Langit dalam Alquran

Langit dalam Alquran atau dalam terma bahasa Arab disebut sebagai al-sama’ di mana diambil dari kata jamak: al-samawat. Kata langit di dalam Alquran diulang sebanyak 310 kali di mana kata "langit" tersebar ke beberapa surat yang mana perinciannya dalam bentuk mufrod (al-sama’) sebanyak 120 kali, serta bentuk jamak dengan kata al-samawat diulang sebanyak 190 kali.

Kata "langit" secara umum memiliki makna sesuatu yang terbentang dan terlihat di atas bumi. Louis Ma’luf dalam karyanya, Al-munjid memberikan definisi al-asma’ dengan pengertian: “Langit merupakan sesuatu yang dapat kita lihat berada di atas bumi layaknya atap dengan warna biru yang melingkupi bumi beserta isinya dari angkasa."

Sama halnya dengan pengertian yang dirumuskan Abdurrazaq Nouval di mana ia menulis definisi langit sebagai berikut: “Pengertian langit menurut kaidah bahasa adalah sesuatu yang berada di atas kita yang kemudian melindungi kita. Oleh karena itu, definisi langit dalam khasanah alam layaknya atap rumah. Sementara itu, pengertian langit menurut khasanah ilmu pengetahuan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar benda-benda, terdiri dari jutaan bintang dan kumpulan tata surya. Dengan begitu, definisi langit merupaan segala sesuatu yang meliputi bumi."

Pemaknaan terhadap definisi atau pengertian langit sudah banyak dikemukakan para ilmuwan, terutama ahli astronomi. Dalam studi Islam, langit menjadi bagian dari studi Islam tentang penciptaan alam semesta di mana kata langit disebutkan dalam Alquran sebanyak 310 kali.

1 Response to "Langit dalam Alquran"