Sejarah Perkembangan dan Pemikiran Politik Islam di Indonesia

Sejarah perkembangan dan pemikiran politik Islam di Indonesia menjadi pembahasan yang penting untuk dikaji dalam rangka melihat sejarah politik Islam di Indonesia yang dimulai sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Setelah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang, nasib bangsa Indonesia termasuk nasib politik Islam diwarnai dengan pengaruh Jepang.

Setelah pendudukan Jepang, lintasan sejarah perkembangan dan pemikiran politik Islam di Indonesia diwarnai dengan sejarah partai Masyumi yang digawangi oleh KH. Hasyim Asyari, kakek KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Setelah partai Masyumi turut andil dalam perkembangan dan pemikiran politik Islam di Indonesia, setelah memasuki pentas kemerdekaan maka yang menjadi problem pelik adalah persoalan ideologi apa yang akan menjadi dasar negara Indonesia?

Setelah muncul wacana perdebatan yang sangat sengit mengenai dasar negara, maka lintasan sejarah perkembangan dan pemikiran politik Islam di Indonesia selanjutnya adalah fenomena politik Islam multipartai dan munculnya wacana darul Islam atau negara Islam. Yang dimaksud multipartai adalah munculnya partai-partai Islam baru di luar partai Masyumi yang pada akhirnya dalam pentas politik juga menjadi pesaing partai Masyumi.

Untuk menyajikan periodesasi sejarah perkembangan dan pemikiran politik Islam di Indonesia, Islam Cendekia membagi periode perkembangan politik Islam ke dalam lima periode, yaitu:

1. Politik Islam Masa Kolonial Belanda 

2. Politik Islam Masa Pendudukan Jepang

3. Politik Islam Masa Pra Kemerdekaan dan Fenomena Masyumi 

4. Politik Islam Masa Kemerdekaan dan Perdebatan Dasar Negara

5. Politik Islam Masa Multi Partai dan Fenomena Darul Islam

1 Response to "Sejarah Perkembangan dan Pemikiran Politik Islam di Indonesia"

  1. Terima Kasih atas penjelasannya tentang sejarah politik Islam khususnya di nusantara, menambah banyak wawasan lagi.

    ReplyDelete