Mengenal Lebih Dekat Kepribadian dan Gagasan Dino Patti Djalal

Oleh: Lismanto
Aktivis sosial, pencinta bangsa Indonesia

Dino Patti Djalal Nasionalisme Unggul
Dino Patti Djalal memberikan kuliah umum di Auditorium 1 Lt. 2 IAIN Walisongo, Jum'at (11/10/2013)
Dialog Politik Luar Negeri: “Islam, Indonesia dan Kebijakan Amerika Serikat.” Tulisan tersebut terpajang megah di hadapan ratusan audien yang berasal dari berbagai sivitas akademika IAIN Walisongo Semarang. Audien yang sebagian besar didominasi kalangan akademisi dan mahasiswa tersebut tampak antusias berharap agar acara segera dimulai. Selang beberapa waktu setelah audien memadati ruang Auditorium I Lantai 2 IAIN Walisongo, Jumat (11/10/2013), sosok pria muda paruh baya berbadan tegap berjalan dengan semangat bergelora dari pintu masuk menuju meja paling depan yang disediakan khusus untuk pembicara.

Didampingi beberapa pejabat IAIN Walisongo, pria yang seperti bunga mekar dengan semangatnya itu memberikan senyum ramah kepada audien. Dr. Dino Patti Djalal, beliau sosok pria yang akan memberikan kuliah umum kepada segenap sivitas akademika IAIN Walisongo tentang “Islam, Indonesia dan Kebijakan Amerika Serikat”. Muda, semangat dan cerdas. Begitu kesan yang saya tangkap dari sosok Dino Patti Djalal di ruang auditorium yang dipadati anak bangsa yang tengah “menimba ilmu” untuk memajukan Indonesia.

Dilahirkan dari sebuah keluarga diplomatik, saat ini Dino Patti Djalal menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan berperan sebagai juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat SBY menjabat sebagai Presiden untuk kali pertama di tahun 2004. Dino Patti Djalal sejak duduk di bangku SMA menghabiskan waktu belajarnya di Maclean High School, Virginia, AS. Sementara masa kuliahnya dihabiskan dengan belajar “political science” di Carleton University, Ottawa, Kanada. Masih mendalami studi yang sama, Dinno Patti Djalal meraih gelar master bidang “Political Science” di Simon Fraser University (British Columbia, Kanada) dan pada tahun 2000 menerima gelar Doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science.

Mengenal lebih dekat kepribadian Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal Nasionalisme Unggul
Keakraban Dino Patti Djalal bersama para dosen IAIN Walisongo Semarang saat memberikan kuliah umum bertajuk: "Islam, Indonesia dan Kebijakan Amerika Serikat."
Meski saya tahu betul kalau Dino Patti Djalal adalah pejabat negara muda yang jenius dengan latar belakang pendidikan, pengalaman dan wawasan internasional yang sudah tidak diragukan lagi, tetapi Dino Patti Djalal tidak tampil sebagai sosok elite bergaya “birokratis”. Sebaliknya, saya justru menjumpai Dino Patti Djalal sebagai sosok yang mudah membaur dengan sesama. Terbukti saat Dino Patti Djalal memberikan kuliah umum yang berinteraksi langsung secara terbuka dan penuh keakraban dengan audien.

Yang lebih menarik, Dino Patti Djalal rela diambil gambarnya sebagai pejabat elitis yang sedang dimarahi oleh mahasiswi yang menjadi salah satu audien yang bertanya. Dino Patti Djalal memberikan kejutan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada salah satu audien yang dianggap pertanyaannya menarik. “Kalau momen ini difoto dan dimuat di media massa, pasti masyarakat akan berpikir bahwa Dino Patti Djalal sedang dimarahi mahasiswa dan tentu akan menjadi isu yang bombastis,” begitu gurau Dino Patti Djalal yang disambut meriah oleh para audien.

Sontak, kuliah umum menjadi sebuah forum yang sangat bernuansa dan penuh keakraban. Ini mengingatkan kepada saya betapa bangsa Indonesia butuh sosok yang cerdas, enerjik sekaligus sosok yang mudah dekat dan berbaur dengan sesamanya. Karena memang dengan relasi yang baik dan penuh keakraban antara sosok pemimpin dengan masyarakat yang dipimpin akan tercipta hubungan yang harmonis antara keduanya, sehingga hasrat untuk memajukan bangsa akan mudah tercapai karena dilakukan secara bersama-sama.

