Pengertian Tafsir

Sebagaimana diketahui bahwa Al-Quran merupakan kitab suci universal yang berlaku untuk setiap ruang dan waktu manusia yang dianugerahkan Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Keuniversalan Al-Quran terletak pada cakupan pesannya yang menjangkau seluruh lapisan umat manusia, kapan saja dan dimana saja.

Allah SWT menurunkan Al-Quran supaya menjadi undang-undang atau peraturan, dan jalan oleh umat Islam di dalam mengarungi kehidupan.  Manusia yang mau mengikuti petunjuk Al-Quran akan selamat dunia akhirat, sementara mereka yang melanggar petunjuk tersebut akan tersesat bahkan celaka. Sedangkan, manusia dapat mengikuti petunjuk tersebut bila mereka memahami pesan Al-Quran, dan untuk dapat dipahami dengan mudah oleh manusia, maka Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT dengan menggunakan bahasa manusia.

Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT untuk umat manusia. Oleh karena itu Allah SWT memberikan peluang kepada manusia untuk memikirkannya, dan untuk menjembatani maksud Allah SWT dengan interpretasi manusia, Allah telah mendelegasikan manusia pilihannya untuk menjelaskan maksud ayat tersebut ketika manusia mengalami kesulitan di dalam memahaminya.  Di samping itu, manusia dituntut oleh Allah SWT untuk mengerahkan seluruh potensi akal untuk memahami kandungan ayat-ayat Al-Quran.

Al-Quran dalam pandangan umat Islam merupakan sumber ajaran moral dan sekaligus sebagai petunjuk umat manusia. Al-Quran benar-benar bukan hanya menempati posisi sentral dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman, melainkan juga menjadi inspirator dan pemandu gerakan dan dinamika umat Islam sepanjang kurang lebih empat belas abad yang lalu. Oleh karena itu, upaya memahami Al-Quran secara terus menerus melalui dekonstruksi dan rekonstruksi epistimologi tafsir menjadi sangat penting bagi perkembangan tafsir di dunia Islam.

Secara etimologi, pengertian tafsir adalah menjelaskan (الايضاح), dan menerangkan (التبيين) sebagaimana firman Allah dalam surat al-Furqan ayat 33. 
  ولَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا 

Artinya: 
"Tidaklah orang-orang kafir datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya."

Sedangkan pengertian tafsir secara terminologi adalah penjelasan tentang arti atau maksud firman Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Ada lagi yang memberikan pengertian bahwa tafsir adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui kandungan Al-Quran, baik penjelasan tentang maknanya, pengambilan hukum-hukumnya, maupun pengambilan hikmah-hikmahnya, dan kadang tafsir diartikan sebagai ta’wil.  Sedangkan menurut Muhammad Rasyid Ridha di dalam kitab tafsirnya mendefinisikan tafsir dengan memahami Al-Quran sebagai suatu agama yang di dalamnya memuat petunjuk- petunjuk bagi umat manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.  Dalam hal ini tafsir menjadikan teks Al-Quran sebagai objek awalnya dengan memberikan perhatian yang penuh pada teks agar jelas maknanya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna tafsir dan takwil. Imam Abu Ubaid dan pengikutnya mengatakan bahwa arti tafsir sama dengan ta’wil.  Hal ini dikarenakan kata takwil pada dasarnya dapat diartikan sebagai penjelasan dan penafsiran yang menjelaskan hakikat dari pada makna yang sebenarnya. Atas dasar itu kata takwil secara etimologi mempunyai makna yang sama dengan tafsir.

Sedangkan ulama mutaakhirin mengatakan bahwa tafsir berbeda dengan ta’wil. Perbedaan tafsir dan takwil adalah bahwa tafsir itu menerangkan maksud yang ada pada suatu lafazh yang menghilangkan kesamaran arti pada lafazh tersebut, sedangkan takwil adalah menerangkan maksud yang ada pada makna yang tidak ditunjukkannya secara dzahir, tetapi dikandung oleh lafazh tersebut berdasarkan dalil yang mendukungnya.

Referensi Pengertian Tafsir

M.H. Thabathabai, Al-Quran fi Islam, Pent. A.Malik Madani dan Hamim Ilyas, Bandung, Mizan, Bandung, 1987, hal.33

Muhammad Ali Al-Shabuni, Tibyan fi Ulum Al-Quran, Dinamika Berkah Utama, Jakarta, cet. I, 1985, hal.63

Dr. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, Membedah Kitab Tafsir Hadits Dari Imam Ibn Jarir al-Thabari Hingga Imam al-Nawawi al-Dimasyqi, Walisongo Press, Semarang, cet. I, 2008, hal.4

0 Response to "Pengertian Tafsir"

Post a Comment