Pengertian Tauhid dan Fitrah

Pengertian tauhid diambil dari kata tawhid merupakan mashdar dari Wahhada yang berarti menyatukan. Akan tetapi ketika mendefinisikan kata-kata ini Ibn al-Mandzur dalam Lisan al-‘Arab tidak memiliki definisi lain, selain menyebutkan bahwa makna dari Tauhid adalah penyembahan yang hanya dilakukan kepada Allah tidak dengan selainnya.

Kata Tauhid telah banyak didefinisikan oleh para ulama’, bahwa ia adalah keyakinan yang ada didalam hati bahwa Allah sajalah yang Esa (Ahad) tidak berbilang, yang Awal dan Akhir, dan Ada-Nya tidak dapat diragukan lagi.

Dan dalam hal ini semua ulama’ sepakat tidak ada pertentangan didalamnya, kecuali dalam beberapa permasalahan kalam dan falsafah, tapi semuanya tetap menetapkan ke-Esa-an Allah SWT. Selanjutnya kajian ulama’ mengenai Tauhid berkembang pada pembagian kedalam Tauhid Dzat, Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma’ wa Shifat. Yang semuanya bertujuan untuk menyatakan bahwa hanya Allahlah yang Dzat-Nya Esa dan unik, yang berhak menjadi Tuhan untuk di sembah, dan semua nama yang baik adalah nama-Nya.

Sedangkan pengertian fitrah diambil dari kata fitrah memiliki banyak makna, sebagaimana yang disebutkan didalam mu’jam klasik Taaj al-‘Urs bahwa makna yang paling tepat bagi kata-kata fitrah adalah al-khilqah atau naluri dasar bagi seseorang makhluq yang diberikan oleh Allah SWT sejak dalam kandungan ibunya.  Dalam mu’jam-nya al-Sayyid Muhammad Murthada al-Husaini al-Zabidi, dalam memaknai kata ini mengutip dari al-Quran shurah al-Rum ayat 30:
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Mengenai ayat, ini banyak pada ulama Tafsir banyak memberikan makna ayat secara keseluruhan khususnya mengenai definisi fitrah itu sendiri dalam pengertian yang bermacam-macam, dan semua pengertiannya memiliki hubungan dengan kalimat Tauhid.

Definisi Tauhid dan Fitrah, Dzulfikar Akbar Romadlon - Mahasiswa PascaSarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, Ponorogo

0 Response to "Pengertian Tauhid dan Fitrah"

Post a Comment