Apakah Mulut Orang Berpuasa Baunya Wangi?


ISLAMCENDEKIA.COM – Bagi umat Islam, sebagian besar pasti percaya bahwa bau mulut orang Islam ketika puasa Ramadan baunya wangi. Hal itu sudah terbukti. Banyak penelitian menyebutkan manfaat berpuasa dalam berbagai hal. Namun perlu ditegaskan kembali, apakah mulut orang berpuasa baunya wangi?

Dalam perspektif kesehatan, Dewi Ayu Jamilah, peneliti kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus menjelaskan bahwa mulut orang berpuasa secara fisik memang agak bau. Tapi, jika dirawat dengan baik, wanginya akan lebih daripada orang yang tidak berpuasa. “Orang berpuasa, mulutnya kan tidak dimasukan makanan dan minuman apa pun, karena itulah ia bersih dan menjadi wangi. Hal itu sangat berbeda dengan orang yang tidak berpuasa, mulutnya akan bau ketika tidak disikat gigi. Kalau tidak percaya, silahkan dibuktikan sendiri,” ujarnya.

Dalam perspektif Islam, dijelaskan dalam kitab terkenal Ihya Ulumudin Al-Imam Ghozali, Juz 1 halaman 221 menjelaskan bahwa “Sungguh mulut seorang yang berpuasa adalah lebih wangi menurut Allah dari pada minyak kasturi”. Ini sangat luar biasa.

Banyak orang ragu dan termotivasi untuk membuktikan hal yang dianggap mitos ini. Tapi setelah meneliti, ratusan orang menyatakan bahwa mulut orang yang berpuasa baunya sangat wangi, baik secara jasmani maupun rohani.

Di sisi lain, ada pula hadist yang menjelaskan mengenal hal itu. Seperti sabda Nabi Muhammad Saw yang artinya; “Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa (pahalanya tak terbatas), karena puasa itu untuk Aku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang kalian sedang puasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, ucapkankanlah : “Aku orang yang sedang puasa (ucapan dengan lisan) [1], demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya sesungguhnya bau mulut orang yang puasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak misk [2], orang yang puasa punya dua kegembiraan, jika berbuka gembira, jika bertemu dengan Rabbnya gembira karena puasa yang dia lakukan. (HR. Bukhori (4/88), Muslim No. 1151).

Menanggapi hal itu, Hamidulloh Ibda, Direktur Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah menilai sebenarnya wangi di sini tidak bisa diartikan secara fisik. “Wangi itu kan tak haru secara fisik. Tapi, menurut Saya wangi di sini ya ketika mulut itu suci, terhindar dari makanan-makanan haram dan ia bebas dari tutur kata buruk,” ujarnya.

Secara implisit, lanjut Ibda, Ramadan itu merupakan bulan mulia dan di dalamnya Allah menurunkan permulaan Alquran.  Di dalam Ramadan juga terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan, setan-setan dibelenggu, semua perbuatan baik dicatat, amal-amal baik dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. “Karena kemuliaan inilah, maka bau mulut di sini artinya bukan kita membiarkan untuk tidak merawat mulut, tapi kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa,” tuturnya.

Maka dari itu, wangi di sini harus dimaknai secara substansial dan kita harus menjaga mulut dengan sikat gigi, menjauhi rokok dan alkohol. “Bau mulut itu kan ada dua, dari rongga-rongga mulut karena banyak makanan yang masih menempel dan bau mulut berasal dari lambung kita. Jadi, cara menjaganya ya sangat sederhana dengan membersihkan mulut, gigi dan gusi serta menjauhi makanan yang menyebabkan bau mulut menyengat,” pungkasnya.

Maka dari itu, seharusnya kita menjadi muslim yang wangi, kuat dan berbau mulut nikmat. "Sebaik-baiknya orang berpuasa adalah yang mulutnya wangi, secara jasmani dan rohani," kata Ibda.

Reporter dan Editor: Nailul Mukorobin. Foto: Sehat Alami

1 Response to "Apakah Mulut Orang Berpuasa Baunya Wangi?"

  1. heheheh katanya sie besok wanginya melebihi minyak kasturi

    ReplyDelete