Beribadah dengan Menjadi Guru di Jayapura

menjadi guru di papua
Menjadi Guru di Papua - Siswa-siswi tampak asyik bermain alat musik khas Papua. Foto : Eko Febrianto
JAYAPURA, Islamcendekia.com – Menjadi guru itu ibadah. Demikian kata Eko Febrianto saat dihubungi Islamcendekia.com pada waktu acara Milad dan Pentas SD Hikmah Islam Jayapura, Sabtu (1/2/2014). Eko Febrianto merupakan salah satu lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang yang mengabdikan dirinya menjadi guru di Jayapura, Papua.

Di kota Jayapura atau ibukota provinsi Papua, Eko menjadi guru dan mendidik anak-anak Papua dengan berbagai model karakter dan budaya. “Agak susah dan perlu penyesuaian diri yang lama untuk hidup di sini,” katanya.

Seperti yang kita ketahui, Jayapura merupakan ibukota provinsi yang terletak paling timur di Indonesia. Kota yang indah ini terletak di teluk Jayapura. Sebelumnya kota ini pernah bernama Soekarnopura dan Hollandia. Kota-kota terdekat dari Jayapura adalah Muara Tami, Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan.

Menurut Eko, mendidik anak-anak Papua lebih sulit daripada anak di Jawa. Karena budaya mereka masih primitif dan masih memegang teguh mitos dan ajaran nenek moyang. “Setiap hari Saya mengajar di SD Hikmah Islam dekat stadion Mandala, stadion ini multifungsi yang terletak di Jayapura, Papua,” tuturnya.

Sarjana Pendidikan Islam asal Pati ini juga menjadi pengajar materi Islam, meskipun hidup di masyarakat yang majemuk, apalagi dia merupakan lulusan kampus Islam. “Di sini masyarakatnya sebagian Islam dan sebagian Nasrani,” katanya.

Lulusan YPRU Pati ini juga menuturkan jika ada sarjana yang menjadi guru di sini harus siap lahir dan batin. “Menjadi PNS di sini juga harus berani bersaing dengan yang lain, jika di kota agak sulit, tapi jika mau menjadi guru di pedalaman, kesempatannya lebih gampang,” imbuhnya.

Kepada Islamcendekia.com, Eko mengaku harus ikhlas dan serius jika menjadi guru di Papua. “Yang terpenting adalah niat beribadah dan berjuang mendidik, karena mengajar di sini jauh lebih berat daripada menjadi guru di Jawa, pungkasnya.


(Reporter: Ibda)

0 Response to "Beribadah dengan Menjadi Guru di Jayapura"

Post a Comment