Apakah Islam Itu Kebudayaan atau Kebudayaan Berasal dari Islam?

Para orientalis barat menganggap agama Islam adalah kebudayaan. Para orientalis beralasan bahwa agama Islam merupakan hasil kreasi dari Nabi Muhammad Saw yang merasa jenuh terhadap keadaan spiritual masyarakat Mekah pada waktu itu. Meski demikian, ada yang berpendapat bahwa Islam datang membawa ajaran baru yang didialogkan dengan budaya Arab pada waktu itu.

Dengan kata lain, hasil dialektika ajaran Islam dan budaya Arab membentuk suatu sistem peraturan baru yang kemudian diakomodasi secara menyeluruh dalam Islam. Sehingga banyak dari budaya-budaya Islam yang dirangkul, diakomodasi, dikolaborasikan, disintesiskan menjadi satu-kesatuan peraturan bernama Islam. Meskipun demikian, tradisi dan budaya Arab yang tidak sesuai dengan ajaran Islam akan disingkirkan, sehingga secara umumnya bisa dikatakan bahwa Islam datang dan membaur dengan budaya Arab dengan cara: Membuang yang “tidak sesuai” dan dianggap mudarat, dan mengambil yang “sesuai” dan dianggap maslahat.

Hal ini biasanya ada pembagian antara ibadah ritual dan ibadah muamalah. Ibadah ritual inilah yang tidak bisa diganggu gugat, misalnya solat, menyatakan keesaan Allah sebagai Tuhan, dan lain sebagainya. Hal-hal praktis lain yang bersifat muamalah yang kiranya baik dan maslahat akan tetap dipertahankan.

Dalam konteks di Jawa dan Nusantara, tentu banyak lagi akulturasi-akulturasi yang merupakan hasil sintesis dari Islam dan Nusantara. Misalnya bentuk masjid yang sedemikian rupa dibentuk sesuai dengan budaya Nusantara. Meski demikian, sejatinya kebudayaan tidak bertentangan dengan syariat yang dibawa oleh Islam. (Islam Cendekia)

0 Response to "Apakah Islam Itu Kebudayaan atau Kebudayaan Berasal dari Islam?"

Post a Comment