupun tekhnologi. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi merupakan unsur penting bagi terbentuknya suatu peradaban. Keyakinan umat Islam diwajibkannya untuk mencari ilmu keseluruh pelosok dunia bisa menjadikan suatu alternatif terbentuknya  peradaban yang lebih baik.
Sejarah peradaban Islam demikian itulah memunculkan manfaat bagi generasi kedepannya diantaranya:
a.       Sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi perkembangan kehidupan manusia.[3]
b.      Memahami sejarah peradaban Islam tidak semata-mata untuk mengetahui tanggal, bulan, tahun, dan abad suatu peristiwa peradaban Islam, tetapi memahami realitas muslim di masa lampau.
c.       Mengkaji sejarah dapat memperoleh informasi tentang aktivitas peradaban Islam dari zaman rasulullah sampai sekarang, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, kebangkitan peradaban Islam.
d.      Segala ide, konsep, institusi, sistem, dan operasionalnya yang terjadi dari waktu ke waktu dapat diketahui dari sejarah peradaban Islam yang kita pelajari.
e.       Kewajiban kaum muslimin untuk meneladani Rasulullah oleh karena itu rekaman tenyang perilaku kearifan dan kebijaksanaan Rasulullah perlu diketahui dan diteladani.
f.       Untuk menafsirkan dan memahami maksud al-Qur’an dan hadits perlu memahami setting sosial historis dan kondisi psikologis masyarakat waktu itu.
g.      Sebagai alat ukur sanad untuk mengetahui keoautentikan sebuah hadits apakah dhabit ataukah tidak.
h.      Untuk merekam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi baik sebelum maupun sesudah kedatangan Islam.
i.        Sejarah pun bermanfaat untuk mengenal diri sendiri, juga sebagai cermin masa lalu untuk dijadikan pedoman masa kini dan masa yang akan datang, untuk diteladani dan dipakai sebagai alat analisis.[4]
Jadi sejarah bukanlah catatan bagi orang-orang yang lahir, orang-orang yang mati dan bukan sekedar mengungkap kehidupan para penguasa dan biografi para pahlawan, akan tetapi sejarah merupakan suatu ilmu yang membentangkan perkembangan masyarakat.[5]
Kendatipun demikian penting materi sejarah bagi perkembangan kepribadian suatu bangsa, namun dalam realitasnya kurang disadari, sehingga mata pelajaran sejarah kurang diminati.[6] Hal ini menjadi suatu masalah yang sangat serius, dengan demikian suatu penanggulangan dengan mensosialisasi tentang sejarah kepada halayak muda sebagai objeknya harus di galangkan demi berlangsungnya peradaban yang lebih baih seperti yang diharapkan.
Dicetuskanya manfaat ini guna menjawab apa yang sudah menjadi problematika kaum muslim yang dunia barat mengenalnya sebagai inferiority complex.

