Ciuman Menurut Islam

Ciuman Menurut Islam
Islamcendekia.com - Zaman dan peradaban semakin maju. Kemajuan itu ditandai dengan banyak hal, salah satunya kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat. Sayangnya, kemajuan tersebut juga menyebabkan budaya bangsa semakin terkikis, terutama kaum muda. Anak muda semakin menyukai budaya Barat di mana ia seharusnya mencintai apa yang menjadi tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Budaya Barat yang acapkali ditiru anak muda masa kini adalah ciuman. Menurutnya, ciuman merupakan hal biasa sebagaimana orang-orang Barat menganggap ciuman sebagai simbol cinta meskipun bukan haknya. Lalu, bagaimana ciuman menurut Islam?

Sebelum berbicara soal ciuman menurut Islam, kita definisikan dulu yang dimaksud ciuman itu bagaimana? Apakah mencium kening, pipi, atau bibir? Apakah ia mencium dengan pasangan sah atau suami istri, mencium kening ayah dan ibunya serta saudaranya, atau mencium kepada seorang pacar ataukah orang lain yang belum memiliki ikatan sah? Dalam hal ini, kita sepakati bersama bahwa yang dimaksud "ciuman" di sini adalah ciuman antara dua pasangan pacar, atau dua orang yang bukan suami-istri, dan ciuman antara dua orang yang bukan menjadi haknya. Terma ciuman di sini juga kita sepakati bersama bahwa ciuman adalah menempelnya dua bibir, bahkan lidah, dan seluruh anggota badan.

Ciuman menurut Islam
Menurut Lismanto, sarjana hukum Islam yang pernah meneliti seputar literatur Islam yang membahas seputar zina dalam Islam, ada beberapa kategori yang harus diklasifikasikan. "Pertama, ciuman yang bukan haknya adalah haram, dan mendapatkan dosa dari Allah. Sebagaimana kita tahu, ciuman merupakan aktivitas yang mendekatkan diri kepada zina sehingga hal ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Meskipun demikian, ciuman tidak mendapatkan hukuman dalam sistem hukum Islam. Hanya saja, ia mendapatkan dosa dan rusaknya nilai-nilai kecerdasan spiritual seseorang. Kalau hati dan nalurinya memberontak dan mengatakan bahwa ciuman itu adalah dosa, maka ujungnya bisa merusak kecerdasan emosional. Hal ini karena ciuman tersebut tidak dilakukan kepada pasangan sahnya alias suami-istri," ujar Lismanto.

Kedua, lanjut Lismanto, ciuman dalam hukum Islam tidak ada hukuman atas perbuatan ciuman. Menurutnya, hukum Islam hanya memberikan punishment atau sanksi kepada pelaku zina, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. "Apabila ciuman itu tidak sampai melakukan zina, maka ia tidak bisa dikenakan hukuman, tetapi tetap mendapatkan dosa karena dilarang oleh agama dan mendekatkan diri kepada zina. Sementara itu, yang dimaksud zina adalah memasukkan kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita. Selama ini tidak terjadi, maka bukan dikatakan zina. Ini adalah pendapat Jumhur Ulama," tuturnya.

"Ciuman itu sah-sah saja asalkan jangan sampai berzina. Namun begitu, biasanya kalau orang sudah melakukan ciuman, pada akhirnya ia ingin melakukan hal yang lebih, yaitu berhubungan intim. Inilah yang tidak diperbolehkan. Kalaupun seseorang bisa menahan ciuman agar tidak sampai berzina, maka kecerdasan spiritualnya juga akan ternodai sekaligus ia mendapatkan dosa dari Allah. Belum lagi jika kita mempertimbangkan kecemburuan suami atau istri suatu saat kelak yang mengetahui latar belakang dan masa lalu kita yang ternyata pernah melakukan ciuman dengan orang lain, tentu ini akan menyakitkan bagi calon pasangan kita kelak. Ini tidak boleh. Maka, sebaiknya ciuman itu dihindari. Berciumanlah sepuas apapun saat sudah memiliki ikatan pernikahan yang sah oleh agama maupun negara," papar Lismanto.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa ciuman menurut Islam itu tidak diperbolehkan, kecuali dengan pasangan suami istri yang sah. Islam melarang ciuman karena mendekatkan diri kepada zina dan mendapatkan dosa. Akan tetapi pada level hukum jinayah atau pidana, seorang yang berciuman tidak bisa dipidanakan meskipun menggunakan hukum Islam sekalipun. Ciuman hanya akan merusak nilai dan kecerdasan spiritual, bahkan kecerdasan emosional.

Menurut Suyanto, seorang tokoh spiritual asal Pati, setiap orang punya cita-cita yang tinggi itu sah dan dianjurkan. Akan tetapi, hanya orang yang punya laku benar saja yang akan mendukung cita-citanya tersebut sehingga dikabulkan oleh Allah Swt. Orang yang sejak awal tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan baik, maka ia akan susah untuk mengejar atau menggapai mimpi-mimpinya. Termasuk aktivitas ciuman, ujungnya akan tidak baik sehingga bagi siapa pun yang ingin menggapai segala cita-citanya, maka jalankan apa yang diperintahkan Allah dan jauhilah larangan-Nya, termasuk ciuman.

1 Response to "Ciuman Menurut Islam"