Warga Pati Kesulitan Mendapat BBM

warga pati kesulitan mendapat bbm
Suasana antrian salah satu SPBU di Tayu, Pati, Jawa Tengah
Islamcendekia.com – Banjir bandang yang mendera Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan sekitarnya membawa komplikasi di berbagai hal, salah satunya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) seperti bensin, solar dan pertamax. Banyak warga mengeluh dan aktivitas rumah tangga terganggu karena terkendala tidak memiliki BBM.

Sejak banjir bandang sampai hari Senin (27/1/2014) di Kayen, Pati baru tersedia premium. Untuk mendapatkan premium, warga harus rela antre panjang, itupun dibatasi dua liter perorang. Di pedagang eceren banyak yang menjual, namun harganya melambung tinggi sampai Rp 10.000 perliter, maka banyak warga rela antre di SPBU untuk mendapatkan BBM yang relatif murah.

Banjir bandang 2014 menimbulkan gejala sosial yang menjadikan warga harus sabar antre di SPBU. Tak hanya di daerah Kayen, untuk daerah Tayu dan Dukuhseti juga demikian, apalagi di dua kecamatan itu hanya ada 1 SPBU. Maka mau tidak mau warga harus rela antre. “Di daerahku terlalu antre di SPBU, harus sabar untuk mendapatkan BBM,” tutur Silvi salah satu warga Dukuhseti.

Menurut pengakuannya kepada Islamcendekia.com, “banjir di Dukuhseti sudah mulai surut, namun harga bensin eceran gantian yang melambung sampai Rp 10.000” keluhnya.

Di Dukuhseti dan Tayu juga sama seperti Kayen, harga eceran masih Rp 10.000. Maka tak heran jika banyak masyarakat memilih BBM di SPBU. “Ciri-ciri orang sabar tak mau beli bensin eceran, harus rela antre meskipun jamuren,” kata Ika Apriliani salah satu warga yang antre bensin. Menurut pengakuan beberapa warga sampai hari Selasa (28/1), dipastikan distribusi BBM sudah mulai lancar, karena jalan Pati-Semarang sudah mulai normal.

(Ibda)

0 Response to "Warga Pati Kesulitan Mendapat BBM"

Post a Comment