Hamidulloh Ibda; Budayawan Sering Lari dari Fakta


SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Biasanya, penegak hukum, wartawan, ilmuwan, akademisi, peneliti, KPK dan guru itu tidak mau lari dari fakta. “Yang sering lari dari fakta itu biasanya malah budayawan, meskipun tidak semua budayawan berlaku demikian,” tutur Hamidulloh Ibda saat diskusi Budaya dan Fakta tak lama ini.

Diskusi yang digelar di kantor Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah ini membicarakan hakikat budaya dan fakta yang saat ini tidak jelas kelaminnya. “Budaya kita itu kan mengutamakan fakta daripada opini atau berita bohong ya, tapi hal itu sudah dihancurkan para pejabat kita yang justru memberi contoh tidak baik. Ini harus dirajut kembali, ditegaskan kembali bahwa budaya kita adalah budaya jujur, setidaknya kita mulai dari diri sendiri,” papar mahasiswa Pascasarjana Unnes tersebut.

Kalau tak paham budaya dan budayawan, lanjut Ibda, pasti orang sering mengatakan bahwa budayawan itu tak ada bedanya dengan orang gila. “Kebenaran dalam dunia budayawan dan sastrawan itu kebenaran imajinatif. Kadang, kalau kita menelan mentah-mentah pernyataan seorang budayawan, hal itu sangat berbahaya. Karena konsepsinya berbeda, objeknya juga beda dan nilainya beda,” jelas Ibda.

Maka, lanjut Ibda, dalam dunia bahasa atau dalam kajian Sosiolinguistik itu ada istilah kode. “Di dalam konsep bahasa Indonesia itu ada kode bahasa, sastra dan budaya. Nah, posisi budaya itu merupakan kode tertinggi dalam dunia bahasa, sastra dan budaya. Jadi, kebenaran seorang budayawan kadang sangat tidak logis dan rasional. Maka, orang yang sering lari dari fakta nyata sebenarnya adalah budawayan,” tuturnya.
Reporter dan Editor: Achmad Hasyim.

0 Response to "Hamidulloh Ibda; Budayawan Sering Lari dari Fakta"

Post a Comment