Strategi Membuat Tesis dan Lulus Magister Cepat

Semarang, Islamcendekia.com – Prof Dr Ani Rusilowati, MPd selaku Kaprodi Pendidikan Dasar (Dikdas) Program Pascasarjana Unnes menyeru pada seluruh mahasiswa Dikdas S2 agar lulus tepat waktu dalam agenda “Pelantikan Forma, Refleksi Pembelajaran dan Pembentukan Tutor Sebaya Penyusunan Tesis” di Gedung G Kampus Unnes Bendan, Semarang pada Sabtu (8/3/2014).

Menurut profesor asal jurusan Fisika Unnes itu, menyusun tesis bisa mudah jika terencana dengan baik dan benar. Apalagi, jauh-jauh hari mahasiswa sudah dibekali ilmu dan pembentukan tutor sebaya penyusunan tesis, hal itu akan mempermudah mahasiswa menyelesaikan program magister. “Dalam penelitian untuk menyusun tesis sangat berbeda dengan skripsi. Secara garis besar, penelitian tesis dibagi menjadi dua, yaitu makro dan mikro,” tuturnya.

Penelitian makro bisa mengkaji pengembangan pendidikan dasar, kebijakan pengembangan, evaluasi penyelenggaraan kuliah, evaluasi kelulusan dan sebagainya. Secara mikro, bisa mengkaji peningkatan mutu di sekolah (SD/MI), penelitian terhadap kurikulum, analisis bahan ajar/muatan buku, pengembangan bahan ajar/perangkat pembelajaran, pengembangan (model, metode, strategi), implementasi (model, metode, strategi), profesionalisme guru dan sebagainya.

“Terkait asesmen, bisa melakukan tes diagnostik dan penilaian autentik,” tutur Profesor ke 5 di lingkungan Jurusan Fisika FMIPA Unnes itu.

Prof Ani juga menyatakan mahasiswa Dikdas harus memiliki konsep yang jelas sebelum maju bimbingan tesis agar bisa selesai cepat. “Jika sudah memiliki konsep sendiri dan tidak mau mengikuti penelitian payung oleh dosen, maka mahasiswa bisa mempertahankan idenya sendiri. Karena tugas dosen itu membimbing dan mengarahkan mahasiswa,” ungkapnya.

“Di semester 2 ini, Anda sudah mendapatkan penelitian kependidikan dan asesmen. Kalau Anda sudah punya gambaran dosen siapa yang pantas untuk dijadikan dosen pembimbing, maka segeralah melapor ke Prodi,” tutur Kaprodi Dikdas PPS Unnes tersebut.

Terkait masalah komprehensif sebagai syarat ujian proposal tesis, Galih Suci Pratama, SPd selaku penggagas Forma Dikdas mempertanyakan kepada Prodi Dikdas apakah hal itu bisa dimudahkan ataukah tidak. Menanggapi hal itu, Prof Ani akan berusaha untuk mempermudah mahasiswa agar tidak ribet. “Saya dan teman-teman akan usul agar ujian kompre tidak menjadi syarat ujian proposal,” tuturnya.

Selain pemaparan strategi penyusunan tesis, agenda ini juga digelar tanya jawab seputar refleksi perkualiahan, masalah tesis, penelitian, kurikulum 2013, nilai TOEFL, jurnal ilmiah dan sebagainya. Namun, Prof Ani berusaha mempermudah mahasiswa Dikdas agar lulus cepat dengan rencana sharing dengan direktur PPS Unnes.

Prof Ani juga memotivasi mahasiswa agar tidak mengeluh. “Pokoknya jangan patah semangat ketika susah mencari dosen. Tidak dibalas ketika di-SMS, maka SMS lagi saja, tidak ketemu, cari lagi dan cari lagi sampai ketemu,” pungkasnya.

Dalam hal TOEFL, Prof Ani mengatakan bahwa TOEFL harus dari Unnes. “Untuk TOEFL S2, harus dan wajib di Unnes sendiri dengan skor minimal 450” ungkapnya.

Reporter: Hamidulloh Ibda

0 Response to "Strategi Membuat Tesis dan Lulus Magister Cepat"

Post a Comment