Pengertian Ijma

Sebetulnya memahami pengertian dan definisi ijma sangatlah mudah. Ijma secara sederhana dapat diartikan sebagai kesepakatan bersama atau populer dengan istilah konsensus. Meskipun demikian, pengertian yang lebih komprehensif diperlukan agar mendapatkan pengertian atau definisi ijma secara luas dan mendalam.

Ijma menurut bahasa adalah “sepakat atas sesuatu”. Sedangkan menurut istilah Ahli Ushul Fiqih adalah

 اِتِّفَاقُ جَمِيْعِ الْمُجْتَهِدِينَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فِئ عَصْرٍمِنَ الْعُصُورِبَعْدَوَفَا ةِالرَّسُولِ عَلَى حُكْمٍ شَرْعِيٍ فِى وَاقِعَةٍ.

Artinya: Kesepakatan seluruh mujtahid Muslim setelah wafatnya Rasulullah SAW atas suatu hukum syara’ pada peristiwa yang terjadi.

Dari penelusuran etimologis, ijma diambil dari kata ajma’a, yujmi’u, ijma’atan di mana artinya saling setuju, bersatu dalam hal pendapat, atau bersepakat. Sementara itu, pengertian ijma’ dalam istilah hukum banyak ulama yang memiliki perbedaan definisi. Perbedaan pendapat tersebut dapat disimak dalam pengertian ijma’ sebagai berikut:

Al Ghazali memberikan definisi ijma sebagai kesepakatan umat Muhammad secara khusus atas urusan agama. Sementara itu, menurut istilah para ahli ushul fiqih, ijma mengandung pengertian bahwa kesepakatan para mujtahid di kalangan umat Islam saat Rasulullah wafat atas hukum syara’ mengenai peristiwa, fenomena atau kejadian tertentu yang berkaitan dengan hukum.

Dari berbagai uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ijma adalah kesepakatan para ulama setelah Rasullah wafat tentang suatu masalah tertentu yang berkaitan dengan hukum. Ijma diperoleh karena dalil yang diperoleh untuk menghukumi sesuatu kurang memadahi untuk menjawab persoalan baru yang dihadapi pada waktu itu. Ijma pada zaman sekarang ini bisa dilihat dengan adanya konferensi-konferensi Islam tingkat internasional yang menghadirkan ulama pada masing-masing negara. Namun demikian, kesepakatan tersebut tidak dikatakan secara harfiah dengan istilah ijma, melainkan sebuah deklarasi atau semacamnya.

Penulis : Lismanto

0 Response to "Pengertian Ijma"

Post a Comment