Yayasan Jamaah Pasrah dan Tarekat Spiritual

yayasan jamaah pasrah pati
Islamcendekia.com – Yayasan Jamaah Pasrah adalah sebuah lembaga yang berdiri sejak 2004 yang bergerak di bidang sosial keagamaan, seperti pengajian, burdahan, shalawatan, tahlil, ziarah walisongo, santunan yatim piatu dan fakir miskin, terapi spiritual dan sebagainya. Demikian sekelumit penjelasan yang disampaikan Ngalimun S.Pd.I, saat ditemui Islamcendekia.com di Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah, Minggu (26/1/2014).

Menurut lulusan Unwahas Semarang tersebut, perjalanan Yayasan Jamaah Pasrah sempat mendapat penolakan dari masyarakat karena dianggap “tarekat perdukunan”. Namun, berkat gerakan kultural dan banyak tokoh masyarakat dan kiai di Dukuhseti, Pati mendukung, akhirnya sampai detik ini usia yayasan ini sudah hampir 10 tahun. Bahkan, tiap tahunnya memberikan ratusan santunan kepada yatim piatu dan fakir miskin.

Pada awalnya, lajut Ngalimun, yayasan ini berawal kegelisahan spiritual dari Mbah Amar Ma’mur seorang mantan “senior ketoprak” yang juga guru Ruslan pemilik ketoprak Wahyu Budoyo Pati. “Mbah Amar dulu adalah pemain ketoprak, suka judi dan maksiat, namun ketika sudah menginjak usia tua, pada suatu malam dia bermimpi didatangi malaikat dan diminta bertaubat, shalat dan mengurusi anak yatim,” tutur mantan Ketua GP Anshor tersebut.

Setelah itu, Mbah Amar bertaubat dan kemudian mengumpulkan para kiai, kepala desa dan sesepuh desa Dukuhseti untuk mendirikan sebuah yayasan. Akhirnya, pada 2004 berdirilah yayasan dengan nama “Pasrah” sebagai filosofi ketidakberdayaan manusia terhadap kuasa Tuhan. “Pasrah bukan berarti tidak berbuat apa-apa, namun pasrah adalah bukti kelemahan manusia, dan Allah yang menentukan semua usaha manusia,” tutur Guru SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi itu. Yayasan ini dibina oleh Amar Ma’ruf, KH Mustaghfirin, H Rukmi, diketuai H Suwono dan Ngalimun, SPdI dengan sekretaris Moch. Anis dan Ali Sofyan.

Saat ini Yayasan Jamaah Pasrah sudah dikenal banyak orang. Bahkan jamaahnya berasal dari luar kota dan provinsi, seperti Semarang, Demak, Kudus, hingga Batam dan Sumatra. “Ketua DPRD Pati, H Sunarwi, SE, MM juga tidak pernah absen mendukung jamaah Pasrah ini,” kata Ngalimun selaku Ketua II.

Jamaah Pasrah agenda rutinnya adalah burdahan dan shalawatan setiap Rabu Kliwon. Selain itu, ziarah ke makam-makan para wali juga digelar tiap bulan, dan yang paling ramai adalah pengajian akbar dalam rangka santunan yatim piatu dan fakir miskin se-Pati. “Sampai saat ini, yayasan ini memiliki anak yatim ratusan non panti, dulu juga pernah membiayai SPP anak yatim se-Dukuhseti,” tutur Ngalimun.

Di sisi lain, keunikan jamaah ini adalah diikuti semua kalangan dan tidak pandang bulu. Seperti tokoh masyarakat, para preman yang bertaubat, pecinta spiritualitas, dukun dan sebagainya. “Terapi Yayasan Jamaah Pasrah dipimpin langsung oleh Mbah Amar, bagi yang ingin bertaubat harus suci dulu dengan cara membersihkan diri berpuasa, setelah itu baru mereka boleh beribadah,” katanya.

Manajeman dakwah Yayasan Jamaah Pasrah juga pernah diteliti salah satu mahasiswa IAIN Walisongo untuk melengkapi skripsinya. Ia meneliti kesuksesan manajemen dakwah yayasan di desa yang mampu menjadi wadah spiritual semua kalangan.



(Ibda)

0 Response to "Yayasan Jamaah Pasrah dan Tarekat Spiritual"

Post a Comment