Pemilu Menurut Islam


SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM - Pemilihan Umum atau yang akrab disebut Pemilu sudah berjalan bertahun-tahun di Indonesia. Namun, dalam perspektif Islam, Pemilu sebenarnya memiliki dampak positif dan negatif. Menurut M Hakim Junaidi, MAg, Komisioner KPU Jawa Tengah, Pemilu itu dijalankan karena Indonesia adalah negara demokrasi.

"Sebagai warga negara yang baik, baik Islam maupun non-Islam, mencoblos pada saat Pemilu hukumnya wajib," tutur Dosen IAIN Walisongo Semarang itu.

Berbeda dengan hal itu, Kiai Muslim Asslamy, Ketua Forum Bahtsul Masa'il Kitab Kuning Kabupaten Pati menyatakan bahwa Pemilu saat ini sudah bergeser dari koridornya. "Dana untuk Pemilu itu berlebihan, dari Pilkades, Pilkada, Pilgub, Pileg sampai Pilpres, itu semua menghabiskan anggaran yang justru merugikan negara," ungkapnya.

Dalam hal ini, Kiai Muslim akan berupaya mencari jalan keluar dengan mengeluarkan fatwa haram Pemilu yang akan digodok dalam bahtsul masa'il. "Negara ini banyak utangnya, namun Pemilu justru menjadi ajang jor-joran uang negara. Kalau begini terus, uang negara akan habis hanya untuk Pemilu. Padahal, pejabat hasil Pemilu juga rata-rata korup," tuturnya.

Muhammad Bayanul Lail, selaku PPK di Pekalongan juga menyatakan bahwa perlu adanya solusi terkait pergeseran Pemilu. “Dalam Islam, dikenal dengan istilah hukum yang beredar sesuai kondisi zaman. Yang disalahkan bukan Pemilunya, namun pelaksanannya dan pejabatnya yang tidak mengindahkan nilai-nilai agama,” tuturnya.

Reporter dan Editor: Ahmad Fathoni

0 Response to "Pemilu Menurut Islam"

Post a Comment