Membumikan Agama Nusantara


Oleh Hamidulloh Ibda
Peneliti Senior Centre for Democracy and Islamic Studies (CDIS) Semarang


Tulisan ini terinspirasi ketika penulis berdiskusi dengan Ahmad Fauzi, penulis buku Agama Skizofrenia, Kegilaan, Wahyu dan Kenabian (2013). Menurut Fauzi, ia akan mendeklarasikan dan memeluk agama sendiri, yaitu agama tanpa nabi, kitab suci dan tanpa wahyu. Sebenarnya, hal itu adalah output dan antiklimaks dari buku Agama Skizofrenia yang ia tulis.

Awalnya, buku tersebut dicetak pada 2011. Ketika itu, diresensi oleh Musyafak, mantan Pemimpin Umum SKM Amanat IAIN Walisongo Semarang yang sekarang menjadi staf Litbang Kemenag Kota Semarang dan masuk di koran Suara Merdeka. Tapi, karena dinilai mendiskreditkan Islam dan terlalu menjelekkan Nabi Muhammad Saw, Fauzi akhirnya dipanggil dan disidang oleh MUI Jawa Tengah. Namun, kemudian pada tahun 2013, Fauzi mencetak ulang buku tersebut dengan beberapa revisi dan penambahan bab.

Dalam gagasannya, Fauzi mengusulkan agama baru tanpa wahyu yang produknya berupa “agama nusantara”. Jika agama itu warisan, maka kita hanya meniru yang lama. Karena itu, Fauzi mengusulkan agama baru yang di dalamnya ada unsur pembaharuan yang bisa menjawab tantangan zaman, patologi, anomali dan komplikasi sosial masyarakat. Agama lama hanya mengacu pada sejarah, ingatan masa lalu, tapi agama baru berupa “agama nusantara” tersebut akan mendistorsi kekuatan psikologis yang bisa menghadapi kenyataan sosial yang terus berubah dan semakin kompleks.

Menurut Fauzi, ia hanya terinspirasi dua hal, yaitu khuraz (warisan) dan tajdid (pembaharuan) seperti yang sudah dilakukan tokoh terdahulu seperti Hasan Hanafi dan kawan-kawan. Namun, dalam gagasannya Fauzi membahasakan itu dengan bahasa lokal yaitu agama nusantara.

Catat Bawaan Agama
Sebenarnya, gagasan Fauzi sangat kritis dan tajam menelisik asal-usul agama. Namun, jika dibaca orang awam sangat berbahaya. Pasalnya, Fauzi menilai bahwa Muhammad Saw itu juga pengidap skizofrenia atau gila. Ada akar-akar kekacuan psikis dalam berdirinya agama Islam. Menurut Fauzi, ketika dulu Muhammad Saw menerima wahyu, ia dalam keadaan unconsiousnees atau kehilangan kesadaran. Ia gembor-gembor dan seperti orang gila ketika Jibril datang kepadanya.

Inilah sebabnya, Fauzi mengatakan bahwa agama itu membawa “cacat bawaan”. Ada akar-akar kekacauan psikis yang terjadi pada Muhammad. Memang benar, zaman Jahiliyah dulu orang menilai bahwa orang kesurupan itu adalah dimasuki roh-roh halus. Padahal, hal itu menurut Fauzi adalah “dinamika alam bawah sadar”. Jadi, alam sadarnya hilang dan alam bawah sadarnya yang menguasainya. Inilah yang dulu disebut dengan kahin, majnun seperti ayat “wama huwa biqaulu kahin, mawa huwa bimajnun, wama yantiqu anil hawa, inhuwa illa wahyu yukha”.

Di sisi lain, dalam perspektif antropologi, jin dan setan itu tidak ada, yang ada adalah dinamika alam bawah sadar. Terbukti seperti yang dilakukan pada pengobatan hipnoterapi, katarsis atau hipnotis. Sebenarnya, hipnotis merupakan salah satu bentuk terapi untuk menyembuhkan dan menyelesaikan masalah seorang. 

Tapi, hal itu sudah disalahgunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbuat kejahatan. Padahal, hipnotis hanyalah membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis atau keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali.

Tulisan Saya kok melebar, ya. Intinya, agama menurut Fauzi juga membawa cacat bawaan. Jangan dikira agama itu bersih dan suci. Agama menurut Fauzi juga mengandung virus, bakteri dan kotoran. Meskipun, selama ini banyak orang mengatakan ketika ada kehancuran yang salah adalah orangnya, padahal hal itu dalam perspektif Fauzi tidak benar. Pasalnya, agama itu sendiri membawa cacat bawaan, bakteri dan virus.

Agama Nusantara

Agama nusantara dalam perspektif ini adalah agama tanpa wahyu, kultus, tanpa nabi. Pasalnya, agama-agama yang dianut kebanyakan orang saat ini adalah agama wahyu, kultus dan punya nabi. Padahal menurut Fauzi, agama itu juga membawa virus, bakteri dan akar-akar kekacauan psikologis.

Bersambung pada tulisan berikutnya.

2 Responses to "Membumikan Agama Nusantara"

  1. hehehe inbox aq dong mas,, ahmadmustaid@gmail.com

    ReplyDelete
  2. Usulan yang Menghebohkan di PBB: Ubahlah Kitab Suci

    Sebuah usul diajukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa, isinya mewajibkan agar semua Kitab Suci dari semua agama di seluruh dunia ditinjau kembali. Semua ayat yang mengarah kepada intoleransi, kekejaman atau fanatisme, harus dihapus. Segala sesuatu yang mengurangi martabat, keadilan dan kesejahteraan manusia, harus dihilangkan. Semua ayat yang bias, rancu, dan membingungkan sehingga hanya membuat pertikaian, perkelahian bahkan pembunuhan antar pembacanya, harus diperjelas. Ketika diketahui bahwa usul itu diajukan oleh para wakil dari negara Impian yang meliputi : Muhammad, Yesus, dan Budha, maka para wartawan/paparazi bergegas menyerbu hotel tempat mereka menginap untuk minta penjelasan lebih lanjut. Penjelasan mereka sederhana saja : ‘’Kitab Suci, seperti hari Sabat atau Jum’at, adalah untuk manusia. Bukan manusia untuk Kitab Suci. Juga seperti pakaian, apabila karena usia dan jaman, pakaian menjadi sempit, maka janganlah badan manusia yang dikecilkan, melainkan pakainnya yang harus disesuaikan ! ‘’ Dapatkah manusia mengerti tubuh dan jiwanya hanya dari Kitab Suci ; mampukah manusia memahami galaxy hanya dari Kitab Suci ; atau bisakah manusia mengerti matematik hanya dari Kitab Suci ? Apalagi Tuhan yang Maha Besar (lebih rumit dan kompleks dari semua diatas) … dapatkah ditulis hanya dalam Kitab Suci yang tipis saja ? Maka jangan mabok atau mendem agama, semua serba dicari jawabannya dari Kitab Suci ; nanti bisa-bisa ada Kritenisasi atau Islamisasi atau Hindunisasi Ilmu Pengetahuan, kasihan Tuhan dipersempit oleh akal manusia. Mendengar jawaban itu, para kuli tinta ini lalu pulang dengan suka cita yang mendalam sekali. Semoga anda setuju, waras dan tidak mabok agama.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asubarkah/usulan-yang-menghebohkan-di-pbb-ubahlah-kitab-suci_57d4054e717a61ba46c13d51

    ReplyDelete