Menjadi Aktivis atau Apatis?



Oleh Achmad Marzuki
Alumnus Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang

Kampus merupakan ladang penuh bibit yang nantinya akan tumbuh menjadi pohon kokoh bagi bangsa di masa depan. Sikap mahasiswa saat kuliah akan menunjukkan seperti apa ia kelak. Memberi kontribusi pada Negara atau malah menjadi sampah busuk masyarakat. Cara terbaik meramal masa depan yaitu dengan menciptakannya. Metodenya dengan mengikuti dan menekuni jalan-jalan yang menuju pada masa depan yang diidamkan; bermanfaat bagi bangsa.

Sebenarnya ada banyak macam mahasiswa di dunia kampus. Ada mahasiswa kritis yang selalu menempatkan idealisme sebagai gagasan. Mahasiswa yang berfikiran demikan biasanya menjadi mahasiswa aktivis. Sikap kritis ini dibentuk melalui membaca dan diskusi bersama teman aktivisnya. Sebagai mahasiswa aktivis, mereka tidak akan puas dengan hanya membicarakan gagasan dalam diskusi. Mereka akan melanjutkan idealismenya dengan melakukan aksi.

Mahasiswa lainnya dikenal dengan mahasiswa apatis. Jika diurai, mahasiswa apatis biasanya selalu mengolok-olok mahasiswa yang kerap menggelar aksi. Dia bahkan berujar tidak ada gunanya melakukan aksi, hasilnya pun tak tampak, kerjanya hanya merusak dan menghambat jalan raya. Mereka tidak perduli bagaimana keadaan di sekitarnya, yang terpenting baginya ialah mendapat nilai indeks prestasi tinggi. Ia akan menutup mata pada sesuatu yang tak ada kaitannya dengan nilai akademik.

Sikap apatis pada mahasiswa harus dilenyapkan. Jika tidak sikap mereka akan mengkristal menjadi hedonisme. Mereka tidak akan melaksanakan jika tidak ada kenikmatan yang didapat. Hedonisme yang merasuk dalam jiwa akan terus berkembang yang jika terus dibiarkan ia akan menjadi pioneer koruptor masa depan. Koruptor itu seperti orang merokok, sudah tahu bahwa hal tersebut merugikan tetap saja dilakukan. Mengapa? Karena mereka telah mengetahui enaknya merokok atau korupsi. Hal ini tidak mudah dilenyapkan karena mereka sangat sadar akan pekerjaannya.

Lalu, kita harus menjadi mahasiswa yang apatis atau aktivis? Sikap mahasiswa yang baik yaitu mahasiswa yang dapat memberi pencerahan untuk dirinya sendiri terlebih pada orang lain. Saya tidak akan menjustis menjadi mahasiswa aktivis atau apatis yang berhak diikuti tetapi setidaknya menjadi mahasiswa yang responsive menjadi hal yang utama. Artinya respon terhadap keadaan masyarakat sekitar (termasuk teman) juga respon pada kegiatan akademik.

0 Response to "Menjadi Aktivis atau Apatis?"

Post a Comment