Asas-Asas Hukum Perdata Islam

Asas-asas hukum perdata Islam adalah asas-asas hukum yang mendasari pelaksanaan hukum perdata Islam, antara lain asas kekeluargaan, asas kebolehan atau mubah, asas kebajikan, asas kemaslahatan hidup, asas kesukarelaan, asas menolak mudharat mengambil manfaat, asas adil dan seimbang, asas mendahulukan kewajiban daripada hak, asas larangan merugikan diri sendiri dan orang lain, asas kebebasan berusaha, asas mendapatkan hak karena usaha dan jasa, asas perlindungan hak, asas hak milik berfungsi sosial, dan masih banyak lagi asas-asas dalam hukum perdata Islam.

Asas kekeluargaan dalam hukum perdata Islam

Asas kekeluargaan adalah asas hubungan perdata yang berdasarkan pada sikap saling menghormati, kasih sayang, dan tolong menolong untuk mencapai kebaikan bersama. Asas kekekuargaan dalam hukum perdata Islam berdasarkan pada surat al-Maidah ayat 2:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah (1), dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram (2), jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya (3), dan binatang-binatang qalaa-id (4), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya (5) dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”

Keterangan:
(1) Syi'ar Allah Adalah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.
(2) Maksudnya antara lain Adalah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram., Maksudnya Adalah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.
(3) Adalah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.
(4) Adalah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.
(5) Dimaksud dengan karunia Adalah: Keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. keredhaan dari Allah Adalah: pahala amalan haji.

Asas kebolehan atau mubah dalam hukum perdata Islam

Asas kebolehan atau mubah adalah asas yang membolehkan melakukan semua kegiatan perdata sepanjang sepanjang tidak ada larangan, baik dalam al-Qur’an maupun hadis. Asas ini didasarkan pada Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

Asas kebajikan dalam hukum perdata Islam

Asas kebajikan adalah asas setiap hubunga keperdataan seharusnya mendatangkan kebajikan kepada kedua belah pihak dan masyarakat. Asas kebajikan dalam hukum perdata Islam didasarkan pada al-Qur’an surat al-Maidah ayat 90:

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Keterangan:
Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Asas kemaslahatan hidup dalam hukum perdata Islam

Asas kemaslahatan hidup dalam hukum perdata Islam adalah asas yang mendasari segala bidang pekerjaan agar mendatangkan kebaikan dan bermanfaat bagi kehidupan pribadi manusia dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Artikel asas-asas hukum perdata Islam ditulis (Lismanto/Islam Cendekia).

0 Response to "Asas-Asas Hukum Perdata Islam"

Post a Comment