Membentuk Pembatik Unggul, Membangunkan “Raksasa Indonesia” di Masa Depan

Oleh: Lismanto
Pencinta Bangsa Indonesia

Sejak batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tahun 2009 lalu, batik yang semula dianggap kuno dan ketinggalan zaman merubah wajahnya menjadi pakaian budaya khas Nusantara yang dikagumi dunia. Ibarat bangsa Indonesia adalah raksasa yang telah lama terlelap tidur, bisa jadi batik sebagai warisan budaya dunia akan membangunkan “raksasa” untuk bangkit dan siap bertarung di gelanggang global.

Kenapa batik bisa membangunkan raksasa yang tengah terlelap tidur, melejitkan bangsa Indonesia yang telah lama tidur menjadi bangsa besar?

Pertama, eksistensi batik Indonesia sudah diakui dunia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan. Pada saat yang sama, dunia semakin kagum dengan batik yang bukan saja dianggap sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga pakaian asal Indonesia yang menyimpan nilai seni yang tinggi. Inilah sebabnya industri batik di Indonesia dari Sabang hingga Merauke saat ini sedang menggeliat dan mengalami perkembangan pesat.

Kedua, globalisasi ekonomi merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terbantahkan. Tentu, globalisasi ekonomi bagai dua mata pisau. Di satu sisi, globalisasi ekonomi merupakan ancaman bagi kedaulatan ekonomi dalam negeri. Di sisi lain, globalisasi ekonomi adalah peluang emas bagi bangsa Indonesia untuk siap berkompetisi di area global.

Wajah ekonomi masa depan ditandai fenomena teknologi dan ilmu pengetahuan yang akan semakin mengintervensi perekonomian. Ini bukan mustahil mengingat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan semakin canggihnya teknologi akan tampil sebagai entitas yang bukan saja mewarnai wajah perekonomian masa depan, tetapi juga mewarnai di segala bidang kehidupan. Pada tahap ini, tingkat persaingan semakin ketat. Dunia yang sedemikian luas menjadi desa global (global village) yang akan berlaku hukum rimba: siapa yang kuat, ia yang berkuasa!

Membentuk pembatik unggul

Bertemunya dua entitas antara “batik Indonesia sebagai warisan budaya yang dikagumi dunia” dengan “hadirnya wajah ekonomi masa depan” adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan taringnya melalui batik.

Untuk membekali “Indonesia Raksasa” dengan batik kebanggaannya, maka membentuk pembatik yang unggul menjadi konsekuensi logis yang harus dilakukan. Munculnya pembatik-pembatik unggul turut mempersiapkan batik Indonesia berkompetisi di panggung ekonomi masa depan.

Menggeliatnya dunia batik sebagai representasi kekuatan bangsa Indonesia saat ini menjadi kesempatan untuk merancang dan mereformulasikan eksistensi batik Indonesia agar siap menghadapi wajah ekonomi masa depan yang melintas batas negara. Hal demikian tidak akan tercapai apabila tidak membentuk pembatik yang unggul mulai sekarang.

Tak hanya itu, menggeliatnya batik Indonesia saat ini yang bersamaan dengan beralihnya kutub pembangunan dunia yang mulai bergeser dari kawasan barat ke kawasan timur, terutama Asia Pasifik, menjadi momentum berharga untuk menunjukkan kekuatan ekonomi bangsa melalui batik. Yang jelas, di balik eksistensi batik sebagai kekuatan bangsa yang kokoh, ada pembatik-pembatik Nusantara yang unggul di dalamnya.

Kriteria pembatik unggul

Unggul berarti berkualitas, terbaik, cerdas, kuat dan juara. Dengan begitu, pembatik unggul adalah menjadi pembatik yang berkualitas, terbaik, cerdas dan kuat. Berkualitas artinya menghasilkan produk-produk batik berkualitas yang siap bersaing di arena global.

Terbaik berarti paling baik dari sekian yang baik. Pembatik unggul adalah pembatik yang berupaya menciptakan inovasi dan terobosan untuk menghasilkan produk batik terbaik yang bisa mengangkat citra bangsa Indonesia.

Pembatik unggul juga harus cerdas dan kaya akan wawasan pengetahuan. Inilah tuntutan zaman yang tidak bisa dimungkiri. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang disiapkan sekarang adalah bekal untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan. Dengan begitu, batik akan senantiasa melenggang di panggung global dan membawa nama harum bangsa Indonesia. Kalau tidak, boleh jadi batik akan menjadi milik bangsa lain.

Kuat berarti pembatik unggul harus mampu mempertahankan nilai tradisional dan karakter batik khas Nusantara sebagai warisan budaya Indonesia untuk dunia. Selain itu, kuat berarti mampu membuat regenerasi pembatik unggul untuk mewarisi dan meneruskan pembatik-pembatik unggul sebelumnya. Inilah yang sangat penting untuk menjawab tantangan masa depan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan seni dan budaya.

Oleh karena itu, membentuk pembatik unggul adalah cara untuk menjawab tantangan masa depan Indonesia untuk menjadi bangsa besar yang siap bertarung di panggung global yang sangat kompetitif. Jika dilihat dari aspek yang lebih luas, membentuk pembatik unggul merupakan cara untuk membangunkan “raksasa Indonesia” yang telah lama terlelap dari tidurnya.

Saat ini dunia sedang merumuskan tatanan ekonomi global. Dengan penuh optimisme, membentuk pembatik unggul yang mengasilkan jutaan batik sebagai warisan budaya Indonesia untuk dunia akan mengantarkan masa depan Indonesia menjadi pusat perekonomian dunia. Kami percaya!

2 Responses to "Membentuk Pembatik Unggul, Membangunkan “Raksasa Indonesia” di Masa Depan"

  1. tulisan yg menginspirasi .. jadi semangat dg dunia batik

    ReplyDelete
  2. terimakasih Batikpati.com, semoga batik benar2 mampu mengubah wajah Indonesia menjadi bangsa raksasa

    ReplyDelete