Hukuman Mati Menurut Islam dan HAM

Argumen Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) selalu dianggap berbenturan karena memang secara skriptural-tekstual Islam dan HAM selalu berbenturan. Meskipun apabila diungkap teks-teks implisit, Islam pada substansinya menawarkan gagasan-gagasan yang pro hak asasi manusia. Salah satu yang menjadi perdebatan terkait argumen Islam dan HAM adalah hukuman mati di mana menurut HAM bertentangan, sementara dalam Islam seolah mendukung hukuman mati. Hukuman Mati menurut Islam dan HAM adalah sebagai berikut:

Hukuman Mati Menurut HAM

Penerapan hukuman mati digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi, di samping melanggar Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights).

Pasal 3 Deklarasi Universal: "Setiap orang mempunyai hak atas penghidupan, kemerdekaan dan keselamatan seseorang."

Jaminan ini dipertegas pula dengan Pasal 6 ayat 1 dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) sekaligus dikuatkan lagi oleh Protocol Opsional  Kedua (Second optional Protocol) atas perjanjian Internasional mengenai hak-hak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati.

Dalam beberapa instrument, larangan hukuman mati dimuat dalam sebuah protokol tersendiri.Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Konvensi Amerika, keduanya membatasi hukuman mati pada “kejahatan yang paling berat”.

Keduanya mengatur bahwa hukuman mati harus hanya boleh dikenakan oleh sesuatu “keputusan final suatu pengadilan yang berwenang” sesuai dengan undang-undang yang tidak retroaktif.

Hukuman Mati dalam Islam

Dalam hukum Islam, sanksi pidana yang dapat menyebabkan pelakunya dihukum mati terjadi pada tiga kasus.

لا يحلّ دم امرئ مسلم إلاّ بإحدى ثلاث : كفر بعد إيمان ووزن بعد إحصان وقتل نفس بغير نفس

“Tidak halal darah (jiwa) seorang muslim kecuali karena salahsatu dari tiga hal yaitu kufursesudah iman, zina sesudah ihsan (kawin) dan pembunuhan.

Umumnya Fuqaha menyebut 6 macam: Sariqah, zina, qadzaf, hirabah, khamar, riddah. Ada yang menambah dengan bughah (berontak).Abdullah An-Na’im dan beberapa pemikir modernmenyebut empat yang pertama saja. Menurut An-Na’im, Hudud hanya 4 macam saja: Zina,Qadzaf, Sariqah dan Hirabah.

1 Response to "Hukuman Mati Menurut Islam dan HAM"

  1. kurang lengkap artikel nya,,, maksud nya kurang jelas banget

    ReplyDelete