Kekecewaan Pengumuman CPNS Honorer K2


SEMARANG, Islamcendekia.com – Secara nasional, pengumuman CPNS honorer K2 2013 resmi diumumkan hari ini, Selasa (11/2/2014) di  http://cpns.menpan.go.id. Banyak peserta seleksi tersenyum bahagia karena lolos, namun banyak juga yang cemberut karena belum lolos. Bagi mereka yang belum lolos berpendapat banyak kecurangan pada seleksi CPNS honorer K2 2013. Pasalnya, dari waktu pengumuman juga diundur terus dan banyak peserta yang lolos tanpa kualifikasi yang jelas.

Menurut Imron Rosadi, ijasah S1 PGSD untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sekarang tidak ada harganya dan sangat bertolak belakang dengan ratusan ribu calon mahasiswa yang ingin menyerbu jurusan S1 PGSD di PTN. Padahal setelah ia lulus lahannya diambil oleh jurusan-jurusan lain selain PGSD dan dengan mudahnya masuk jurusan S1 PGSD di Universitas Terbuka.

Melihat pengumuman CPNS K2 hari ini benar-benar membuat saya geram. Bagaimana tidak? pemalsuan identitas dan pemalsuan masa mengabdi marak terjadi, bahkan salah satunya ialah orang yang saya kenal sendiri, bagaimana mungkin masa mengabdi itu langsung setelah lulus sma padahal dia sendiri setelah lulus langsung kuliah reguler di jurusan selain PGSD di sebuah Perguruan Tinggi Swasta,” tuturnya.

Memang dia sudah ngajar di SD, lanjutnya, tapi tidak sebagai guru kelas melainkan sebagai guru mapel tertentu, dan melihat daftar nominatif K2 nama dia tercantum mengabdi sebagai guru kelas tepat setelah lulus SMA, dan hasilnya saat pengumuman CPNS K2 dia bisa lolos dan mau gak mau dia harus kuliah lagi di Universitas Terbuka ambil jurusan S1 PGSD.

Menurut alumnus PGSD Unnes Tegal ini, menyarankan bagi Anda yang mempunyai anak, saudara, atau teman yang akan berniat mengambil jurusan kependidikan non PGSD, silahkan pertimbangkan sampai 7.000 kali lipat sebelum ujung-ujungnya mengambil S1 PGSD di Universitas Terbuka. Sebab kalo tidak demikian, kasihan orang tua atau "eman-eman" biaya yang dikeluarkan untuk kuliah di jurusan kependidikan selain PGSD. Dan pada akhirnya jutaan orang akan menyerbu jurusan S1 PGSD baik di PTN, PTS maupun di Universitas Terbuka.

Widi Astuti, peserta seleksi CPNS K2 Kabupaten Blora juga kecewa. Saat dihubungi Islamcendekia.com guru wiyata bakti di Blora itu kecewa karena banyak peserta yang lolos karena “menyogok” oknum tertentu. “Saya tidak ikut nyogok, makanya tidak lolos,” katanya. Widi Astuti merupakan salah satu guru wiyata bakti yang sudah mengabdikan diri pada negara selama 12 tahun lebih, namun statusnya masih honorer. Ia berharap, ke depan pemerintah harus serius, selekstif dan jujur melaksanakan seleski CPNS  K2.

(Reporter Ibda)

0 Response to "Kekecewaan Pengumuman CPNS Honorer K2"

Post a Comment