Tata Urut Sidang Gugatan Cerai dalam Peradilan Agama



Sidang Pertama
·         Panitera (Nurul Zulfa): membuka, Mempersilakan Majelis Hakim memasuki ruang sidang dan memanggil para pihak
·         Para Pihak masuk (Kusuma Wardani beserta Kuasa & Ari Tri Prasojo beserta Kuasa)
·         Hakim ketua (Lismanto): membuka sidang, menanyakan identitas penggugat dan tergugat
·         Memerintahkan Mediasi (pre memori)
·         Sidang Ditunda sampai ..............................
Sidang kedua :
·         Hakim menanyakan hasil mediasi (mediasi gagal)
·         Hakim memberikan kesempatan kepada penggugat untuk membacakan gugatan
·         Kuasa hukum penggugat: membacakan gugatan (oleh ali said dan abdul aziz)
·         Hakim memberikan kesempatan kepada tergugat untuk menanggapi (memberikan jawaban) disampaikan(oleh Eni dan alfian)

Sidang ketiga
·         Hakim menanyakan kepada penggugat untuk tetap melanjutkan atau dicabut. (Lismanto)
·         Panitera (Zulfa) : memanggil para saksi dari pihak penggugat.
·         Hakim mengambil sumpah para saksi dan mempersilahkan untuk menunggu diluar ruang sidang
·         Saksi penggugat 1 : (walid)   “mengatakan Pernah melihat penggugat dan tergugat cekcok /bertengkar”
·         Saksi ke 2 (ali muhyidin) : “Pernah melihat penggugat dan tergugat adu mulut dan mendengar jeritan dan tangisan penggugat dan mengantar penggugat untuk menemui anaknya namun gagal.”
·         Saksi ketiga : miftahul khoiriyah  : “Mengantar penggugat untuk berobat kedokter  dan meminta visum.”

·         Saksi tergugat 1 (zuhairotul barokah) : “Mengakui sering kali melihat langsung pertengkaran antar penggugat dan tergugat. Tapi menganggapnya hal biasa dalam rumah tangga.”

·         Saksi 2: (ahmad kamdan) “Membela tergugat tidak mempunyai wanita idaman lain karena wanita yang pernah berjalan dengan tergugat adalah rekan kerjanya.”

·         Saksi ke 3 : (nurul anwar) : “Mendengarkan pengguat dan tergugat sedang adu mulut tetapi  kemudian  rukun kembali.”
Hakim Ketua dan Hakim anggota Berdiskusi.
Hakim membacakan putusan (lismanto) 


Sidang Pertama
·         Panitera (Nurul Zulfa): membuka, Mempersilakan Majelis Hakim memasuki ruang sidang dan memanggil para pihak
·         Para Pihak masuk (Kusuma Wardani beserta Kuasa & Ari Tri Prasojo beserta Kuasa)
·         Hakim ketua (Lismanto): membuka sidang, menanyakan identitas penggugat dan tergugat
·         Memerintahkan Mediasi (pre memori)
·         Sidang Ditunda sampai ...............................

Sidang kedua :
·         Hakim menanyakan hasil mediasi (mediasi gagal)
·         Hakim memberikan kesempatan kepada penggugat untuk membacakan gugatan
·         Kuasa hukum penggugat: membacakan gugatan (oleh ali said dan abdul aziz)
·         Hakim memberikan kesempatan kepada tergugat untuk menanggapi (memberikan jawaban) disampaikan (oleh Eni dan alfian)

Sidang ketiga
·         Hakim menanyakan kepada penggugat untuk tetap melanjutkan atau dicabut. (Lismanto)
·         Panitera (Zulfa) : memanggil para saksi dari pihak penggugat.
·         Hakim mengambil sumpah para saksi dan mempersilahkan untuk menunggu diluar ruang sidang
·         Saksi penggugat 1 : (walid)   “mengatakan Pernah melihat penggugat dan tergugat cekcok /bertengkar”
·         Saksi ke 2 (ali muhyidin) : “Pernah melihat penggugat dan tergugat adu mulut dan mendengar jeritan dan tangisan penggugat dan mengantar penggugat untuk menemui anaknya namun gagal.”
·         Saksi ketiga : miftahul khoiriyah  : “Mengantar penggugat untuk berobat kedokter  dan meminta visum.”

·         Saksi tergugat 1 (zuhairotul barokah) : “Mengakui sering kali melihat langsung pertengkaran antar penggugat dan tergugat. Tapi menganggapnya hal biasa dalam rumah tangga.”

·         Saksi 2: (ahmad kamdan) “Membela tergugat tidak mempunyai wanita idaman lain karena wanita yang pernah berjalan dengan tergugat adalah rekan kerjanya.”

·         Saksi ke 3 : (nurul anwar) : “Mendengarkan pengguat dan tergugat sedang adu mulut tetapi  kemudian  rukun kembali.”
Hakim Ketua dan Hakim anggota Berdiskusi.
Hakim membacakan putusan (lismanto)