Dinasti-dinasti Islam

Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zaman Bani Umayyah. Akan tetapi, berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah, akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan Bani Abbasiyah. Wilayah kekuasaan  Bani Umayyah mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya, sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam.

Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Abbas. Pemerintahan ini tidaak diakuhi oleh Spanyol dan seluruh Afrika Utara, kecuali mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Banyak daerah yang tidak dikuasai khalifah.

Dinasti-dinasti Islam muncul beriringan dengan runtuhnya Dinasti Abbasiyah. Dinasti-dinasti yang lahir dan melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad pada masa khalifah Abbasiyah di antaranya adalah:

Yang berbangsa Persia

a. Thahiriyyah di Khurasan (205-259 H/820-872 M)
b. Shafariya di Fars (254-290 H/868-901 M)
c. Shamaniyah di Transoxania (261-389 H/873-998 M)
d. Sajiyyah di Azerbaijin (266-318 H/878-930 M)
e. Buwaihiyyah, bahkan menguasai Baghdad (351-585 H/962-1189 M)

Yang berbangsa Turki

a. Thuluniyah di Mesir (254-292 H/837-903 M)
b. Ikhsyidiyah di Turkistan (320-560 H/932-1163 M)
c. Ghaznawiyah di Afganistan (351-585 H/962-1189 M)
d. Dinasti Seljuk dan cabang-cabangnya:
Seljuk besar atau Seljuk Agung, didirikan oleh Rukn al-Din Abu Thalib Tughrul Bek Ibn Seljuk Ibn Tuqaq. Seljuk ini menguasai Baghdad dan memerintah selama sekitar 93 tahun (1037-1127 M)
Seljuk Kirman di Kirman (433-583 H/1040-1187 M)
Seljuk Syiria atau Syam di Syiria (487-511 H/1094-1117 M)
Seljuk Irak di Irak dan Kurdistan (511-590 H/1117-1194 M)
Seljuk Rum atau Asia kecil di Asia kecil (470-700 H/1077-1299 M)

Yang berbangsa Kurdi

a. Al-Barzuqani (340-406 H/959-1015 M)
b. Abu Ali (380-489 H/990-1095 M)
c. Ayubiyah (564-648 H/1167-1250 M)

Yang berbangsa Arab

a. Idrisiyyah di Maroko (172-375 H/788-985 M)
b. Aghlabiyah di Tunisia (184-289 H/800-900 M)
c. Dalafiyah di Kurdistan (210-285 H/825-898 M)
d. Alawiyah di Tabarisan (250-316 H/864-928 M)
e. Hamdaniyah di Alepo dan Mauhil (317-394 H/929-1002 M)
f. Mazyadiyyah di Hillah (403-545 H/1011-1150 M)
g. Ukhailiyyah di Maushil (386-489 H/986-1095 M)
h. Mirdasiyyah di Aleppo (414-472 H/1023-1079 M)

Yang mengaku dirinya sebagai khalifah

a. Umawiyah di Spanyol
b. Fathimiyyah di Mesir (909-1171 M). 

Peristiwa penting dalam gerakan ekspansi yang dilakukan oleh Alp Arselan adalah peristiwa yang menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap umat Islam yang kemudian mencetuskan perang salib. Untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah ke tanah suci Kristen pada tahun 1095 M. Paus Urbanus 1 berseru kepada umat Kristen di Eropa supaya melakukan perang suci. Perang ini kemudian dikenal dengan perang salib.

Perang salib terjadi dalam tiga periode, yaitu:
1. Perang salib pertama (1095-1147 M)
2. Perang salib kedua (1147-1179 M)
3. Perang salib ketiga (1189-1192 M). 

Sebab-sebab kemunduran Bani Abbasiyah

1. Persaingan antar bangsa
2. Kemerosotan ekonomi
3. Konflik keagamaan
4. Ancaman dari luar

Referensi :

Drs. Ma’ruf Misbah dkk, Sejarah Kebudayaan Islam, (Semarang: CV Wicaksana, 1996), hlm 59.
Khoiriyah, M. Ag. Reorientasi Wawasan Sejarah Islam. (Yogyakarta: Teras, 2012). Hlm 119.
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, hlm. 63.
Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, hlm. 112-113.

Editor : Lismanto

0 Response to "Dinasti-dinasti Islam"

Post a Comment