Litbang Islam Cendekia: Pemilu Presiden 2014 Sudah Islami

60 Persen Pemilu Presiden 2014 Sudah Islami - Laporan khusus redaksi Islamcendekia.com

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM - Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2014 yang berlangsung 9 Juli 2014 sudah bisa dikatakan Islami. Hal ini disampaikan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) media Islam Islamcendekia.com di Kantor Islam Cendekia, Semarang, Rabu (9/7). Hal ini didasarkan pada hasil penelitian "5 Indikasi Pilpres Islami" yang dipublikasikan Islamcendekia.com, 30 Juni 2014.

Indikasi Pilpres Islami tersebut, antara lain tidak ada kampanye hitam, tidak golput, tidak ada intimidasi atau hasutan dalam memilih, tidak ada politik uang (money Politic), dan kampanye damai. Dari lima parameter indikasi Pilpres Islami tersebut, maka Litbang Islam Cendekia mengumumkan bahwa Pemilu Presiden dan Calon Presiden yang berlangsung pada 9 Juli 2014 dikatakan 60 % sudah Islami.

Prosentasi Pilpres Islami ini diambil dari kelima parameter tersebut di masing-masing parameter mendapatkan nilai 20 persen. Berdasarkan pantauan Litbang Islam Cendekia, maka Pilpres kali ini adalah sebagai berikut:

1. Tidak ada kampanye hitam = tidak = 20 persen
2. tidak ada Golput = iya = 20 persen
3. tidak ada intimidasi/hasutan/bujukan = tidak = 20 persen
4. tidak ada money politic = iya = 20 persen
5. tidak ada kampanye kekerasan = iya = 20 persen

Berdasarkan pantauan secara global dari sejumlah responden dan wartawan Islamcendekia.com, kampanye hitam dalam Pilpres kali ini adalah dipenuhi dengan kampanye hitam. Bahkan, kampanye hitam menurut pantauan Islam Cendekia sudah melewati batas. Oleh karena itu, Pilpres kali ini jika menggunakan parameter kampanye hitam maka sama sekali tidak Islami.

Jika menggunakan parameter Golput, bisa dikatakan Pilpres sudah Islami. Meski beberapa kalangan mungkin tidak menggunakan suara atau hak pilihnya karena kerja, tetapi antuasiasme menggunakan hak pilih pada Pilpres sekarang ini sangat besar, sehingga bisa dikatakan sudah Islami.

Terkait dengan intimidasi, hasutan, atau bujukan, serangan fajar sudah menjadi kebiasaan menjelang Pemilu. Hal ini dikatakan tidak Islami karena mempengaruhi pikiran rakyat agar memilih calon dari si penghasut sehingga bisa dikatakan tidak berdasarkan panggilan nurani sendiri. Dalam Pilres kali ini, banyak hasutan baik dari personal simpatisan, tim sukses, maupun dari broadcast SMS, BBM, serta media sosial. Menurut pantauan Islam Cendekia, banyaknya hasutan dalam Pilpres saat ini membuat Pemilu Presiden tidak Islami.

Masalah pilitik uang (money politic), Islam Cendekia menilai Pilpres kali ini tidak ada money politic. Kalau pun ada, ini hanya terbatas dan tidak jor-joran sebagaimana Pemilu Legislatif. Tim Litbang Islam Cendekia sendiri tidak menemukan politik uang di sejumlah daerah yang menjadi pantuan Litbang Islam Cendekia. Oleh karena itu, karena minimnya atau bahkan tidak adanya politik uang dalam Pilpres 2014 bisa dikatakan Islami.

Begitu juga dengan kekerasan, tidak ada kekerasan fisik yang signifikan dalam masa kampanye maupun berlangsungnya Pilpres. Atas penilaian ini, maka Pilpres bisa dikatakan Islami. Dari 5 parameter atau indikator tersebut, Pilpres kali ini bisa dikatakan 60 persen sudah Islami.

Menurut Pemimpin Umum Islamcendekia.com Lismanto, yang dimaksud "Islami" dalam mengukur Pilpres bukan terletak pada sejauh mana ia menggunakan demokrasinya dengan seremonial dan simbol-simbol Islam, tetapi terletak pada nilai-nilai dan ajaran-ajaran substansial dari Islam. Berdasarkan nilai Islam tersebut, maka parameter yang digunakan untuk mengukur adalah kampanye hitam, golput, intimidasi/hasutan, politik uang (money politic), dan indikasi kekerasan.

0 Response to "Litbang Islam Cendekia: Pemilu Presiden 2014 Sudah Islami"

Post a Comment