Pengertian Ekonomi Islam / Ekonomi Syariah

Pada dasarnya ekonomi konvensional dan ekonomi Islam atau ekonomi syariah mempelajari dan mengatur seputar perekonomian. Hanya saja, ekonomi Islam melandaskan diri pada aturan-aturan syariat Islam, mulai dari produksi, distribusi, transaksi, jual beli, dan lain sebagainya. Sementara ekonomi konvensional melandaskan diri pada aturan-aturan yang berdasarkan hukum umum atau hukum positif yang berlaku. Berikut pengertian ekonomi Islam yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

Muhammad Nejatullah Ash-Sidiqi mengemukakan bahwa ilmu ekonomi Islam (ekonomi syariah) adalah respon pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada masa tertentu. Dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh Al-Quran dan As-Sunnah, akal (ijtihad), dan pengalaman.

Sedangkan menurut Muhammad Abdul Manan ilmu ekonomi Islam (ekonomi syariah) adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Dalam referensi lain dikemukakan bahwa ekonomi syariah adalah kumpulan dari dasar-dasar umum ekonomi yang diambil dari Al-Quran dan Sunnah Rasulullah serta tantangan ekonomi yang dibangun di atas dasar-dasar tersebut, sesuai dengan berbagai macam bi’ah (lingkungan) dan setiap zaman.

Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik benang merah bahwa ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang bersumber dari wahyu yang transendental (Al-Quran dan As-Sunnah) dan sumber interpretasi dari wahyu yang disebut dengan ijtihad. Hukum-hukum yang diambil dari sumber nash Al-Quran dan Al-Hadits itu secara konsep dan prinsip adalah tetap (tidak dapat berubah kapanpun dan di manapun), tetapi dalam hal yang berhubungan dengan nash yang bersifat zhanni, itu dapat berubah yang dipengaruhi oleh waktu, tempat dan keadaan.

Pengertian Ekonomi Syariah - Islam Cendekia

0 Response to "Pengertian Ekonomi Islam / Ekonomi Syariah"

Post a Comment