Pengertian Islam Dialektik

Dialektika secara umum diartikan sebagai suatu komunikasi antar dua pihak sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah sehingga bisa saling mempengaruhi dan dipengaruhi atau mau mempengaruhi dan dipengaruhi. Sedangkan Islam dialektik dapat diartikan bahwa Islam dialektik adalah Islam penghulu segala zaman, sejak zaman mula hingga zaman millennia.

Masyarakat Islam cenderung memiliki keyakinan sosial bahwa agama Islam yang mereka percaya adalah agama yang paling benar dan diterima oleh Allah SWT. dan menganggap selain Islam adalah agama yang salah dan tidak diterima Allah SWT. Keyakinan tersebut dapat menimbulkan kesan sebagai keyakinan subyektif dan relative yang sulit dipahami oleh masyarakat di luar Islam. Oleh karena itu, perlu argumentasi yang obyektif dan realistis.

Pada mulanya Islam hanya satu, yaitu Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, namun seiring berkembangnya zaman, Islam itu menjadi bermacam-macam dan banyak modelnya. Model-model Islam kini terpajang seumpama toko-toko yang ada di suatu pusat perbelanjaan atau bisa kita sebut sebagai “Super Mall Agama Islam” dengan berbagai karakteristiknya. Konsumen agama tinggal memilih model Islam yang sesuai dengan seleranya.

Pengertian Islam dialektik

Islam dialektik adalah Islam realitas. Ia adalah penghulu segala zaman, sejak zaman mula hingga zaman milenia. Fakta mewujudkan Islam dialektik adalah Islam milik semua dan untuk semua. Islam dialektik punya surga bersama juga punya neraka bersama. Masyarakat Islam dialektik cenderung akrab dengan budaya Inklusivisme dan Pluralisme. Sebab Islam sendiri diyakini sebagai agama yang terbuka, sedangkan model-model Islam lain pada umumnya sektarian, yaitu model Islam Exlusivisme yang lebih mengutamakan budaya sendiri. Model Islam yang diyakini hanya dimiliki penganutnya sendiri dan untuk mereka sendiri, mereka punya surga sendiri dan juga punya neraka mereka sendiri. Mereka mengembangkan budaya sendiri dan mengucap bahwa kami benar dan mereka salah, surga untuk kami dan neraka untuk mereka.

Pada mulanya Islam hanya satu, yaitu Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, namun seiring berkembangnya zaman, Islam itu menjadi bermacam-macam dan banyak modelnya. Model-model Islam kini terpajang seumpama toko-toko yang ada di suatu pusat perbelanjaan atau bisa kita sebut sebagai “Super Mall Agama Islam” dengan berbagai karakteristiknya. Konsumen agama tinggal memilih model Islam yang sesuai dengan seleranya.

Oleh sebab begitu banyaknya model-model Islam sepeninggal Rasulullah, maka munculah Islam Dialektik sebagai wadah terbesar bagi model-model Islam yang merupakan sebagian kecil dari Islam yang muncul bersamaan perkembangan zaman.

Referensi :

Dr. Mujiono Abdillah, MA, Dialektika Politik Islam. Semarang: disampaikan pada stadium general. 2001

0 Response to "Pengertian Islam Dialektik"

Post a Comment