Asas Kepastian Hukum dalam Hukum Islam

Asas kepastian hukum adalah asas tidak ada satu perbuatan yang dapat dihukum kecuali ada ketentuan peraturan yang ada dan berlaku untuk perbuatan tersebut. Dalam hukum Islam, asas kepastian hukum juga berlaku.

Asas kepastian hukum dalam hukum Islam terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Israa’ ayat 15: “Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), Maka Sesungguhnya Dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Asas kepastian hukum dalam hukum Islam juga terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 95: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan*, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, Maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad (1) yang dibawa sampai ke Ka'bah (2) atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi Makan orang-orang miskin (4) atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu (3), supaya Dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu (5). dan Barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.”

Keterangan
* Binatang buruan adalah binatang buruan baik yang boleh dimakan atau tidak, kecuali burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing buas. dalam suatu riwayat Termasuk juga ular.
(1) binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.
(2) Yang dibawa sampai ke daerah Haram untuk disembelih di sana dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.
(3) Seimbang dengan harga binatang ternak yang akan penggganti binatang yang dibunuhnya itu.
(4) Yaitu puasa yang jumlah harinya sebanyak mud yang diberikan kepada fakir miskin, dengan catatan: seorang fakir miskin mendapat satu mud (lebih kurang 6,5 ons).

(5) Maksudnya: membunuh binatang sebelum turun ayat yang mengharamkan ini.

0 Response to "Asas Kepastian Hukum dalam Hukum Islam"

Post a Comment