Pendekatan dan Sumber Kekuasaan Kepemimpinan Berwirausaha

Pendekatan kepemimpinan

Pendekatan perilaku kepemimpinan menganggap bahwa pemimpin yang baik adalah dilahirkan dan bukan diciptakan. Pemimpin yang berhasil cenderung memiliki karakteristik berikut:

1) Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal.
2) Prestasi di masa lalu dalam bidang pendidikan dan olahraga.
3) Kematangan dan stabilitas emosional.
4) Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang berkesinambungan.
5) Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai kelompok.
6) Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi.

Sumber kekuasaan kepemimpinan

Konsepsi mengenai kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kemampuan, kewibawaan, dan kekuasaan. Seorang pemimpin, karena status dan tugas-tugasnya pasti mempunyai kekuasaan. Kekuasaan merupakan kapasitas untuk mempengaruhi secara unilateral sikap dan perilaku orang ke arah yang diinginkan (Gary Yukl, 1996: 183).

Konsepsi mengenai sumber kekuasaan yang telah diterima secara luas adalah dikotomi antara “position power” (kekuasaan karena kedudukan) dan “personal power” (kekuasaan pribadi). Menurut konsep tersebut, kekuasaan sebagian diperoleh dari peluang yang melekat pada posisi seseorang dalam organisasi dan sebagian lagi disebabkan oleh atribut-atribut pemimpin tersebut serta dari hubungan pemimpin-pengikut.

Termasuk dalam position power adalah kewenangan formal, kontrol terhadap sumber daya dan imbalan, kontrol terhadap hukuman, kontrol terhadap informasi, kontrol ekologis. Sedangkan personal power berasal dari keahlian dalam tugas, persahabatan, kesetiaan, kemampuan persuasif dan karismatik dari seorang pemimpin (Gary Yukl,1996: 167-175). Dengan bahasa yang sedikit berbeda, Kartini Kartono (1994: 140) mengungkapkan bahwa sumber kekuasaan seorang pemimpin dapat berasal dari:

1) Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain.
2) Sifat dan sikapnya yang unggul, sehingga mempunyai kewibawaan terhadap pengikutnya.
3) Memiliki informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang luas.
4) Memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergaul dan berkomunikasi.

Kekuasaan merupakan kondisi dinamis yang dapat berubah sesuai perubahan kondisi dan tindakan-tindakan individu atau kelompok. Para pemimpin membutuhkan kekuasaan tertentu untuk dapat efektif, namun hal itu tidak berarti bahwa lebih banyak kekuasaan akan lebih baik.

Jumlah keseluruhan kekuasaan yang diperlukan bagi kepemimpinan yang efektif tergantung pada sifat organisasi, tugas, para bawahan, dan situasi. Pemimpin yang mempunyai position power yang cukup, sering tergoda untuk membuat banyak orang tergantung padanya daripada mengembangkan dan menggunakan expert power dan referent power.

Sejarah telah menunjukkan bahwa pemimpin yang mempunyai position power yang terlalu kuat cenderung menggunakannya untuk mendominasi dan mengeksploatasi pengikut. Sebaliknya, seorang pemimpin yang tidak mempunyai position power yang cukup akan mengalami  kesukaran dalam mengembangkan  kelompok yang berkinerja tinggi dalam organisasi.

Pada umumnya, mungkin lebih baik bagi seorang pemimpin untuk mempunyai position power yang sedang saja jumlahnya, meskipun jumlah yang optimal akan bervariasi tergantung situasi. Sedangkan dalam personal power, seorang pemimpin yang mempunyai expert power atau daya tarik karismatik sering tergoda untuk bertindak dengan cara-cara yang pada akhirnya akan mengakibatkan kegagalan.

Editor : Lismanto

0 Response to "Pendekatan dan Sumber Kekuasaan Kepemimpinan Berwirausaha"

Post a Comment