C.     Metode sejarah
Sejarah sebagai disiplin ilmu ada beberapa karakteristik yang terdapat didalamnya objek material, objek formal, sisitematis, teroritis, dan filosofis.[7] Sehingga sejarah dapat kita perlakukan secara jelaas sesuai apa yang dilakukan.
a.       Metode penggalian sejarah
1.      Metode lisan (interview)
Dengan metode ini pelacakan suatu objek suatu sejarah dengan cara interview.
Metode ini juga disebut dengan metode kuesioner lisan karena terjadi suatu dialog yang dilakukan oleh pewancara untuk memeperoleh informasi.
2.      Metode observasi
Dalam metode observasi, objek diamati langsung. Sebelum penelitian dimulai ataua peneltian awal observasi sangat penting dibutuhkan. Metode ini merupakan metode pengumpulan data yakni dengan cara penyelidikan secara sistematis dan dilakukan secara langsung oleh sipenelitih terhadap objek.
3.      Metode dokumenter
Metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam catatan atau data-data yang tertulis. Metode ini merupakaan metode pengumpulan data yang akan langsung dilihat. Sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa yang isinya penjelasan, pemikiran terhadap peristiwa dan sengaja menyimpan keterangan-keterangan tertentu atau catatan-catatan. Metode ini sangat efesien dan efectif dalam penggunaan waktu dan tenaga karena cuku dengan melihat catatan yang sudah ada.[8]
b.      Metode penulisan sejarah 
Melihat pentingnya sejarah bagi kehidupan masa depan, sehingga tercetuslah beberapa metode penulisan sejarah yang bertujuan sebagai kebaikan masa depan umat manusia. Diantaranya adalah, 
1.      Metode deskriptif
Dengan metode ini ditunjukan untuk penggambaran adanya perdaban islam tersebut, maksudnya ajaran islam yang termasuk agama samawi yang dibawa Nabi Muhammad yang berhubungan dengan peradaban diuraikan sebagaimana adanya, dengan tujuan untuk memahami yang terkandung didalamnya.
2.      Metode komperatif
Metode ini adalah merupaakan metode perbandingan antara satu peradaban yang satu dengan peraban yang lain. Dengan metode ini ajaran-ajaran  islam dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanaya perasaan dan peradaban dalam suatu beradaban. Dengan demikian dapat diketahui adanya hubungan atau tidak.
3.      Metode analisis sintesis
Metode ini lebih melihat sosok peradaban isalam secara lebih kritis, ada analisis dan bahsan yang luas serta kesimpulan yang spesifik. Dengan demikian akan tampak kelebiahan dan kekhasan suatu peradaban yang diteliti. Hal tersebut lebih muda dengan metode sintetis yang dimaksudkan untuk memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulis. [9]

IV.             PENUTUP
Sejarah peradaban islam adalah berita atau suatu cerita peristiwa terdahulu tentang masyarakat, ekonomi, teknologi, politik, sosial, dll. Hal tersebut dapat kita ambil pelajaran yang tujuannya adalah sebagai pedoman hidup generasi muda islam ataupun yang lebih luas.
Sehingga tidak dapat dipungkiri sejarah peradaban islam memberi banyak sumbangsih manfaat terhadap apa yangditinggalakan. Manfaat tersebut dantara sekian banyak manfaat yang telah dijabarkan diatas salah satunya yaitu Sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi perkembangan kehidupan manusia.[10] Hanya segelintir manfaat yang dapat penulis paparkan dari sekian banyaknya maafaat yang terkandung didalam sejarah peradaban islam terhadap umat islam sendiri lebih luasnya terhadap halayak umum.
Kendati  demikian penulisan sejarah sangatlah penting dilakukan, demi berlangsungnya makna sejarah bagi generasi muda dan demi disiplin ilmu. Tata cara disipilin ilmu sejarah peradaban islam yang telah dikemukakan diatas dapat kita lihat adanya hal penting memprtahankan keautentikan sejarah. Demi terciptanya sejarah yang hebat dan menjadi pedoman generasi muda bangsa.
      Perihal yang banyak penulis pelajari tidak mencakup apa yang menjadi bahasan didalam pengertian sejarah peradaban islam tersebut, oleh kerenanya kata maaf apabila ada kekurangan penulis pakai sebagai permohonan maaf atas terbatasnya kemampuan penulis. Rasa termasih kepada orang yang sangat membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, dan dialah juga orang yang menjadikan hari-hari penulis menjadi berarti dan menuh motifasi. Temen-temen yang berpartisipasi aktif maupun pasif penulis haturkan demikian yang telah penulis sampaikan diatas.


DAFTAR PURTAKA
Al-qardhawi, Yusuf, Meluruskan Sejarah Umat Islam, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada,
2005
Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam,Jakarta: Amzah, 2010
Hanafi, M., Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam,Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia,
2009
Maya, Artika, Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007
Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Group, 2011
Supriyadi, Dedi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2008
Syukur, H. Fatah, Sejarah Peradaban Islam,Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2011
Badri Yatim , Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,1999



[1]Badri yatim , Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,1999), hlm. 1
[2]Badri yatim , Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999), hlm. 2-5
[3]Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2010), hlm. 13
[4]H. Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2012),hlm. 6-9
[5]H. Fatah Syukur, ibid.,hlm. 11
[6]Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2011), hlm 26
[7]M. Hanafi, Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), hlm. 7
[8]Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2010), hlm.4
[9]Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2010), hlm.6
[10]Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2010), hlm. 13