Midodareni Pernikahan Budaya Khas Blora

BLORA, ISLAMCENDEKIA.COM - Midodareni merupakan salah satu adat Jawa yang masih dilestarikan di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Blora. "Tiap ada pengantin di Blora, rata-rata dirias dan mereka disuruh duduk ketika ada syukuran pernikahan. Setelah acara syukuran selesai, pengantin baru boleh pergi," tutur Dian Marta Wijayanti yang pada Sabtu 7 Juni 2014 menggelar pesta pernikahan di Blora.

Secara bahasa, lanjut Dian, midodareni satu akar kata dengan widodari yang artinya bidadari yang cantik, wangi, anggun dan bersinar. "Di Blora, jika belum akad nikah, midodareni digelar sekitar jam 7 malam hingga jam 12 malam. Ada sebagian warga meyakini pengantin putri tidak boleh tidur sebelum jam 12 malam," ujarnya.


Saat pengantin putri di panggung pernikahan, para masyarakat mendokan pengantin itu sebagai wujud doa restu agar pernikahan itu barokah. "Ini sangat unik, karena masyarakat di era modern seperti saat ini sudah meninggalkan budaya Jawa," jelas Dian.
Reporter dan Editor: Ah. Fauzin.

0 Response to "Midodareni Pernikahan Budaya Khas Blora"

Post a Comment