Kampanye Hitam Menurut Islam

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Kampanye hitam atau black campaign menurut Islam harus ditegaskan. Kampanye hitam merupakan salah satu fenomena baru dalam dunia politik kita. Hal itu sangat melukai substansi demokrasi dan politik.  Kampanye hitam yang beredar selama ini sama seperti adu domba, fitnah dan tujuannya melemahkan lawan politik lewat berbagai propaganda.

“Dulu, Nabi Muhammad Saw mengajarkan cara berpolitik dengan retorika yang baik dan benar. Maka, politisi sangat haram jika melakukan kampane hitam. Karena hal itu meracuni esensi dan kesucian politik,” ujar Nailul Mukorobin, Ketua Umum HMI Komisariat Unnes Konservasi Semarang.

Menurutnya, pelaku kampanye hitam itu kerdil cara berpikirnya. “Orang yang menfitnah itu kan picik dan pengecut. Sedangkan Islam sendiri melarang pemeluknya berbuat picik,” tuturnya.

“Dalam Islam, kita menyebut fitnah sebagai dosa besar. Sedangkan kampanye hitam itu ya bagian dari fitnah, maka black campaign juga dosa besar,” tutur Hamidulloh Ibda saat diskusi Kampanye Hitam dan Kampanye Putih tak lama ini.

Menurut Islam, lanjut Ibda, istilah fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan sudah membumi dan banyak orang tahu.  “Di Alquran, ada ayat Wal fitnatu asyaddu minal qotli yang artinya Dan fitnah itu lebih sangat (dosanya) daripada pembunuhan. Ini harus dipahami oleh politisi agar tidak menyebar kampanye hitam,” ujar Ibda.

Di dalam surat Al Baqarah (2) ayat 191 yang menjelaskan bahanya fitnah tersebut harus dipahami semua pendukung capres-cawapres. “Kampanye hitam itu intinya merusak, menfitnah dan melemahkan lawan. Padahal, substansi kampanye itu kan membangun. Ia bersih dan suci,” tuturnya. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fitnah itu dosanya sama seperti syirik atau menyekutukan Tuhan.

“Memang benar, ada beberapa tafsir yang menjelaskan bahwa kata al-fitnah dalam ayat tersebut artinya namimah atau adu domba. Tapi, kata al-fitnah di ayat tersebut sebenarnya sesuai dengan makna syariat Islam yaitu kesyirikan dan kekufuran,” jelas lulusan IAIN Walisongo Semarang tersebut.

Senada dengan itu, Muharom Alrosyid, salah satu staf KPU Jawa Tengah menilai bahwa kampanye hitam muncul karena tidak ada hukum tegas. “Munculnya kampanye hitam karena antiklimaks tidak adanya hukum tegas di negeri ini. Maka, salah satu solusi preventifnya adalah menghukum tegas pelaku tersebut,” ujarnya.

Sedangkan dalam Islam, Rosyid menilai bahwa politisi saat ini sudah meruntuhkan etika politik. “Politik yang bernafaskan Islam, tidak dibenarkan jika menfitnah, adu domba dan menjelekkan. Maka, hukum kampanye hitam sangat terlarang dan haram. Semua orang pasti setuju jika kampanye hitam dihukumkan haram,” pungkas Dia.

Menurut Rosyid, daripada melakukan kampanye hitam, lebih baik melakukan kampanye putih dan transaksi gagasan. "Hal itu justru lebih elegan dan bermartabat," pungkasnya.

Reporter dan Editor: Achmad Hasyim

0 Response to "Kampanye Hitam Menurut Islam"

Post a Comment