Berapa Nishab Zakat Profesi?

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu juga di kenakan zakat atas penghasilannya, jika penghasilannya yang diperolehnya telah mencapai nishab, dengan alasan yang pertama, ayat al-Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semuja jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya. Kedua, berbagai pendapat para ulama terdahulu maupun sekarang, meskipun dengan menggunakan istilah yang berbeda.

Ketiga, dari sudut keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, petani pada saat ini kondisinya secara umum kurang beruntung, tetap harus berzakat, apabila hasil pertaniannya telah mencapai nishab. Karena itu sangat adil pula, apabila zakat inipun bersifat wajib pada penghasilan yang didapatkan para dokter, para ahli hukum, konsultan dalam berbagai bidang, para dosen, para pegawai dan karyawan yang memiliki tinggi dan profesi lainnya. Keempat, sejalan dengan perkembangan kehidupan umat manusia, khususnya dalam bidang ekonomi, kegiatan penghasilan melalui keahlian dan profesi ini akan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Ukuran nishab zakat profesi

Dalam menghitung ukuran nisab zakat profesi, khususnya di lingkungan PNS, TNI dan POLRI, Profesional dan Pengusaha dihitung dari penghasilan gaji dan atau pendapatan lainnya dalam satu tahun, karena perlu dipahami bahwa gaji dan atau tunjangan lainnya telah diatur tiap tahun dan ditetapkan dalam Undang-undang APBN dan diberikan gajinya tiap bulan.

Oleh karena itu, untuk menghitung zakat dari jumlah gaji yang diterimanya tiap bulan dalam kaitan dengan hitungan ukuran nisabnya, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Ukuran nisab dihitung dalam jumlah satu tahun dan nisabnya dimasukkan dalam katagori Zakat Maal, yaitu 2,5% X (85 gram x harga mas).

Cara membayar zakat PNS 

Ukuran nisab dihitung dalam jumlah satu tahun dan nisabnya dimasukkan dalam katagori Zakat Maal, yaitu 2,5% X (85 gram x harga mas), contoh :

Harga 1 gram emas Rp. 270.000,-
Maka ukuran nisab zakatnya pertahun adalah ; 85 gram X Rp.270.000,- = 
   Rp. 22.950.000,-
Zakatnya pertahun adalah 2,5% X Rp. 22.950.000,- = Rp. 573.750,-
Jika dihitung perbulan, maka pendapatan gajinya tiap bulan adalah Rp. 22.950.000,- 
  :12 = Rp. 1.912.500,-
Jika dihitung zakat yang dikeluarkannya tiap bulan maka : 2,5% X Rp. 1912.500,- =
   Rp. 47.812,-

Dengan demikian maka :

1. Jika PNS, TNI dan ataupun POLRI yang jumlah penerimaan gajinya dalam satu tahun mencapai jumlah Rp.22.950.000,- dan atau tiap bulannya menerima gajinya dalam satu tahun mencapai jumlah Rp. 22.950.000,- dan atau tiap bulannya menerima gaji sebesar Rp. 1.912.500,- maka sudah masuk katagori wajib zakat.
2. Jika tiap bulan penerimaan gajinya lebih dari Rp. 1.912.500,- maka cara menghitung zakatnya adalah sebagai contoh berikut :
Gaji yang diterima tiap bulannya Rp. 2.500.000,- , maka menghitung zakatnya adalah : 2,5% X Rp. 2.500.000,- = Rp. 62.500,-
3. Jika yang bersangkutan mendapatkan tunjangan lain diluar gajinya, maka cara menghitungnya adalah :
- Gaji yang diterima…………………………….Rp. 2.500.000,-
- Tunjangan lainnya…………………………….Rp. 1.000.000,-
Jumlah ………………………………………Rp. 3.500.000,-
Maka menghitung zakatnya adalah : 2,5 % X Rp. 3.500.000,- = Rp. 87.900,-
4. Jika yang bersangkutan mendapat tunjangan lain di luar gajinya, maka cara menghitungnya adalah :
- Gaji yang diterima ……………………………Rp. 2.500.000,-
- Insentif bulanan ………………………………Rp. 1.000.000,-
- Tunjangan lainnya ……………………………Rp. 1.000.000,-
Jumlah ………………………………………….Rp. 4.500.000,-
Maka menghitung zakatnya adalah : 2,5% X Rp. 4.500.000,- = Rp. 112.500,-

Referensi:

Didin hafidhuddin, Zakat dalam Perekonomian Modern, Jakarta: Gema Insani, 2006

Saifudin zuhri, Zakat di Era Reformasi (Tata Kelola Baru), Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo semarang, 2012

0 Response to "Berapa Nishab Zakat Profesi?"

Post a Comment