Jambe Suruh dan Pisang Raja Sebagai Tradisi Lamaran di Pati

PATI, ISLAMCENDEKIA.COM - Budaya masyarakat Pati, Jawa Tengah ketika mengadakan lamaran sangat unik. Dari pihak calon pengantin laki-laki, biasanya memberikan bahan makanan, baju, semua kebutuhan calon pengantin perempuan, kebutuhan pokok dan uang. Namun uniknya, di Pati juga memberikan jambe suruh atau jambe suroh dan pisang raja sebagai budaya Pati dan memiliki makna sendiri.

Menurut Kiai Muslim Asslamy, jambe suruh itu diambil dari terminologi Alquran yaitu "shohibil jambi" artinya teman di samping. "Jadi, suami istri itu harus menjadi teman di samping yang siap menemani kapan pun, di mana pun dan dalam kondisi apa pun," tutur Kiai yang hafal Alquran itu pada saat memberi ceramah pada acara pernikahan Hamidulloh Ibda dan Dian Marta Wijayanti, Minggu 1 Juni 2014. Jambe juga bermanfaat untuk berbagai macam penyakit. "Rasanya pahit, namun bermanfaat bagi kehidupan," tutur Dia.


Selain itu, suruh atau daun sirih itu juga memiliki banyak kasiat tinggi. Selain untuk menghilangkan bau badan, daun suruh juga bisa menjaga kebersihan pada bagian kewanitaan. "Suruh itu juga memiliki makna kesusu weruh (ingin cepat ketemu) pada pasangan," ujar Kusnanto, SPd saat memberi sambutan.


Selain jambe suruh, pisang raja juga memiliki makna bahwa pengantin laki-laki dan perempuan itu bagaikan raja dan permaisuri. "Pisang raja itu paling manis dan enak dari pisang lainnya. Buahnya besar dan manis meskipun tanpa dikarbit," ujar Kiai Muslim yang juga ketua bahstul masa'il kitab kuning di Pati.


Selain jambe suruh dan pisang raja, ada pula sayur menir. "Menir itu beras kecil, jika dijadikan sayur dia tenggelam. Tapi jika diseduh ia terombang-ambing dan tidak tenang. Begitu pula dalam berumah tangga, semua harus seimbang dan tidak boleh terombang-ambing," tutur Kiai Muslim.


Sayur daun kelor juga menjadi satu paket jambe suruh. "Daun kelor itu bermanfaat untuk bau badan dan bisa menjadikan tubuh awet muda. Mungkin baru kali ini Anda mendengar. Coba nanti kalau tidak percaya jalan-jalan ke Thailand. Di sana sudah dikembangkan kapsul daun kelor untuk obat awet muda," tuturnya.
Reporter dan Editor: M Najihan.

0 Response to "Jambe Suruh dan Pisang Raja Sebagai Tradisi Lamaran di Pati"

Post a Comment