SMARTA School Semarang Kaji Blueprint Pendidikan Islam sebagai Benteng Pedofilia

SEMARANG, Islamcendekia.com - Kasus pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS) mengguncangkan dunia pendidikan. Banyak lembaga pendidikan, kampus, sekolah dan pemerhati pendidikan berkomentar tentang tragedi itu, salah satunya SMARTA School Semarang.

Pada Senin (28/4/2014) saat menggelar les rutin kepada peserta belajar SMARTA School Semarang, Dian Marta Wijayanti selaku Direktur Eksekutif SMARTA School menyatakan bahwa akar pelecehan seksual itu sebenarnya adalah pedofilia yang saat ini menjangkiti masyarakat pendidikan. "Pedofilia merupakan kecenderungan orang dewasa yang tertatik pada anak kecil," tuturnya pada Islamcendekia.com.


Jika Anda membuka internet, maka sering dijumpai bahwa pedofilia merupakan gangguan kejiwaan yang didera orang dewasa/remaja yang terdorong melakukan kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber. Biasanya, hal itu objeknya anak usia 13 tahun atau lebih muda, walaupun pubertas dapat bervariasi.


Biasanya, lanjutnya, hal itu dilakukan orang dewasa pada anak pra-remaja sebelum menstruasi.
Bahkan, menurut Dian, pelecehan dan kejahatan seks itu tidak tertuju pada kaum hawa, namun juga pada laki-laki kecil. "Biasanya pengidap pedofilia itu juga menyodomi anak laki-laki," katanya.


Atas tragedi itu, yang harus dipahami oleh kaum pendidikan seharusnya tidak hanya masalah hukum, namun juga penting penanaman pendidikan Islam sejak dini. "Meskipun SMARTA School Semarang belum begitu dikenal masyarakat, namun kami tetap konsisten mengajarkan pendidikan Islam sebagai benteng pelecehan seksual," jelasnya saat mengajar les peserta SMARTA School.


Maka dari itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menumpas pedofilia. Pertama, harus digencarkan pendidikan agama kepada seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD sampai perguruan tinggi. "Bagi sekolah bertaraf internasional belum tentu jaminan, maka semua orang tua harus jeli memilih lembaga pendidikan," tandas perempuan kelahiran Blora itu.


Kedua, pendidikan Islam tidak boleh setengah hati diajarkan di sekolah, seharusnya hal itu harus digencarkan pada kurikulum 2013 juga. Ketiga, jika perlu pemerintah perlu menambah muatan isi, sistem dan konsep baru pendidikan agama sebagai benteng pedofilia.


"Jika tidak ada pendidikan agama secara komprehenshif, saya yakin tragedi pelecehan, pemerkosaan dan pedofilia masih mewarnai dunia pendidikan," tandasnya.


Reporter&Editor: Hamidulloh Ibda

0 Response to "SMARTA School Semarang Kaji Blueprint Pendidikan Islam sebagai Benteng Pedofilia"

Post a Comment