Lagipula, meskipun Dino Patti Djalal memiliki riwayat hidup yang sangat kental dengan nuansa “internasional”, tetapi Dino Patti Djalal menampilkan diri sebagai sosok pemuda yang menjunjung tinggi nasionalisme kebangsaan Indonesia. Ini yang menarik perhatian saya. Dino Patti Djalal tidak suka menggunakan istilah asing dalam memberikan mata kuliah, apalagi dengan logat Barat, Dino Patti Djalal samasekali tidak menunjukkan kelebihannya dalam berbicara bahasa asing.

Berbeda dengan pejabat-pejabat masa kini yang gemar memakai istilah asing di hadapan publik karena ingin menunjukkan eksistensi diri sebagai sosok yang cerdas. Dari sinilah saya mejumpai Dino Patti Djalal sebagai sosok pejabat yang bangga dengan bahasa, bangsa dan negara Indonesia yang kemudian belakangan ini sering kita dengar dengan istilah “Nasionalisme Unggul”.

Sosok Dino Patti Djalal yang reputasinya telah malang melintang di dunia internasional tidak membuatnya terlalu berbangga diri yang kemudian melupakan karakter dan kepribadian sebagai manusia Indonesia. Sebaliknya, semangat dan wawasan internasional yang dimiliki Dino Patti Djalal justru dituangkan dan disuguhkan dalam “secangkir kopi manis” bernama Indonesia. Begitu kesan saya saat berjumpa dengan Dino Patti Djalal.

Dino Patti Djalal, gagasan kebangsaan dan gagasan revolusioner Islam

Dino Patti Djalal melihat bahwa masa depan Islam di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi kiblat ekonomi dan politik dunia. Menurut Dino Patti Djalal, Indonesia sangat niscaya untuk menjadi kiblat politik dan ekonomi yang bisa dianut oleh negara-negara Islam lain.

Dino Patti Djalal mengatakan, “Sejumlah 40 juta penduduk Indonesa sudah maju dalam hal kesadaran sejarah. Hal ini berarti posisi Indonesia dalam Islam banyak bergeser dari segi gravitasi.” “Gravitasi” yang dimaksud Dino Patti Djalal adalah pindahnya sentral politik internasional bahwa dalam hal kiblat relijius, Mekah tetap menjadi kiblat yang tak tergantikan, tetapi dalam hal lain seperti politik dan ekonomi, Arab Saudi sebagai negara Islam sudah tak terlihat lagi.

“Kiblat religiusitas umat Muslim memang ke Mekah, tetapi gravitasi politik dan ekonomi tidak lagi ke Arab. Kita bangsa Indonesia sudah menjadi pusat ekonomi terbesar di ASEAN. Saat ini, Indonesia menjadi kiblatnya,” begitu setidaknya papar Dino Patti Djalal. Gagasan revolusioner Dino Patti Djalal inilah menurut saya menjadi momentum atau “peluang emas” bagi Indonesia untuk membangkitkan kekuatan ekonomi dan politik di kancah internasional dan kembali merajut Nusantara yang dulu pernah berjaya.

Gagasan kepemimpinan Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal juga memberikan semangat kepada peserta dialog publik untuk berani mengambil keputusan di saat genting atau darurat. Menurut Dino Patti Djalal, keputusan dalam diplomasi politik luar negeri harus didasari pertanggungjawaban penuh dengan rasa nasionalisme yang tinggi.

“Keputusan luar negeri Indonesia memiliki dampak langsung bagi nyawa dan hajat hidup banyak orang. Oleh karena itu, harus ada tanggung jawab secara penuh. Jika tidak, habislah sudah negara ini,” begitu ujar Dino Patti Djalal.

Dalam hal ini, saya menggarisbawahi bahwa Dino Patti Djalal merupakan sosok pengambil keputusan (decision maker) “ulung” sekaligus pengambil keputusan yang tidak serta merta melandaskan diri pada kepentingan tertentu, tetapi keputusan yang berdasarkan tanggung jawab bersama. Bagi saya, Indonesia butuh pemikiran dan tanggung jawab yang total semacam ini.

