Makna Ngabuburit Ramadan Menurut Islam


SEMARANG, ISLAMCENDEKIA.COM – Bagi umat Islam khususnya di Indonesia, ngabuburit atau menunggu buka puasa adalah budaya yang selalu ada tiap tahun. Uniknya, hal itu hanya di Indonesia, karena saat ngabuburit, banyak kegiatan dilakukan pemuda dan masyarakat yang berbau Islami, tetapi kadang juga banyak yang merugikan.


Secara bahasa, terminologi ngabuburit itu sendiri berasal dari Bahasa Sunda, Jawa Barat. Ngabuburit berasal dari kata “burit” yang artinya waktu sore, senja, atau menjelang mangrib. Istilah ini berkembang dari Jawa Barat hingga ke seluruh Indonesia. Namun pertanyaanya, apa hukumnya ngabuburit Ramadan menurut Islam? Inilah beberapa pendapat aktivis Islam terhadap budaya ngabuburit.


Nailul Mukorobin, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unnes Konservasi Semarang mengatakan ngabuburit itu memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Apalagi ngabuburit dengan pacar di alun-alun, tentu tidak pernah. “Ngabuburit itu sah-sah saja. Karena ini tidak ada hubungannya dengan agama. Ini budaya dan jika terjadi hal negatif pada saat ngabuburit, itu hanya pelakunya saja, tapi hakikat ngabuburit tetap baik,” ujarnya.


Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah juga menilai ngabuburit itu sebenarnya budaya unik dan harus dilestarikan. “Islam itu membolehkan apa saja asal tujuannya baik, dan melarang apa saja yang bertujuan buruk. Jadi, ngabuburit bisa jadi baik ketika dilakukan dengan baik, begitu pula sebaliknya,” tuturnya.


Menunggu puasa, lanjut Ibda, adalah salah satu pekerjaan yang menjadi indah ketika diisi dengan hal-hal positif. “Nabi Muhammad kan sudah menyeru pada umat Islam untuk mengalkan buka puasa dan mengakhirkan sahur puasa. Nah, nilai dan spirit ngabuburit ini adalah untuk memberi simbol pada umat Islam agar menyegerakan diri untuk berbuka puasa,” paparnya.


“Jadi, silahkan Anda ngabuburit sepuasanya, asal dilakukan dengan cara baik, tidak merugikan orang dan memberi kebahagiaan kepada semua umat Islam,” tandas Ibda. Yang tidak boleh dilakukan, menurut Ibda saat ngabuburit adalah sesuatu yang mengganggu dan merugikan orang. “Misalnya, menyalakan petasan, trek-trekan dan balapan liar, menggoda cewek dan sebagainya,” ujarnya.

Ngabuburit itu kan menunggu waktu buka puasa. "Masak menunggu waktu buka puasa diharamkan? Kan lucu," tutur Ibda.


Reporter dan Editor: MH. Foto: Metaholic

0 Response to "Makna Ngabuburit Ramadan Menurut Islam"

Post a Comment