Strategi Menjadi Mawapres ala Dian Marta Wijayanti

Islamcendekia.com.dok
Semarang, Islamcendika.com- Menjadi mahasiswa berprestasi memang impian semua mahasiswa. Semua itu tidak mudah untuk didapat, karena harus melalui perjuangan panjang dan pergulatan luar biasa. Pasalnya, jika menjadi mahasiswa biasa-biasa saja, hal itu sangat mudah, dan semua orang bisa menjadi mahasiswa jika standar tanpa prestasi gemilang. Demikian sepenggal ungkapan Dian Marta Wijayanti, SPd saat diskusi di SMARTA School Semarang, Rabu (5/3/2014).

Menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) itu mudah dan bisa sulit. “Selain niat kuat, tekad kuat dan usaha usaha serius untuk mengikuti kompetisi juga menjadi penentu juara atau tidaknya mahasiswa,” katanya. Pasalnya, lanjutnya, sepandai apa pun mahasiswa tapi tak punya keinginan untuk sungguh-sungguh mengikuti kompetisi, maka mereka sama saja menzalimi diri sendiri.

Jika dirumuskan, ada beberapa kiat, strategi dan usaha yang bisa dilakukan menurut Dian Marta Wijayanti. Pertama, menjadi mahasiswa yang serius dari semester satu. Kedua, menjaga IP agar tidak turun apalagi “jeblok”. Ketiga, rajin mengikuti kegiatan di organisasi agar tidak menjadi mahasiswa “kupu-kupu”. Keempat, jangan hanya fokus dengan pekerjaan di depan mata, mahasiswa harus berani mencari tantangan di luar fakultas.

“Dulu sebelum punya motor sendiri, Saya nekat pergi-pulang dari Ngaliyan ke Sekaran kampus utama Unnes hanya untuk mengikuti organisasi dan mencari informasi,” katanya. Bahkan, lanjutnya, saya rela keluar kocek 15 ribu hanya demi naik angkot.

Kelima, aktif melakukan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Keenam, jangan malu mencari informasi dan bertanya pada mahasiswa senior. Ketujuh, jangan takut begadang dan takut tidak mengikuti kuliah ketika ada kegiatan-kegiatan penting yang menunjang karier.

Kedelapan, rajinlah mencari informasi, baik di kampus, internet maupun dari dosen dan kenalan mahasiswa lain. Untuk tahun ini, mahasiswa bisa membuka panduan  Mawapres di situs http://img.dikti.go.id/wp-content/uploads/2011/12/PANDUAN-MAWAPRES-Sarjana-2014.pdf.

Kesembilan, lakukan dan ciptakan karya yang berbeda dari peserta lain. Karena hal itu memiliki nilai plus daripada yang biasa-biasa saja. Kesepuluh, perkuat dan perbaiki nilai TOEFL, dan yang paling penting harus bisa berbahasa asing. Kesebelas, melakukan aksi nyata dan mengumpulkan syarat Mawapres, kemudian berdoa dan memohon restu kedua orang tua. “Masih banyak strategi lain agar bisa menjadi Mawapres,” ungkapnya.

Menurut CPNS Formasi Guru SD Kota Semarang ini, menjadi Mawapres itu harus rela untuk membuang kesenangan duniawi. Misalnya, pacaran, jalan-jalan, belanja dan sebagainya. Apalagi, lanjutnya, mahasiswa saat ini sudah didera penyakit hedonisme luar biasa.

Perempuan yang masih berstatus sebagai mahasiswa Pascasarjana Unnes ini juga bangga dan bersyukur bisa menjadi Mawapres berkali-kali. “Semua kesuksesan itu tak bisa didapatkan tanpa usaha kuat,” pungkasnya pada Islamcendekia.com.

Prestasi Dian Marta Wijayanti:
Juara Harapan I Penulisan Artikel Ilmiah oleh Budi Santoso Foundation 2010
Juara Harapan II Karya Ilmiah Mahasiswa PGSD se-Jawa oleh Forum Mahasiswa PGSD se-Jawa 2010
Peraih Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti 2010-2011
Peraih Penelitian Institusional FIP Unnes 2010-2012
Peraih Beasiswa Pengembangan Prestasi Akademik (PPA) Unnes 2011-2012
Peraih Program Pengabdian Masyarakat LP2M Unnes 2011
Peraih Penelitian LP2M Unnes 2011-2012
Peraih Penelitian Inovatif Pemrov Jawa Tengah 2011
Juara III KTI Pekan Ilmiah Biologi Terpadu se-Jawa Tengah-DIY 2011
Peserta Duta Bahasa (Jawa, Indonesia, Inggris) Dinas Bahasa dan Kebudayaan Jateng 2011
Juara II Mahasiswa Berprestasi FIP Unnes 2012
Juara I Mahasiswa Berprestasi PGSD 2013
Juara I Penulisan Artikel Tegak Bersambung HIMA PGSD Unnes 2013
Tim Asesor USAID Prioritas Jawa Tengah 2012-sekarang
Lulusan Terbaik PGSD FIP Unnes 2013
CPNS Formasi Guru SD Kota Semarang 2013-sekarang

Reporter: Hamidulloh Ibda

0 Response to "Strategi Menjadi Mawapres ala Dian Marta Wijayanti"

Post a Comment