Gagasan “Nasionalisme Unggul”

“Di abad 21, merdeka saja tidak cukup, berdaulat saja tidak cukup. Kita harus unggul, unggul di luar dan unggul di dalam.” Demikian konsep “nasionalisme unggul” yang ditawarkan Dino Patti Djalal untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang melesat menjadi “raksasa Asia”.

Gagasan “nasionalisme unggul” sebagaimana dijelaskan lebih lengkap dalam buku yang ditulis Dino Patti Djalal, Nasionalisme Unggul: Bukan Hanya Slogan (2013), menyatakan nasionalisme unggul menyadarkan kepada masyarakat bahwa dengan nasionalisme yang kuat, Indonesia akan bisa mencapai puncak kejayaan sebagai raksasa Asia. Tentu, nasionalisme yang kuat tersebut dibarengi dengan ideologi yang tidak semata bertumpu pada pemahaman konsep persatuan-kesatuan, tetapi juga ideologi unggulan.

Melalui konsep nasionalisme unggul, manusia Indonesia diharapkan bisa menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang utuh, sekaligus meningkatkan kualitas manusia Indonesia sebagai manusia unggul di segala bidang. Penyatuan antara semangat “nasionalisme” dan semangat “unggul” akan menciptakan karakter dan kepribadian bangsa yang kuat, digdaya, dan unggul di segala hal. Apabila konsep nasionalisme unggul ini bisa diimplementasikan, bukan mustahil Indonesia akan kembali meraih puncak kejayaan sebagai bangsa Nusantara yang digdaya. Indonesia digdaya!

Membumikan nasionalisme unggul dan kembalinya macan Asia

Gagasan nasionalisme unggul merupakan suatu semangat, etos hidup, karakter bangsa sekaligus resep sukses agar bangsa Indonesia bisa melesat tinggi menjadi bangsa yang unggul dan bangsa yang menjadi raksasa Asia. Bisa jadi, konsep “nasionalisme unggul” yang digagas Dino Patti Djalal akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai “macan Asia”.

Salah satu hal yang menjadi kunci nasionalisme unggul adalah menyangkut konsep tentang “meritokrasi”. Meritokrasi adalah sistem di mana setiap orang berhak dan berpeluang yang sama untuk bersaing dan maju sesuai kemampuan, terlepas dari status kesukuan, agama, ras dan gender, termasuk terlepas dari kelas ekonomi. Untuk menegakkan konsep meritokrasi, bangsa Indonesia mutlak bermental “sportif” dan bersikap fair.

Satu-satunya cara untuk mengembalikan reputasi Indonesia di mata dunia yang pernah dijuluki “macan Asia” adalah dengan membumikan konsep nasionalisme unggul. Dengan gagasan nasionalisme unggul, Indonesia bukan saja akan kembali tampil sebagai macan Asia, tetapi juga menjadi raksasa Asia. Jika “Google Cendekia” menampilkan slogan “Berdiri di Bahu Raksasa”, maka dengan gagasan nasionalisme unggul, Indonesia akan dengan percaya diri tampil bukan saja “Berdiri di Bahu Raksasa”, tetapi “Berdiri sebagai Raksasa”.

Melejitkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang “Berdiri sebagai Raksasa” butuh sosok pejuang di dalamnya. Dan sepertinya, sosok pejuang yang berada di garda paling depan untuk melejitkan Indonesia sebagai “bangsa raksasa” adalah penggagas “nasionalisme unggul” yang tak lain adalah Dino Patti Djalal. Sosok internasional yang membumi dengan semangat nasionalisme keindonesiaan. []

4 Responses to "Mengenal Lebih Dekat Kepribadian dan Gagasan Dino Patti Djalal"

  1. Luar biasa sekali bapak Dino Patti Djalal, baru tau kalo Indonesia punya tokoh kayak bapak Dino .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bapak dino emang jarang nongol di media, tapi gagasannya luar biasa untuk Indonesia :)

      Delete
  2. pak dino patti djalal nyalon presiden aja pak mumpung ada pencalonan presiden 2014, tegas berantas koruptor, peduli ama rakyat !!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya pak dino patti djalal memang akan nyalon bang yanto :)

      Delete