Akan Menggelar Rapat Kerja, Kohati Badko HMI Jateng-Yogyakarta Undang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo

Kohati Badko HMI Jateng-Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Dok. Kohati Badko HMI Jateng-Yogyakarta
SEMARANG, Islamcendekia.com - Agenda Rapat Kerja 1 Korps Himpunan Mahasiswa Islam-wati (Kohati) Badko Jawa Tengah-DI Yogyakarta akan diwarnai diskusi publik bertajuk "Peran Perempuan dalam Demokrasi 2014: Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Perempuan Mboten Korupsi Lan Mboten Ngapusi" yang rencana akan digelar di Aula Cendrawasih Lantai 2 Kesbangpolinmas Jawa Tengah, Sabtu (22/2).

Acara ini akan mengundang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai penggagas slogan "Mboten Korupsi lan Mboten Ngapusi" yang bermakna "Tidak Korupsi dan Tidak Berbohong". "Kami mengundang bapak Gubernur Ganjar Pranowo untuk menjadi keynote speaker pada acara tersebut," ujar Siti Nur Malikah, Ketua Umum Kohati Badko HMI Jateng-DIY.

Adapun alasan pemilihan tema diskusi dalam rapat kerja Kohati Badko HMI Jawa Tengah-Yogyakarta adalah Keterlibatan perempuan dalam politik dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya adalah tren peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif, terutama sejak pemilihan umum (pemilu) 1999 hingga pemilu terakhir pada 2009. Pada pemilu 1999 (9%), pemilu 2004 (11,8%), pemilu 2009 (18%), pemilu 2014 (?).

Peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik terutama dalam pemilu tersebut tidak terjadi secara serta merta namun karena perjuangan yang terus menerus untuk mewujudkan hak setiap orang untuk mencapai persamaan dan keadilan. Salah satunya adalah dengan mewujudkan peraturan perundang-undangan yang memiliki keberpihakan dan afirmatif terhadap peningkatan keterwakilan perempuan.

Indonesia telah lama mengesahkan Undang-Undang No. 68 Tahun 1958 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Politik Perempuan. Didalamnya, mengatur mengenai perwujudan kesamaan kedudukan (non diskriminasi), jaminan persamaan hak memilih dan dipilih, jaminan partisipasi dalam perumusan kebijakan, kesempatan menempati posisi jabatan birokrasi, dan jaminan partisipasi dalam organisasi sosial politik.

Namun, peningkatan keterwakilan perempuan terjadi setelah berlakunya perubahan  UUD 1945 yaitu pasal 28 H ayat (2) yang menyatakan “Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan”.

Ketentuan UUD 1945 tersebut menjadi landasan yang kuat bagi semua golongan warga negara untuk bebas dari diskriminasi sistematik dan struktural dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pada aspek politik. Karena itu, UU paket politik yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan Pemilu 2004 maupun Pemilu 2009 mengakomodasi norma-norma hukum yang bertujuan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di legislatif.   

Menjadi tugas kita bersama selaku organisasi mahasiswi yang bergerak pada wilayah pergerakan perempuan untuk membina perempuan yang berkualitas, oleh karena itu perlu diketahui bahwa peran perempuan dalam membangun demokrasi berpolitik di Indonesia terletak pada ideologi. Cara pandang dan berpikir seorang perempuan sangat ditentukan untuk meningkatkan kesadaran etika berdemokrasi. Tahun 2007 pemerintah memberikan kesempatan kembali bagi perempuan untuk memasuki wilayah parlemen dengan ruang dan caranya sendiri yaitu 30% keterwakilan perempuan diparlemen dan menjadi ruang gerak bebas pada pemilu 2009 bagi perempuan dan nanti saat pemilu 2014.

Berbicara 2014 di Jawa Tengah tidak akan bisa lepas dari peristiwa tahun sebelumnya 2013 yaitu momentum Pilkada tahun lalu saat terpilihnya bapak Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah 2013-2018 dengan slogan kemenangannya Mboten Korupsi Lan Mboten Ngapusi. Kepemimpinan yang masih baru dengan semangat baru menjadikan pemuda memiliki peran penting untuk membangun Jawa Tengah yang bersih dari unsur korupsi dan ngapusi, dalam hal ini di nahkodai oleh mas ganjar (panggilan pemuda) yang menjadikan Jawa Tengah punya pelangi disaat badai korupsi menghampiri Jawa Tengah.

"Sebagai bagian dari pemuda, kami dari KOHATI mengambil sikap bahwa penting kiranya menjadikan “peran perempuan dalam demokrasi 2014; upaya mewujudkan kesejahteraan perempuan mboten korupsi lan mboten ngapusi” sebagai tema pada rapat kerja I Kohati Badko HMI Jateng-DIY," ujar Malikha.

Ia menambahkan, kami ingin mengetahui sejauh mana slogan Mboten Korupsi Lan Mboten Ngapusi itu terealisasi, karena tujuan kami adalah menjadi jembatan antara kepentingan masyarakat dengan visi calon legislatif perempuan sehingga langkah kami untuk menjadikan slogan tersebut sebagai tema besar kami dalam Rapat Kerja I Kohati Badko Jateng-DIY bisa sesuai dengan target dan tujuan.

Target kami dalam “Agenda Politik Perempuan Jawa Tengah- Untuk Kesejahteraan Perempuan: Mboten Korupsi Lan Mboten Ngapusi” adalah Pemilu penting untuk dikawal supaya terwujud demokrasi substantif, affirmasi kepentingan perempuan menjadi agenda caleg perempuan, pilih caleg perempuan berkualitas dan say no to golput.

0 Response to "Akan Menggelar Rapat Kerja, Kohati Badko HMI Jateng-Yogyakarta Undang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo"

Post a Comment