Investasi Pasar Modal Syariah

Dilihat dari sisi syari’ah Islam, pasar modal adalah salah satu produk muamalah. Transaksi di dalam pasar modal menurut syari’ah tidak dilarang (dibolehkan) sepanjang tidak terdapat transaksi yang bertentangan dengan ketentuan yang telah digariskan oleh syari’ah Islam. Diantara yang dilarang oleh syari’ah Islam dalam melakukan transaksi bisnis adalah transaksi yang mengandung riba sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275 yang menyatakan bahwa Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Oleh karena itu semua transaksi di pasar modal yang terdapat di dalamnya unsur riba maka transaksi itu dilarang.

Syari’ah Islam juga melarang transaksi yang di dalamnya terdapat spekulasi dan mengandung gharar atau ketidakjelasan yaitu transaksi yang di dalamnya dimungkinkan terjadi penipuan, karena itu gharar termasuk dalam pengertian memakan harta orang lain secara batil atau tidak sah. Termasuk dalam pengertian ini adalah penawaran palsu, karena itu Rasulullah saw melarang transaksi yang dilakukan melalui penawaran palsu. Demikian juga transaksi atas barang yang belum dimiliki (short selling) atau bai’un malaisa bimamluk, demikian juga transaksi atas segala sesuatu yang belum jelas. Juga transaksi yang dilarang adalah transaksi yang didapatkan melalui informasi yang menyesatkan atau memakai informasi orang dalam bentuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Oleh karena investasi di pasar modal tidak selalu sesuai dengan ketentuan syari’ah Islam, maka berinvestasi di pasar modal harus dilakukan dengan sangat selektif dan dengan sangat hati-hati, sehingga tidak masuk dalam investasi yang bertentangan dengan syari’ah.

Menurut Pontjowinoto, ada beberapa prinsip dasar transaksi menurut syari’ah dalam melaksanakan investasi keuangan, yakni:

1. Transaksi dilakukan hendaknya atas harta yang memberikan nilai manfaat dan menghindari setiap transaksi yang dzalim. Setiap transaksi yang memberikan manfaat akan dilakukan bagi hasil atau hasil usaha.
2. Uang sebagai alat pertukaran, bukan komoditas perdagangan dimana fungsinya adalah sebagai alat pertukaan nilai yang menggambarkan daya beli suatu barang atau harta. Sedangkan manfaat atau keuntungan yang ditimbulkannya berdasarkan atas pemakaiaan barang atau harta yang telah dibeli dengan uang tersebut.
3. Setiap transaksi harus transparan, tidak menimbulkan kerugian atau unsur penipuan disalah satu pihak, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Diharamkan prakter insider trading.
4. Resiko yang mungkin timbul harus dikelola secara hati-hati, sehingga tidak menimbulkan resiko yang lebih besar atau melebihi kemampuan menanggung resiko (maysir),
5. Transaksi dalam syari’ah Islam yang mengharapkan hasil, setiap pelaku harus bersedia menanggung resiko.
6. Manajemen yang diharapkan adalah manajemen Islami yang tidak mengandung unsur spekulatif dan menghormati hak asasi manusia serta menjaga lestarinya lingkungan hidup.

Melihat kriteria investasi yang dikemukakan di atas, maka dapat dketahui bahwa tidak semua orang atau perusahaan dapat berinvestasi di pasar uang atau pasar modal syari’ah. Transaksi investasi baru dapat dilaksanakan kalau kriteria sebagaimana tersebut di atas dapat dipenuhi. Kriteria yang dikemukakan oleh fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) untuk melaksanakan investasi syari’ah sebagai berikut:

Pertama, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang halal, tidak dibenarkan perusahaan yang bergerak dalam industri yang memproduksi alkohol, jasa keuangan ribawi, judi, perusahaan senjata gelap, pornografi dan sebagainya. Kedua, perusahaan yang mendapatkan dana pembiayaan atau sumber dananya dari utang tidak lebih dari 30% dari rasio modalnya. Ketiga, pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan tidak lebih dari 15 %. Keempat, perusahaan yang memiliki aktiva kas atau piutang yang jumlah piutang dagangnya atau total piutangnya tidak lebih dari 50%.

Pada mulanya fatwa DSN ini disambut dengan penuh ragu oleh perusahaan investasi. Perusahaan yang pertamakali memperaktekkan kriteria DSN adalah Dewan Syari’ah Jones Islamic Index. Perusahaan ini meyakinkan para investor Islam bahwa beberapa kegiatan perusahaannya telah bebas dari unsur ribawi atau hal-hal yang bertentangan denga syari’ah. Kriteria DSN yang dipraktekkan oleh perusahaan ini tidak luput dari serangan kritik pengamat ekonomi Islam yang berpendirian bahwa Islam tidak dapat mentolelir bunga jenis apapun dan dengan alasan apapun. Meskipun demikian, usaha yang dilakukan oleh perusahaan ini disambut baik oleh lembaga keuangan Islam, perusahaan non Islami dan individu-individu yang menginginkan kerjasama atau investasi yang dikelola secara syari’ah. Diharapkan, dalam kurun waktu mendatang dapat menghapus semua praktek bisnis yang tidak Islami.

Tabel Saham yang Masuk Indeks Syari’ah

No
Kode
Nama Saham
1.
AALI
Astra Argo Lestari Tbk
2.
APEX
Apexindo
3.
AMFG
Asahimas Flat Glass
4.
ANTM
PT Aneka Tambang (persero) Tbk
5.
ASGR
Astra Graphia Tbk
6.
AUTO
Astra Otopart Tbk
7.
BLTA
Berlian Laju Tangker
8.
BNBR
Bakrie7 Brothers
9.
CMNP
Citra Marga Nusaphala Tbk
10.
BYMA
Prima Rindo Asia Infras
11.
Esti
Evershine
12
Foru
Fortuner Indonesia
13.
GJTL
Gajah Tunggal
14
INDF
Indofood Sukser Makmur Tbk
15
INDR
Indodarma Syntetic
16.
ISAT
Indosat Tbk
17
LMAS
Limas
18
MEDC
Medco Energy Corperation Tbk
19
MLPL
Multipolar Tbk
20
MTDL
Metro Data Electronics Tbk
21
MYOR
Mayora
22
SMGR
Semen Gresik (peresero) Tbk
23
SMSM
Selamat Sampoerna
24
SMCB
Semen Cibinong
25
TINS
PT Timah Tbk
26
TLKM
Telekomunikasi Indonesia Tbk
27
TSCP
Tempo Scan Pacifik Tbk
28
TRST
Tria Sentosa
29
UNTR
United Tractors Tbk
30
UNVR
Unilever

0 Response to "Investasi Pasar Modal Syariah"

Post a Comment