Pati Diterpa Banjir Tak Berkesudahan, Pengusaha Mengeluh

Islamcendekia.com – Banjir yang menerpa sejumlah kabupaten di Jawa Tengah seperti Pati, Kudus dan Jepara membuat aktivitas bisnis terhambat. Tak jarang pengusaha yang mengeluh. “Kami seharusnya mengirim pesanan batik tulis ke Jakarta, tapi terhambat karena wilayah kami terkena banjir yang cukup parah. Produksi batik lumpuh, apalagi mengirim,” keluh Ririn Pinawati, pengusaha batik tulis bakaran Pati, Minggu (26/1/2014).

“Pelanggan kami awalnya tidak peduli saat kami menjelaskan bahwa kami terkena banjir.  Pelanggan minta agar barang harus segera dikirim secepatnya. Setelah saya kirim gambar banjir di lokasi kami melalui BBM, baru pelanggan memakluminya,” pungkas Ririn yang memasarkan batik tulisnya melalui www.batikpati.com.

Sementara itu, pebisnis yang ingin mengirimkan barangnya ke wilayah yang terkena banjir juga terhambat, bahkan lumpuh. Salah satu penyebab terhambatnya pengiriman barang adalah lumpuhnya jalan pantura, lokasi pengiriman barang, dan berhentinya agen perngiriman barang untuk sementara waktu. “Sudah beberapa minggu saya kirim barang ke Pati, tapi sampai saat ini barang tak kunjung sampai. Padahal biasanya dua sampai tiga hari barang sudah sampai,” ujar Albert Lasminto, pebisnis asal Blora, saat dihubungi Islamcendekia.com melalui telepon.

Albert menambahkan, banjir membuat aktivitas bisnis terhambat. Akibatnya, roda perekonomian yang seharusnya berputar baik, sekarang berhenti. “Jangankan bekerja, cari tempat tidur saja kita harus mengungsi ke daerah lain yang tidak terkena banjir. Kita sibuk menghindari banjir, tidak ada aktivitas kerja. Saya sendiri kacau, tidak bisa bekerja,” lanjut Suwadi, warga Desa Bangklean, Kecamatan Jakenan, Pati.

Korban banjir Butuh bantuan

Tidak hanya aktivitas bisnis dan kerja, sejumlah sekolahan lumpuh karena banjir. “Sudah beberapa hari sekolah diliburkan karena banjir tak juga surut. Curah hujan juga masih sangat tinggi. Hujan tak kunjung reda,” lanjut Suwadi.

Banjir yang melumpuhkan berbagai aktivitas tersebut membuat banyak relawan yang turun ke lokasi banjir. Ada yang membagikan baju bekas, komsumsi darurat seperti mie instan, nasi bungkus, dan sebagainya. “Hari ini kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Kudus. Sumber bantuan kami kumpulkan dari para donatur. Ada juga donatur yang kami dapatkan dari simpatisan melalui media Kaskus,” ujar Radif Aditya, Kaskuser asal Kudus.


(Oct. Devi)

0 Response to "Pati Diterpa Banjir Tak Berkesudahan, Pengusaha Mengeluh"

Post a Comment