Mahasiswa IAIN Walisongo Harus Berani Melawan Rezim Jahat

SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM - M Yudhie Haryono, Direktur Eksekutif Nusantara Centre mengatakan bahwa mahasiswa IAIN Walisongo kalau mau memperbaiki rezim harus berani melawan. "Hidup ini hanya ada dua pilihan, mati atau melawan. Kalau hidup tak berani revolusi, mending mati saja," ujarnya.

Penggagas Universitas Nusantara tersebut memberi materi pada agenda Pesantren Nusantara yang digawangi BEM FU IAIN Walisongo Semarang yang berlangsung pada 19-20 Juli 2014 di Wisma Walisongo Semarang. "Polisi itu paling takut dengan orang yang berani mati. Maka, jika Anda ketika demo baru disemprot air saja sudah kabur, polisi semakin berani. Tapi jika Anda tak pantang mundur, maka polisi akan takut," tuturnya.

Maka, hidup itu cuma dua pilihan. Kalau tidak melawan, Anda akan tertindas. "Kalau kita benar-benar berani, ketika jadi presiden pun tak perlu dikawal. Karena kita tak berani mati. Dan Amerika paling takut dengan orang yang nekat dan berani mati," paparnya.

Selain membagikan buku gratis, M Yudhie Haryono juga banyak bercerita pengalamannya ketika menjadi mahasiswa. Dalam acara tersebut, hadir pula Ahmad Fauzi, Penulis Buku Agama Skizofrenia, Hamidulloh Ibda, Direktur Eksekutif Forum Muda Cendekia (Formaci) Jateng dan Dian Marta Wijayanti, Asesor EGRA USAID Prioritas Jawa Tengah.

Saat diskusi, Presiden BEM FU mendampingi M Yudhie Haryono bersama semua peserta yang mendiskusikan banyak hal, salah satu tentang kemandirian bangsa yang saat ini krusial untuk dilakukan. "Sejarah Indonesia adalah sejarah perlawanan dan penindasan, maka mahasiswa IAIN Walisongo harus berani melawan rezim jahat," tutur Yudhie.
Reporter dan Editor: Hamidulloh Ibda. Foto: Islamcendekia.com.

0 Response to "Mahasiswa IAIN Walisongo Harus Berani Melawan Rezim Jahat"

Post a Comment