Perkembangan Intelektual dalam Islam Masa Disintegrasi

Abad X Masehi disebut abad pembangunan Daulah Islamiyah di mana Dunia Islam, mulai dari Cordove di Spanyol sampai ke Multan di Pakistan yang mengalami pembangunan di segala bidang, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  
Pada masa Harun al-Rasyid, Bagdad mengalami puncak kajayaan, yang merupakan pusat kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Baghdad sebagai kota peradaban dan pusat ilmu pengetahuan. Beberapa kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan dapat disebutkan sebagai berikut :

Agama

Kemajuan di bidang agama antara lain dalam beberapa bidang ilmu, yaitu ulumul Qur’an, ilmu tafsir, hadis, ilmu kalam, dan fiqh (Imam maliki, Hanafi, Syafi’i, Hambali).

Sastra

Dalam kemajuan ilmu satra banyak muncul tokoh-tokoh yang berperan didalamnya meliputi:

1. Abdul ‘Alla al-Ma’arry (363-449 H/973-1057 M) seorang penyair filsuf yang banyak karangannya, di antaranya diterjemahkan ke bahasa latin dan Inggris oleh Thomas Carlyle.
2. Shahib Ibnu Ubbad (326-383 H/938-985 M) terkenal Syi’ahnya yang sangat fanatik.

Ilmu Filsafat dan Kedokteran

Nama-nama yang terbesar pada bidang filsafat Arab ialah karya al-Kindi, al-Fahrabi dan Ibnu Sina. Abu Yusuf Ya’cub Ibnu Ishaq al-Kindi, dilahirkan di kufah kira-kira pada pertengahan Abad ke IX, berkembang di Baghdad. Al-Kindi bukan hanya seorang filosof, melainkan seorang astrolog, ahli kimia, ahli optika dan teoritikus musik. Tidak kurang dari 265 karya telah ditulis oleh namanya, sayang kebanyakan telah hilang.

Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Yarkhan Abu Nasar Al-Fahrabi, dilahirkan di Transoxiana, berkembang di Alepo di dalam istana Say al- Dawlah al Hamdani yang gemerlapan, dia wafat di Damsyik pada tahun 950. Sistem filsafatnya adalah sinkretis platonisme, Aristotelisme dan Sufisme yang meraihkan dia gelar Guru ke II.

Sesudah al-Farabi maka Ibnu Sina (1073) yang tampil serta dengan karya-karya yang paling penting dalam bahasa Arab mengenai teori musik. Ibnu Sina berhutang budi pada al-Fahrabi akan pandangan-pandangan filsafatnya. Menurut pertimbangan Ibnu Khallikan, tiada seorang Muslimpun yang dapat menyamai al-Fahrabi dalam pengetahuan filsafat. Dan berkat studi akan karya-karyanya dan mengambil alih akan gayanya, maka Ibnu Sina memiliki keahlian dan karya yang amat berguna.

Abu Hamid al- Ghazali, seorang filosof ke-Tuhanan Islam terbesar. Beliau dilahirkan pada tahun 1058 di Tus, Khurasan dan meninggal tahun 1111. Di dalam pengalaman keagamaanya beliau mengangkat kembali semua taraf spiritual yang dikembangkan oleh Islam. Beliau memulai hidup keagamaanya sebagai pemaham orthodok dan segera berubah pemahamannya menjadi sufi ketika berumur 20 tahun.

Hukum dan Politik

Imam Mawardi (367-450 H/974-1058) aeorang pengarang politik yang sangat aktif dengan tulisannya “al-Ahkam as-Sulthaniyah” tentang hokum pemerintahan. Perlawanan Banu Buyah, menyebabkan dipecat dan diberhentikan dari jabatan yang  tinggi.

Selain dalam bidang ilmu sastra, kedokteran dan hokum politik perkembangan intel;ektual pada masa disintegrasi juga terlihat dalam bidang zoology dan antropologi yang tokohnya adalah Abu Ustman Amir ibn Bahr al-Jahiz yang hidup di Basrhrah dan menghasilkan karya kitab al-Hayawan (buku tentang hewan). Lebih bersifat teologis dan folklore, tidak bernuansa erologis.

Astronomi

Antara tahun 877 dan 918 Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir al-Battani (Albatenius) seorang astronom terbesar yang tak diragukan lagi pada zamannya dan yang terbesaar di kalangan Islam. Beliau melakukan pengamatan dan penelitiaan di al-Raqqah. Al-Battani adalah seorang pelajar yang asli. Dia membuat banyak perbaikan mengenai ptolemeus dan menerbitkan perhitungan-perhitungan mengenai orbit-orbit bulan dan planet-planet tertentu.

Astrologi

Mengenai astrologi, seorang budaknya astronomi, Abu Mashar (886) di bagdad, adalah seorang tokoh yang paling terkenal. Beliau satu-satunya orang yang sering disebut-sebut sebagai yang merajai abad-abad pertengahan Kristen.  Empat buah dari karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke XII oleh John dari Sevilla Adelard dari Bath. Abu Mashar memperkenalkan kepda eropa tentang hokum pasang surut air, yang diterangkan didalam karanganya atas dasar hubungan dengan bulan purnama dan bulan gelap.

Dari uraian diatas bahwa masa disintegrasi muncul akibat adanya perpecahan pemerintah Abbasiyah. Perpecahan itu muncul sejak masa akhir pemerintahan Harun ar-Rasyd. Selain itu yang menyebabkan kemunduran Bani Abbasiyah adalah persaingan aantar bangsa, kemerosotaan ekonomi, konflik keagamaan, dan ancaman dari luar. Akan tetapi perkembangan intelektual dalam masa disintegrasi tetap menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini terbukti dengan munculnya tokoh-tokoh intelektual paada bidangnya baaik itu dalam bidang pengetahuan umum maupun bidang keagamaan.

Referensi:

Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2011
Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, 2009
Dr Amir Hasan Siddiqi, Studies In Islamic History edisi Indonesia, Bandung, Al-Ma’arif, 1987
Drs. H. Fatah Syukur Nc,M.Ag, Sejarah Peradaban Islam
Dr Amir Hasan Siddiqi, Studies In Islamic History edisi Indonesia

0 Response to "Perkembangan Intelektual dalam Islam Masa Disintegrasi"

Post a Comment