Sosialisasi Pemilu Cerdas, Kohati Jateng-DIY Ajak Say No To Golput

Sosialisasi Pemilu Cerdas, Kohati Jateng-DIY Ajak Say No To Golput
Kohati Jateng-DIY bersama Ibu PKK Kota Semarang. Dok Kohati
Kohati merupakan badan semi otonom, sekaligus bidang pemberdayaan perempuan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjadi salah satu bidang di Pengurus Badko Himpunan Mahasiswa Islam Jateng-DIY dengan kewenangan melaksanakan kegiatan-kegiatan tentang keperempuanan yang sadar akan diri sebagai kaum perempuan yang memiliki peran ganda dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Sebagai salah satu pencapaian (achievement) organisasi, serta merumuskan pemikiran-pemikiran kualitatif yang bermanfaat bagi kemajuan Kohati dan sesama organisasi perempuan lainnya, membuat pola perkaderan yang memandang Kohati sebagai tempat perkaderan HMI-Wati, melaksanakan kegiatan yang menumbuhkan upaya bersama dikalangan perempuan dalam persoalan sosial masyarakat, yang semuanya termaktub dalam pasal 51, 52, dan 53 anggaran rumah tangga HMI, serta dalam penjabaran program kerja nasional dan pedoman kepengurusan di konstitusi HMI.

Dalam hal ini, Kohati mulai merambah ke dunia eksternal dengan terlibat langsung didalam masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran perempuan terhadap hak pilihnya dan kewajiban memilih siapa? Disadari atau tidak, perempuan memiliki peran penting dalam demokrasi yang ada di negeri ini khususnya di Jawa Tengah, prosentasi antara perempuan dan laki-laki berbanding 13% lebih banyak kaum perempuan. Bisa dibayangkankan jika dari kelebihan itu bisa ikut berpartisipasi dalam memilih dan dipilih karena perempuan sudah tidak jamannya lagi acuh tak acuh terhadap pemerintah. Hal itu terbukti adanya kesempatan perempuan untuk ikut masuk dalam parlemen dengan kuota 30% keterwakilan perempuan diparlemen.

Berbicara perempuan di parlemen tidak akan lepas dari peran serta masyarakat, karena disini lah peran perempuan dipertanyakan. Jika bukan perempuan yang memperjuangkan hak perempuan lainnya, lantas dengan siapa kita akan mengadu? Pertanyaan semacam itu yang seharusnya tertanam dalam hati setiap perempuan agar tergugah keasadarannya untuk ikut berperan dalam demokrasi ini untuk meneriakkan: say no to golput!

Kohati dalam agenda pemilu april 2014 memberikan sedikit pencerahan pada ibu-ibu PKK Kota Semarang melalui kelurahan-kelurahan terkait yang bisa diajak untuk bersinergi dalam rangka peningkatan mutu kualitas perempuannya. Dalam agenda ini Kohati mengajak para ibu-ibu PKK kelurahan untuk peduli terhadap nasib sesamanya dengan cara untuk tidak golput pada pemilu nanti. Perlu diketahui bahwa jumlah prosentasi perempuan di Jawa Tengah itu lebih banyak dibanding lelakinya, alangkah luar biasanya jika perempuan bisa mengambil peran sehingga peran perempuan dalam pemilu nanti sangat ditentukan  karena perempuan lah yang akan menentukan nasib masa depan bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

Mulai dari pemilu 2004 sampai pada pemilu 2009, peran perempuan di kursi parlemen masih sangat kurang, untuk sekarang ada 21 kursi yang diduduki oleh anggota dewan perempuan dari 100 jumlah yang kursi yang disediakan, parahnya lagi yang benar-benar vokal dan mampu membawa perubahan tak lebih dari 3 orang, ironis sekali jika di pemilu nanti perempuan masih jadi bahan pelengkap saja pada pesta demokrasi ini. Oleh karena itu, penting kiranya Kohati mengambil peran untuk ikut serta dalam meningkatkan peran perempuan dipemilu ini sekalipun harus berdiri sendiri. Ada 4 tempat yang menjadi sasaran sosialisasi kita ini , yaitu:

1. Kelurahan peleburan, 12 Maret 2014 dihadiri oleh 25 ibu-ibu PKK
2. Kelurahan mlatiharjo, 18 Maret 2014 dihadiri oleh 60 ibu-ibu PKK
3. Kelurahan Gayamsari, 21 Maret 2014
4. Kelurahan Pandean Lamper, 24 Maret 2014

Dalam agenda ini Kohati kerjasama dengan KPPI kota Semarang untuk ikut serta dalam meningkatkan peran serta masyarakat perempuan dalam pemilu nanti. Dengan menggandeng ketua umum KPPI yaitu Rr. Maria Tri Mangesti, SE. Antusias warga dalam mengikuti agenda sosialisasi ini sangat merespon positf, karena pembicara yang berasal dari KPPI itu mampu menggairahkan minat dan semangat kaum perempuan yang dulunya acuh tak acuh sekarang lebih peduli dan berjanji untuk tidak golput nanti. Dengan bukti tanda tangan kesepakatan bersama say no to golput menjadikan langkah kohati dalam meningkatkan pera\n perempuan menjadi lebih akurat dan berdasar.

Agenda ini disebut Sosialisasi Pemilu Cerdas, Kesadaran Memilih dan Dipilih tingkat kelurahan kota semarang dengan tema “Meningkatkan Peran Perempuan Dalam Pemilu 2014: Meminimalisasi Pemilih Golput”. Adapun target yang ingin dicapai dalam kegiatan sosialisasi ini adalah:

1. Meningkatnya peran serta masyarakat perempuan dalam pemilu 2014
2. Timbulnya pemilu yang substantif dan demokratis
3. Pilih caleg perempuan cerdas dan berkualitas yang bisa membawa aspirasi masyarakat perempuan
4. Say no to golput

0 Response to "Sosialisasi Pemilu Cerdas, Kohati Jateng-DIY Ajak Say No To Golput"

Post a Comment