BPL HMI Cabang Semarang Rumuskan Road Map Perkaderan


Diskusi BPL HMI Cabang Semarang
SEMARANG, Islamcendekia.com - Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Semarang pada Rabu (26/3/2014) merumuskan road map perkaderan di kantor HMI Cabang Semarang. Agenda ini dihadiri M Kholil Syaroni, Direktur Umum BPL HMI Cabang Semarang, beberapa anggota BPL, pengurus HMI Cabang, Hamidulloh Ibda, Direktur LAPMI Tuntas dan hadir pula Muharom Alrosyid, mantan Direktur Umum BPL HMI Cabang Semarang.

Dalam pemaparannya, Ahwani selaku pemimpin diskusi mengutarakan bahwa perkaderan HMI diawali dari rekrutmen, LK1, LK2, LK3 dan up greading pascalatihan. “Standar konstitusi setelah LK1 adalah 6 bulan, namun yang paling ideal adalah melakukan up greading agar memiliki basic skill bagi para kader,” katanya.

M Kholil Syaroni menjelaskan perkaderan HMI harus berjalan sesuai konstitusi. “Selama ini fungsi BPL hanya pada LK1, LK2 dan SC, ke depan, BPL harus aktif dalam mengawal proses perkaderan dari awal hingga akhir,” tutur Kholil selaku Direktur BPL. Ada beberapa pengurus cabang yang menjadi anggota BPL, lanjutnya, namun mereka juga harus berpartisipasi terhadap perkaderan yang diampu BPL. “Seharusnya, up greading itu dilakukan sebelum LK1, bukan hanya setelah LK1,” tutur Kholil yang juga mantan Ketua PAC IPNU Ngaliyan.

Agenda ini digelar dalam rangka menyambut LK2 Tingkat Nasional HMI Cabang Semarang yang rencananya akan digelar pada Mei 2014 mendatang. “Seharusnya up greading tidak sekadar berupa training formal, namun harus ditekankan pada kesekretariatan, NPD, kebendaharaan baik dalam aktivitas pribadi dan organisasi,” tutur Ahwani.

Menurut Ahwani, sebelum mengikuti up greading pascalatihan, semua kader HMI tidak boleh mengikuti LK2. “Semua kader HMI yang sudah lulus LK1 tapi tidak mengikuti up greading, maka haram hukumnya mengikuti LK2, tuturnya. Bagi HMI Komisariat, ke depan harus membuat agenda wajib berupa up greading agar tidak tersesat.

Dalam penuturannya, Muharom Alrosyid juga berpendapat harus ada pemahaman mendalam terhadap sistem perkaderan HMI. Selama ini HMI Komisariat dan Cabang tidak tahu tentang sistem up greading. Padahal, lanjutnya, sudah ada blueprint dan sistem up greading sesuai konstitusi HMI. “Ke depan, perlu ada platform perkaderan yang mampu membuat perkaderan di HMI agar semakin jelas kinerjanya,” tutur Muharom Alrosyid.

Repoter: Hamidulloh Ibda

0 Response to "BPL HMI Cabang Semarang Rumuskan Road Map Perkaderan"

Post a Comment