Kampanye Hitam "Black Campaign" dalam Pandangan Islam

Kampanye Hitam "Black Campaign" dalam Pandangan Islam
ISLAMCENDEKIA.COM - Pertarungan dua kubu capres-cawapres antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat istilah "kampanye hitam" mencuat. Dalam literasi barat, istilah kampanye hitam dikenal sebagai black campaigne di mana aktivitas ini menyudutkan, mendeskreditkan, atau dalam tataran paling tinggi melakukan fitnah terhadap lawan atau rival politiknya. Dalam khasanah pengetahuan Islam, kampanye hitam (black campaigne) ini dikenal dengan istilah "ghibah". Dalam terma bahasa Jawa, kampanye hitam juga dikenal dengan sebutan "aran-aran" atau "ngrasani".

Melihat kondisi perpolitikan saat ini, kampanye hitam bukan saja sebagai aktivitas mengbongkar aib rival politik kepada publik, tetapi juga melakukan fitnah atau menuduh. Hal ini ditujukan agar lawan politik mendapat cap jelek atau citra buruk dari masyarakat luas sehingga memutuskan untuk memilih capres yang ia dukung. Dalam pandangan Islam, kampanye hitam jelas dilarang dan mendapatkan sanksi yang setimpal. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw berkata: "Betapa baiknya jika orang-orang sibuk mengorek aib sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."

Kampanye hitam dalam pandangan Islam ada beberapa jenis atau tingkatan. Pertama, kampanye hitam dikatakan sebagai ghibah yang berarti "menggunjing". Kedua, kampanye hitam dikatakan sebagai fitnah. Ghibah akan terjadi jika apa yang diisukan dalam kampanye hitam adalah benar. Fitnah adalah jika apa yang diwacanakan dalam kampanye hitam adalah salah. Salah atau benar, kedua aktivitas antara ghibah dan fitnah mendapatkan dosa besar di mana aktivitas fitnah mendapatkan dosa yang jauh lebih besar daripada ghibah.

Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 191, fitnah dikatakan sebagai tindakan yang lebih kejam dari pembuhuhan. "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," begitu kata Al Quran. Lebih lanjut, Al Quran menambahkan dalam Surat Al Baqarah 217 bahwa perbuatan fitnah mendapatkan dosa yang lebih besar dari membunuh. Oleh karena itu, melihat dampak mudharat yang diakibatkan dari kampanye hitam (black campaigne), maka bisa dikatakan kampanye hitam dalam Islam hukumnya adalah haram.

Islam itu agama santun, menjunjung moralitas, agama yang mendamaikan, agama yang membawa kebaikan, agama yang menolak kemudharatan dan menarik kemaslahatan. Jadi, setiap aktivitas yang mendatangkan kemudharatan, maka Islam melarangnya. Sama halnya dengan kampanye hitam yang mendatangkan kemudharatan, aktivitas tersebut bisa dikatakan haram dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Islam juga menjunjung demokrasi yang sehat, jika dalam demokrasi terdapat kecurangan atau kelicikan yang dikemas dalam "black campaigne" sehingga mencederai keadilan-kebenaran, jelas ia bisa dikatakan haram.

0 Response to "Kampanye Hitam "Black Campaign" dalam Pandangan Islam"

Post a Comment