Pengertian Islam dan Kebudayaan Jawa

Islam dan kebudayaan Jawa dalam perkembangannya menjadi wacana yang menarik untuk diperbincangkan. Pengertian Islam dan kebudayaan Jawa dalam konteks ini selalu dikaitkan satu sama lain menjadi ajaran yang saling berbaur dan berakulturasi membentuk ajaran Islam yang "njawani" (baca: ke-Jawa-an). Ajaran Islam mengalir sangat deras dari kebudayaan Arab dan Timur Tengah yang memberi warna kepada kebudayaan Jawa setelah kedatangan para ulama yang kemudian dikenal dengan sebutan Walisongo. Agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad pada mulanya pada kalangan terbatas yakni kalangan keluarga, sahabatnya terdekat, dan para ulama. Dari para ulama inilah sampai saat ini Islam membaur ke dalam tradisi dan budaya yang berkembang di seluruh dunia, termasuk di Jawa.

Kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah semua tindakan manusia dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hidup dan kehidupannya. Kebudayaan adalah hasil upaya manusia di dalam mengelola lingkungannya demi survival “keselamatan” dan kesejahteraannya. Kebudayaan dapat bersifat kata kerja yaitu berbudaya atau membudaya, maupun kata benda yaitu dalam bentuk karya-karya budaya seperti arsitektur, organisasi masyarakat, berbagai jenis kesenian, perlengkapan dan gagasan-gagasan.

Sedangkan ahli sejarah mengartikan kebudayaan sebagai warisan atau tradisi. Bahkan antropolog melihat kebudayaan sebagai tata hidup, way of life, dan kelakuan. Lebih tepatnya kebudayaan adalah istilah adab yang dalam tradisi klasik berarti husn (keindahan atau kebaikan), perkataan, sikap dan perbuatan.

Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang lebih baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan umat manusia terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan membawa mudarat bagi kehidupan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Islam dan kebudayaan Jawa adalah sebagai serangkaian ajaran yang saling berakulturasi membentuk sistem ajaran Islam yang “njawani” (Kejawen) dan Jawa yang “Islami”. Artinya, Islam dan kebudayaan Jawa bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan Islam datang ke pulau Jawa untuk menyebarkan ajaran-ajaran tauhid Islam, sementara tradisi dan budaya masyarakat Jawa tetap berlaku sejalan dengan ajaran-ajaran substantif Islam. (Islam Cendekia)

0 Response to "Pengertian Islam dan Kebudayaan Jawa"

Post a Comment