5 Indikasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang Islami

islam black campaigne
ISLAMCENDEKIA.COM - Mendekati pemilihan umum presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada 9 Juli 2014 mendatang, redaksi Islamcendekia.com menyerukan kampanye pemilihan capres-cawapres yang Islami. Deklarasi dan kampanye Pilpres yang Islami ini melibatkan aktivis mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (NGO), serta jajaran tim media Islamcendekia.com, Senin (30/6).

Dari deklarasi dan kampanye Pilpres Islami yang bertajuk "Memilih Pemimpin Islami untuk Indonesia Lima Tahun Ke Depan". Pemimpin Umum media Islam Islamcendekia.com Lismanto menyatakan, memilih pemimpin yang Islami bukan berarti memilih pemimpin yang menggunakan cara Islam dalam setiap kehidupan, konsep, dan pemikirannya. Lebih lanjut, Lismanto mengatakan, pemimpin Islami bisa diindikasikan dengan sifat adil, jujur, dan amanah kepada rakyat. Indikator yang sudah umum dan lumrah inilah yang bisa dikatakan sebagai indikator pemimpin Islami, bukan pemimpin yang dalam setiap seremonial-formal menggunakan simbol-simbol Islam.

"Dalam konteks ini, Presiden-wakil presiden yang Islami itu bukan yang berjenggot, memakai jubah putih, memakai kopyah atau penutup kepala, atau hal-hal Islami simbolik lainnya. Presiden-wakil presiden yang Islami itu yang meniru atau meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, media Islam Islamcendekia.com dalam hal ini menyerukan agar Capres dan Cawapres memenuhi kriteria setidaknya ada indikasi untuk menyontoh kepemimpinan Rasulullah Saw, seperti sifat shiddiq (benar), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), dan tablig (menyampaikan)," timpal Pemimpin redaksi media Islam Islamcendekia.com Hamidulloh Ibda.

Bisa diuraikan, shiddiq itu berarti benar di mana capres-cawapres tidak boleh ada yang punya sifat pendusta dan pembohong. Sementara itu, amanah berarti capres-cawapres harus memiliki karakter dapat dipercaya, jujur dalam mengemban amanah rakyat, tidak korupsi, dan bisa mengakomodasi kepentingan rakyat untuk kesejahteraan bersama. Terkait dengan fathonah, capres-cawapres harus punya kepribadian yang cerdas dan pintar. Kenapa demikian? Sebab presiden dan cawapres merupakan orang nomor satu di Indonesia di mana ia harus cerdas menyejahterakan rakyat dari dalam dan pandai menjalin serta relasi yang baik dengan dunia internasional. Dalam hal tabligh, capres dan cawapres harus bisa memberikan keteladanan kepada masyarakatnya. Secara tidak langsung, keteladanan yang baik ini menjadi kabar yang tersampaikan (tablig) kepada masyarakat.

Adapun mengenai pilpres yang Islami, media Islam Islamcendekia.com mendeklarasikan agar pilpres berlangsung secara aman, tidak ada kekerasan, damai, jujur, dan sehat. Ada beberapa indikasi sebuah pilpres dikatakan sebagai pilpres yang Islami. Pertama, tidak ada kampanye hitam (black campaign) yang menjelek-jelekkan capres-cawapres tertentu. Hal ini akan menyebabkan pemilihan yang cacat dan tidak diridhoi Allah Swt karena tindakan kampanye hitam akan mempengahuri pikiran dan opini publik. Kedua, tidak golput. Golongan putih (golput) hanya memberikan kesempatan bagi orang-orang yang punya niat tidak baik agar timnya menang. Oleh karena itu, hindari golput dan pilihlah berdasarkan hati nurani sendiri.

Ketiga, gunakan hak pilih berdasarkan keinginanan, kejernihan hati sendiri, bukan karena hal-hal lain seperti hasutan dan lain sebagainya. Keempat, tidak ada money politic atau politik uang. Politik uang adalah bagian dari upaya untuk membeli suara rakyat. Dalam hal ini, Islam melarang adanya politik uang. Kelima, adanya indikasi kampanye damai dan kampanye yang mengedukasi atau mendidik masyarakat agar bisa ikut berpartisipasi dalam politik yang baik dan sehat, bukan kampanye yang menghasut.

Jika beberapa indikator di atas dipenuhi pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), maka sebuah proses demokrasi ini secara substansi akan berlangsung secara Islami, sebuah nilai, konsep, dan cita-cita agama Islam dalam memajukan, menyejahterakan, dan memakmurkan bangsa dan negara dengan value yang substantif, bukan pada komposisi yang formal-seremonial yang hanya terjebak pada simbol-simbol semata.

1 Response to "5 Indikasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang Islami"