Hikmah Poligami

Kata poligami secara etimologi diambil dari bahasa Yunani yang berarti polus. Polus berarti banyak dan gamos memiliki arti perkawinan. Bila digabungkan, maka poligami akan berarti suatu perkawinan yang banyak atau lebih dari satu orang.

Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (sistem perkawinan yang membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sebagai istrinya dalam waktu yang bersamaan), poliandri (sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan), dan pernikahan kelompok. Pernikahan kelompok dikenal dengan istilah group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri. Sepertinya pernikahan kelompok ini jarang dijumpai dalam kehidupan nyata.

Islam memperbolehkan poligami dengan jumlah wanita yang terbatas dan tidak mengharuskan umatnya untuk melaksanakan monogami mutlak. Islam pada dasarnya, menganut sistem monogami dengan memberikan kelonggaran diperbolehkannya poligami terbatas.

Hikmah poligami

Hikmah berarti manfaat tersembunyi dari suatu peristiwa. Hikmah mencakup nilai-nilai kemaslahatan di balik suatu kejadian. Manfaat atau hikmah poligami mencakup tiga bidang: Pertama  adalah untuk kepentingan kaum perempuan sendiri, kedua untuk kepentingan kaum laki-laki dan yang ketiga untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Hikmah yang menyangkut kepentingan kaum perempuan adalah karena pada umumnya jumlah kaum perempuan lebih banyak dari pada kaum laki-laki. Bila aturan poligami ditiadakan, dalam skala yang lebih luas hal ini akan merugikan kaum perempuan yang tidak memiliki suami.

Poligami juga diperlukan oleh seorang suami karena istrinya yang mandul atau mengidap penyakit sehingga ia tidak mampu melayani suaminya atau suaminya memiliki potensi syahwat yang besar sehingga memerlukan lebih dari seorang istri.

Dalam kondisi seperti ini poligami menjadi penting dilakukan sebab jika tidak, dikhawatirkan suami terjerumus dalam perzinahan, pergaulan bebas, dan penyimpangan sosial lainnya. Demikianlah keistimewaan konsep Islam dalam mengatur poligami sebagaimana ditetapkan oleh Allah SWT.

Editor : Lismanto

0 Response to "Hikmah Poligami"

Post a Comment