Jarimah Qisas dan Diyat

Jarimah qisas dan diyat adalah jarimah yang diancam dengan hukuman qisas atau diyat. Baik qisas maupun diyat kedua-duanya adalah hukuman yang sudah ditentukan oleh syara’. Perbedaannya dengan hukuman hadd adalah bahwa hukuman hadd merupakan hak Allah, sedangkan qisas dan diyat merupakan hak manusia (hak individu).

Di samping itu, perbedaan yang lain adalah karena hukuman qisas dan diyat merupakan hak manusia maka hukuman tersebut bisa dimaafkan atau digugurkan oleh korban atau keluarganya, sedangkan hukuman hadd tidak bisa dimaafkan atau digugurkan.

Pengertian qishash, sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad Abu Zahrah adalah :

اَلْمُسَاوَاةُ بَيْنَ الْجَرِيْمَةِ وَالْعُقُوْبَةِ
"Persamaan dan keseimbangan antara jarimah dan hukuman."

Jarimah qishash dan diyat ini hanya ada dua macam, yaitu pembunuhan dan penganiayaan. Namun apabila diperluas, jumlahnya ada lima macam, yakni:

1) Pembunuhan sengaja (اَلْقَتْلُ الْعَمْدُ)
2) Pembunuhan menyerupai sengaja (اَلْقَتْلُ شِبْهُ الْعَمْدُ)
3) Pembunuhan karena kesalahan (اَلْقَتْلُ الْخَطَأُ)
4) Penganiayaan sengaja (اَلْجِنَايَةُ عَلَى مَادُوْنَ النَّفْسِ عَمْدًا)
5) Penganiyaan tidak sengaja (اَلْجِنَايَةُ عَلَى مَادُوْنَ النَّفْسِ خَطَأً)

Dalam ejaannya, qisas atau qishash adalah sama saja. Qisas menggunakan ejaan bahasa Indonesia, sedangkan qishash menggunakan bahasa Indonesia yang menyesuaikan ejaan bahasa Arab.

0 Response to "Jarimah Qisas dan Diyat"

Post a Comment